Budidaya Padi

small_36padi-tua

Di Kabupaten Grobogan  tanaman padi ditanam di sawah baik pengairan teknis maupun tadah hujan yaitu pada awal musim hujan atau MT I (bulan Oktober-November) dan MT II pada bulan Februari-Maret yang meliputi hampir seluruh 19 Kecamatan di Kabupaten Grobogan. Varietas ciherang masih menjadi primadona dikalangan petani Grobogan Karena sifat-sifat : (1) Memiliki potensi hasil yang tinggi (2) Relatih lebih tahan hama penyakit  (3) Lebih disukai oleh pasar (pedagang). Varietas lain Inpari 13, memiliki keunggulan berumur lebih pendek (genjah), lebih tahan serangan hama wereng, dan sebenarnya potensi hasilnya tidak kalah jia dibandingkan dengan ciherang, Untuk menghasilkan hasil maksimal perlu memperhatikan beberapa hal yaitu :

PILIH BENIH VARIETAS UNGGUL :  

Benih yang digunakan adalah benih bermutu dan bersertifikat. Untuk menjamin kualitas benih sebelum disemai dilakukan perlakuan benih (seed treatment). Perlakuan benih bertujuan untuk menyeleksi benih sehingga didapatkan benih yang akan disemai benar-benar berkualitas, memiliki daya tumbuh yang baik, sehat serta bebas hama penyakit bawaan. Proses seleksi benih secara tradisonal dengan ‘merimbang’ dengan  larutan garam dan telur. Benih yang dipakai  yang tenggelam sedangkan yang mengapung untuk pakan  ternak. Teknik ini sudah cukup dikenal dan diterapkan oleh para petani Grobogan

PENYIAPAN LAHAN

Padi ditanam di lahan sawah pada MT I dan atau  MT II. Pengolahan tanah disesuaikan dengan kondisi tanah dan ketersediaan air. Pengolahan tanah bertujuan untuk :

  1. Meratakan tanah untuk digenangi;
  2. Menekan pertumbuhan gulma yang dapat menggangu pertumbuhan tanaman padi
  3. Membenamkan dan menghancurkan jerami, gulma, dan bahan organik lain
  4. Pengolahan tanah telah menggunakan traktor dilakukan dengan 1 kali pembajakan dan satu kali perataan.

PERSEMAIAN

Sejak dari persemaian harus dipayakan tanaman  dalam keadaan sehat bebas hama penyakit. Persemaian sebaiknya tidak terlalu rapat, dengan luasan 5% dari luasan lahan benih yang digunakan 25 kg/Ha. Pindah tanam dari persemaian ke lahan sebaiknya dilakukan pada saat tanaman masih muda kurang dari 20 hari, ini penting supaya tanaman lebih cepat beradaptasi, pertumbuhan akar dan tunas dapat optimal sehingga tanaman lebih sehat

PENANAMAN 

Pindah tanam harus hati-hati jangan sampai terjadi kerusakan akar supaya pertumbuhan selanjutnya lebih optimal dan sehat. Sebaiknya pindah tanam dilakukan langsung hindari   penyimpanan serta perlakuan yang dapat menyebabkan kerusakan luka atau memar pada bibit.

Sistem Tanam Jajar Legowo

Sistem tanam jajar legowo pada arah barisan tanaman terluar memberikan ruang tumbuh yang lebih longgar sekaligus populasi yang lebih tinggi. Dengan sistem tanam ini, mampu memberikan sirkulasi udara dan pemanfaatan sinar matahari lebih optimal untuk pertanaman. Selain itu, upaya penanggulangan gulma dan pemupukan dapat dilakukan dengan lebih mudah.

Penerapan sistem tanam legowo sistem tanam legowo 2:1 dan 4:1 menggunakan jarak tanam (25×25) cm antar rumpun dalam baris; 12,5 cm jarak dalam baris; dan 50 cm sebagai jarak antar barisan/ lorong atau ditulis (25×12,5×50) cm. Jarak tanam sebaiknya tidak telalu rapat, misalnya  karena akan menyebabkan jarak dalam baris sangat sempit, karena akan berakibat pertumbuhan tanaman kurang optimal akibat tingginya persaingan akar dalam memperoleh unsur hara, kurangnya sinar matahari untuk proses fotosintesapada daun.

Keuntungan Sistem tanam Jajar Legowo sebagai berikut :

  1. Terdapat ruang terbuka yang lebih lebar diantara dua kelompok barisan tanaman yang akan memperbanyak cahaya matahari masuk ke setiap rumpun tanaman padi, sehingga meningkatkan aktivitas fotosintesis yang berdampak pada peningkatan produktivitas tanaman.
  2. Sistem tanaman berbaris ini memberi kemudahan petani dalam pengelolaan usahataninya seperti: pemupukan susulan, penyiangan, pelaksanaan pengendalian hama dan penyakit (penyemprotan). Disamping itu juga lebih mudah dalam mengendalikan hama tikus.
  3. Meningkatkan jumlah tanaman pada kedua bagian pinggir untuk setiap set legowo, sehingga berpeluang untuk meningkatkan produktivitas tanaman akibat peningkatan populasi.
  4. Sistem tanaman berbaris ini juga berpeluang bagi pengembangan sistem produksi padi-ikan (mina padi) atau parlebek (kombinasi padi, ikan, dan bebek).

 PENYIANGAN

Penyiangan tanaman dilakukan bertujuan untuk menjaga ketersediaan oksigen di dalam tanah, membantu tanah tetap gembur dan mengembalikan fungsi gulma agar lebih cepat terdekomposisi sebagai nutrisi bagi tanaman padi.

 PEMUPUKAN

Supaya tanaman padi tumbuh sehat dan memberikan hasil yang optimal seluruh unsur makro dan mikro yang dibutuhkan tanaman padi harus tercukupi sehingga pemupukan harus dilakukan secara berimbang. Pemupukan yang dilakukan sesuai kebutuhan jangan kurang atau berlebihan karena akan berakibat kurang baik pada tanaman.

Salah satu acuan pemupukan dapat menggunakan Permentan No. 04/OT.140/4/2007 untuk Kab. Grobogan

padi

Waktu pemupukan yang tepat juga harus diperhatikan :

padi2

Untuk pemupukan ke II dan ke III bisa menggunakan acuan Bagan Warna Daun sehingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan tanaman.

PENGENDALIAN HAMA TERPADU

  1. Identifikasi jenis dan populasi hama penyakit
  2. Memperkirakan tingkat kerusakan/serangannya
  3. Menguasai teknik-teknik pengendaliannya

Apabila populasi hama atau intensitas kerusakan akibat hama atau penyakit dianggap merugikan maka dipergunakan pestisida dari bahan organicyang disesuaikan dengan jenis hama atau jenis penyakit.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *