Budidaya Jagung

small_97jagungTanaman jagung membutuhkan tanah dengan aerasi dan ketersediaan air dalam kondisi baik. Tanaman jagung yang diusahakan petani biasanya ditanam pada awal musim penghujan (labuhan), marengan dan musim kemarau.

Jenis tanaman jagung yang ditanam oleh petani jagung di Kabupaten Grobogan sebagian besar (98%) menanam jenis jagung hibrida dengan alasan kualitas benih bagus, produktivitas jagung hibrida tinggi dan benih mudah didapat.

Teknik penanaman jagung varietas ini pada dasarnya sama dengan teknik penanaman jagung secara Umumnya. Teknik budidaya tanaman jagung hibrida yang dilakukan petani di Kabupaten Grobogan adalah sebagai berikut :

PENGOLAHAN LAHAN

  1. Pengolahan tanah dilakukan secara minimum tallage.
  2. Membersihkan dari sisa-sisa tanaman dan tumbuhan pengganggu atau dengan herbisida.
  3. Buat parit/saluran drainase dengan kedalaman 10-15 cm. Jika penanaman dilakukan pada musim penghujan perlu dibuat parit/saluran drainase sedalam 20-30 cm dengan lebar 25-30 cm.
  4. Buat bedengan dengan lebar 2 – 3 m

TANAM

Benih jagung hibrida yang dipasar biasanya sudah ditambahkan perlakuan seed treatmen, namun petani di kabupaten Grobogan tetap menambahkan fungisida untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh jamur/fungi atau penyakit bulai.

1. Membuat lubang tanam dengan jarak tanam :

    20 cm x 70 cm (1 tanaman/lubang)

    40 cm x 70 cm (2 tanaman/lubang)

2. Buat lubang tanam dengan menggunakan taju dengan dengan kedalaman ± 5 cm.

3. Masukkan benih yang telah ditreatment kedalam lubang tanam dan tutup dengan tanah atau pupuk kandang. Biasanya petani lebih memilih menutup dengan pupuk organik/kandang. Selain mempermudah ditembus kecambah tanaman jagung yang baru tumbuh juga bermanfaat sebagai pupuk.

4.  Satu minggu setelah tanam dilakukan penyulaman.

PEMUPUKAN BERIMBANG

 Takaran pupuk berimbang yang dianjurkan (per Ha lahan):

 Ekosistem

Ponska Urea

Organik

 Lahan Sawah

Lahan Kering

   300 Kg

300 Kg

   250-350 Kg

150-225 Kg

   ≥ 2.000 Kg

≥ 3.000 Kg

Prinsip Aplikasi :

  • NPK diaplikasikan 2 kali
  • Urea diaplikasikan 3 kali  atau dengan menggunakan BWD (Bagan Warna Daun)

Pemberian pupuk diberikan dengan cara dibenamkan kedalam tanah dengan jarak 5-10 cm dari tanaman. Pemupukan seperti ini biasanya dilakukan pada musim penghujan. Jika penanaman jagung dilakukan pada musim kemarau, pemupukan dilakukan dengan cara kocor.

PENYIANGAN

Penyiangan dilakukan dengan cara manual (cangkul) atau menggunakan herbisida.

Penyiangan pertama dilakukan pada umur tanaman 15 HST dan penyiangan kedua dilakukan pada umur tanaman 20-30 HST, sebelum pemupukan kedua (penyiangan dilakukan sesuai dengan pertumbuhan gulma).

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT

Pengendalian penyakit bulai dilakukan pada benih sebelum tanam (dengan fungisida).

Hama penting adalah lalat bibit, penggerek tongkol, penggerek batang dan ulat grayak. Pengendalian dengan menggunakan insektisida yang sesuai dengan kebutuhan.

PANEN

Panen dilakukan apabila tanaman jagung memperlihatkan tanda-tanda :

  1. Kelobot sudah kering
  2. Umur panen sudah sampai (sesuai deskripsi)
  3. Apabila sudah terbentuk lapisan hitam pada dasar biji.

Persiapan penen dilakukan dengan cara memotong batang diatas tongkol (setelah klobot mulai mengering, umur 90-100 HST atau bila sudah terbentuk black layer/lapisan hitam pada biji) dengan tujuan agar tongkol jagung cepat kering, menekan tumbuhnya cendawa, serta memperbaiki kualitas panen

PASCA PANEN

Penanganan pasca panen jagung meliputi serangkaian kegiatan pengupasan, pengeringan, pemipilan, penyortiran dan penggolongan.

Pengupasan

Pengupasan bertujuan agar kadar air tongkol jagung menurun sehingga terhindar dari pertumbuhan jamur pada tongkol dan biji jagung yang baru dipanen. Selain itu, pengupasan juga dapat mempercepat proses pengeringan.

Pengeringan Tongkol Jagung

Tujuan utama pengeringan adalah untuk mencegah kerusakan. Beberapa keuntungan melakukan pengeringan adalah meningkatkan daya simpan, menambah nilai ekonomis, memudahkan pengolahan lebih lanjut, serta memudahkan dan mengurangi biaya transportasi.

Pemipilan dan penjemuran hasil panen

Pemipilan merupakan kegiatan melepaskan biji dari tongkol, memisahkan tongkol, dan memisahkan kotoran dari jagung pipilan. Biasanya menggunakan power threseer multiguna Tujuannya adalah untuk menghindarkan kerusakan, menekan kehilangan, memudahkan pengangkutan, dan memudahkan pengolahan selanjutnya. Oleh karenanya, sebaiknya pemipilan dilakukan pada saat yang tepat, yaitu saat kadar air jagung berkisar 17-20%. Penjemuran dalam  bentuk pipilan memakan waktu 2-4 hari pada musim hujan dan 1-2 hari pada musim kemarau

Jagung merupakan produk unggulan Kabupaten Grobogan. Pengembangan agribisnis komoditas jagung merupakan gambaran yang dilakukan petani di Kabupaten Grobogan. Sehingga profil ini dapat dijadikan pedoman teknis bagi para petugas di lapangan dalam mendampingi dan memberdayakan petani sehingga dapat tercapai tujuan pemberdayaan yaitu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan para petani.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *