BPTPHP Jawa Tengah Adakan Latihan Pembuatan Agensia Hayati

BPTPHP Jawa Tengah Adakan Latihan Pembuatan Agensia Hayati

Balai Perlindungan Tanaman Pangan Hortikultura  dan Perkebunan (BPTPHP) Provinsi Jawa Tengah dan jajarannya  melaksanakan kegiatan pendampingan pengembangan kawasan bawang merah kegiatan APBN Dirjen Hortikultura 2017 di Kabupaten Grobogan melalui Gerakan Pengendalian OPT Bawang Merah di Desa Genengadal Keamatan Toroh Kabupaten Grobogan pada Rabu, 27 September 2017.

Turut hadir serta dalam kegiatan tersebut, antara lain Supaat Pemimpin Laboratorium Pengendalian Hama Penyakit Wilayah Semarang BPTPHP Provinsi Jawa Tengah beserta Staf, Dargo Koordinator Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Kabupaten Grobogan beserta Staf, dan Kepala Seksi Produksi Tanaman Sayuran dan Biofarmaka Kabupaten  Grobogan Nur Wiedhiastuti beserta staf.

Tampak hadir pula, pengamat Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) Kecamatan Toroh Wahid Tohari, Ketua Poktan Margo Mulyo, Kuspan beserta anggotanya khususnya petani bawang merah.

Kasi Produksi Tanaman Sayuran Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan, Nur Wiedhiastuti dalam sambutannya  mengatakan sangat mengapresiasi Gerakan Pengendalian  OPT Bawang Merah ini karena sangat dibutuhkan petani. “Kendala peningkatan komoditas hortikultura khususnya bawang merah itu adalah adanya serangan OPT yang dapat menimbulkan kerusakan berat atau puso tanaman yang telah terserang”, ujarnya
Dengan kerusakan tersebut kata Nur, menimbulkan dampak yang cukup luas bagi perekonomian di tingkat petani. Apalagi bila tidak segera ditanggulangi, gangguan tersebut akan dirasakan sangat besar bagi masyarakat.
Karena itu lanjut Nur, perlu untuk melakukan langkah pengendalian OPT secara terpadu dan kontinu.

Supaat Pemimpin Laboratorium Pengendalian Hama Penyakit Wilayah Semarang menyampaikan dalam arahannya bahwa salah satu indikator keberhasilan pencapaian produksi tanaman adalah terlaksananya pengamanan produksi OPT, Pengendalian Hama Terpadu mengedepankan pengelolaan agroekosistem dan teknologi pengendalian OPT yang berbasis Sumber Daya Alam diantaranya penggunaan Agens Hayati, Pestisida Nabati dan Teknologi Pengendalian Spesifik Lokasi.
Kegiatan PPHT tersebut lanjut dia, dilakukan di lahan petani dengan melakukan pengamatan perkembangan OPT pada setiap minggunya pada kawasan bawang merah dengan melibatkan petani secara langsung. Dilaksanakan sejak mulai tanam sampai panen, sehingga petani dapat mengenal maupun mengidentifikasi OPT dan cara penanggulangannya dengan menggunakan pengendalian yang ramah lingkungan.
“Jadi melalui langkah-langkah itu petani dapat melakukan budidaya yang baik, serta OPT yang ada dapat teratasi,” ujarnya.

Kemudian sambung Supaat, pada kawasan tersebut dilaksanakan Gerakan Pengendalian OPT Bawang Merah dengan menggunakan bahan pengendali Ramah Lingkungan (Agensia Hayati). Gerakan ini dilakukan bersama petani sebanyak 30 orang sehingga kegiatan gerakan tersebut dapat menekan perkembangan OPT.

“Kegiatan gerakan ini diharapkan dapat diimplementasikan oleh kelompok tani pada lokasi dan pada pertanaman bawang merah untuk pertanaman berikutnya,” imbuhnya.

Adapun tujuan dari kegiatan Gerakan Pengendalian OPT Bawang Merah tersebut sambung Supaat dilakukan untuk memotivasi dan menggerakan petani dalam melaksanakan pengendalian secara cepat, tepat, akurat, dan serempak.

Apalagi dengan menggunakan agensia hayati bahan yang ramah lingkungan. Sehingga produk yang dihasilkan pun juga sangat baik karena berasal dari produk yang ramah lingkungan dan kesuburan serta kualitas tanah dapat dipertahankan.

Untuk pengendalian OPT bawang merah di daerah, Koordinator POPT Kabupaten Grobogan, Dargo menambahkan,  “Selain dengan penggunaan agensia hayati  ada dua cara lainnya, yaitu aplikasi tanaman refugia sebagai tanaman border sekaligus sebagai media untuk konservasi musuh alami, seperti bunga matahari, kenikir, bunga kertas, dll. Yang kedua yaitu dengan pemasangan perangkap sex feromon efektif dalam mengendalikan ulat bawang S. exigua,” ujarnya.(Wieds)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *