,

154.331 PETANI DI GROBOGAN MELAKUKAN AKTIVASI KARTU TANI

154.331 PETANI DI GROBOGAN MELAKUKAN AKTIVASI KARTU TANI

Sebanyak 154.331 petani di Kabupaten Grobogan telah melakukan aktivasi Kartu Tani (Kartan). Hal ini berarti 80, 2% dari jumlah petani yang terdaftar, yaitu 192.459 petani telah dapat memanfaatkan Kartan untuk melakukan penebusan pupuk bersubsidi. “Ini merupakan progress yang bagus karena 2 (dua) bulan yang lalu jumlah Kartan teraktivasi baru sebanyak 55%” ungkap Ir Edhie Sudaryanto, M.M, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan.
“Sampai saat ini pupuk bersubsidi yang telah disalurkan melalui Kartan lebih dari 1.500 ton. Jumlah itu akan terus bertambah sejalan dengan musim penumpukan yang dilakukan petani pada MT I ini”, jelas Edhie Sudaryanto.

Kartan merupakan gagasan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, sebagai metode untuk memperbaiki sistem pendistribusian pupuk bersubsidi yang selama ini kerap kali bermasalah. Bukan itu saja, Kartan juga bermanfaat untuk menyusun kebijakan dengan lebih akurat, karena didukung sistem pengumpulan database petani, luas lahan, luas garapan, dan luas panen tiap-tiap komoditas secara real time. Melalui Kartan banyak informasi seputar aktivitas usaha tani dapat terpantau secara lebih detail dan akurat.

Sujono, S.P., Kepala UPT Dinas Pertanian Kecamatan Godong, mengungkapkan “Di Godong respon petani terhadap Kartu Tani sangat bagus dan antusias. Tetapi masih terkendala signal internet yang tidak stabil. Di Desa Dorolegi, Latak, Anggaswangi dan Godong sudah dicoba tetapi ditengah perjalanan mesin EDC (Electronic Data Capture) nya rusak”.

Hal senada juga diungkapkan Lukito Winedar, S.P., Kepala UPT Kecamatan Kradenan. “Di Kradenan kita ujicobakan di Penyalur KUD Lesanpuro, dan bisa berjalan dengan baik meskipun di beberapa kelompok terkendala signal yang tidak stabil”, ungkapnya.

Sih Maryati, SP Kepala UPT Kecamatan Tawangharjo mengungkapkan : “Masih banyak juga petani yang kurang respon, mereka belum mau mengisi uang ke dalam rekening Kartan sesuai jatah alokasi pupuk bersubsidinya. Terpaksa ditomboki Penyalurnya. Petani yang sudah tua juga sering memperlambat proses. Tetapi untuk yang kasusnya begini Ketua Kelompok Tani membantu menggesek Kartan-nya”.

Lain lagi pengalaman pemanfaatan Kartan di Kecamatan Klambu. Kepala UPT Klambu, Amintarti, SP.,
mengungkapkan, Kecamatan Klambu sudah mulai memanfaatkan Kartan untuk penebusan pupuk bersubsidi. Bagi petani yang sadar tidak masalah, tetapi ada juga yang tidak mau, karena merasa membeli pupuk di Kecamatan Klambu dipersulit karena harus menggunakan Kartan. Sehingga mereka membeli pupuk secara tunai di Penyalur lain. Akibatnya, penyalur setempat dirugikan, karena pupuk nya tidak terserap”.

Menanggapi masih banyaknya persoalan di lapangan, Edhie Sudaryanto mengatakan “Implementasi Kartan masih dalam proses, sehingga wajar apabila masih belum sempurna dan ditemui banyak kendala di lapangan”. Terkait dengan mesin EDC dan signal yg tidak stabil, Edhie Sudaryanto mengatakan bahwa hal itu sudah diidentifikasi dan saat ini tengah dilakukan pembenahan. Pihak perbankan (BRI) yang akan menangani”, jelasnya.
Ketika ditanya kapan Kartan akan diberlakukan secara penuh, Edhie Sudaryanto mengungkapkan “Kita tunggu perkembangan selanjutnya, termasuk kesiapan BRI menyediakan perangkat keras yg dibutuhkan, yaitu mesin EDC dan fisik Kartan nya, karena saat ini masih ada 8 ribu lebih petani yang belum memperoleh Kartan. Pemerintah Propinsi sendiri menghendaki mulai 1 Januari 2018, semua kabupaten/kota telah memberlakukan Kartan secara penuh untuk melakukan penebusan pupuk bersubsidi”, tambah Edhie Sudaryanto.
“Implementasi di lapangan tentunya akan kita sesuaikan dengan kondisi masing-masing kelompok tani. Pada lokasi yang signal seluler nya tidak lancar misalnya, tentu tidak bisa dipaksakan penggunaan Kartan. Prinsipnya, kami akan melayani petani dengan sebaik-baiknya”, kata Edhie Sudaryanto. (Rida)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *