Budidaya Pisang

  1. SYARAT TUMBUH

Dengna pertumbuhannya yang sangat cepat dan terus menerus, yang akan mengakibatkan hasil yang tinggi, pisang memerlukan tempat tumbuh di iklim tropik yang hangat dan lembap. Suhu merupakan factor utama untuk pertumbuhan.Di sentra-sentra produksi utamanya suhu udara tidak pernah turun sampai dibawah 150 C dengan jangka – waktu yang cukup lama.Suhu optimum untuk pertumbuhannya adalah sekitar 270  C, dan suhu maksimum 380 C. di dataran tinggi daerah ekuator, pisnag tak dapat tumbuh di ketinggian di atas 1600 m dpl. Kebutuhan akan penyinaran belum dipahami benar.

Kebanyakan pisang tumbuh baik di lahan terbuka, tetapi kelebihan penyinaran akan menyebabkan terbakar matahari (sunburn). Dalam keadaan cuaca berawan atau dibawah naungan ringan, daur pertumbuhannya sedikit panjang dan tandannya lebih kecil.Tanah yang paling baik untuk pertumbuhan pisang adalah tanha liat yang dalam dan gembur, yang memiliki pengeringan dan aerasi yang baik. Kesuburan yang tinggi akan sangat menguntungkan dan kandungan bahan organiknya. Hendaknya 3% atau lebih. Tanaman pisang toleran terhadap Ph 4,5-7,5.

  1. PEDOMAN BUDIDAYA

Pisang umumnya diperbnyak dengan anakan.anakan yang berdaun pedang-lah yang lebih disenangi petani, sebab pohon pisang yang berasal dari anakan demikian akan menghasilkan tandan yang lebih besar pada panen pertamnya (tanaman induk). Bonggol atau potongan bonggol juga di gunakan sebagai bahna perbanyakan.Bonggol ini biasanya dibelah dua dan direndam dalam air panas (520 C) atau dalam larutan pestisida untuk membunuh nematode dan penggerek peggerek sebelum di tanamkan. Kini telah dikembangkn kultur jaringan untuk perbanyakan secara cepat, melalui ujung pucuk yang bebas penyakit. Cara ini telah dilaksanakan dalam skala komersial, tetapi adanya mutasi yang yang tidak dikendaki menimbulkan awal musim hujan.Bahan perbanyakan bisanya ditanamkan sedalam 30 cm. pisang dapat dijadikan tanaman utama atau tanaman pencampur pada system tumpang sari.

  1. PEMELIHARAAN

Penyiangan berulang-ulang di perlukan sampai pohon-pohon pisang dapat menaungi dan menekan gulma.Gulma diberantas dengan cara-cara mekanik (dibabat, dibajak, dan sebagainya) atau dengan tangan. Herbisida pratumbuh cukup efektif, danjika tanaman telah mencapai tinggi 1,5 m atau lebih, dapat digunakan herbisida kontak. Di pekarangan pemakaian pupuk kandang dan kompos dianjurkan, yang dikombinasikan dengan 0,25 kg urea dan kalium nitrat (muriate of potash) setiap tiga bulan untuk masing-masing rumpun. Pengairan diperlukan di areal yang memiliki musim kemarau panjang.Air dapat di alirkan melalui parit atau di semprotkan.Selama putaran pemangkasan ringan\, daun-daun yang layu dipotong agar diperoleh mulsa dan untukmenghindari sumber infeksimelalui penyakit-penyakit daun. Di perkebunan skala komersial beberapa tindakan lainuntuk mempertahankan produktivitas yang tinggi dan untuk menjmain buah berkualitas baik untuk pasaran (ekspor). Tindakan-tindakan itu mencakup pembuangan anakan, pembuangan tunggul-tunggul, pemotongan jantung pisang, dan pengurangan tandan buah. Setiap 6 – 12 minggu tanaman pisang dibuangi anakannya, hanya ditinggalkan satu tanaman induk (yang sedang berbuah), satu batang anakan (yang tertua) dan dalam hal tanaman-sirung(ratoons), satu tanaman cucu.

  1. HAMA DAN PENYAKIT

          Hama:

  • Ulat penggulung daun (erionata thax) menyebar diasia tengara. Gejala : larva instar awal membuat irisan miring pada tepi jdaun dan menggulung ke atas bagian yang terpotong sebagian dan lambat laun gulungan makin lebar. Pada serangan berat hanya tersisa tulang daun dan gulungan daun. Curah hujanyang tinggi menekan populasi instar awal. Pada daerah yang terlindungn dari angina populasi hama tinggi.
  • Penggerek buah pisang ( Nacoleai Octasema) menyebar di asia tenggara. Gejala : seperti kudis buah bercak kecoklatan sebagian membusuk.
  • Penggerek batang pisang ( cosmopolites sordidus) menyebar didaerah tropika. Gejala : larva instarawal membuat beberapa gerakan memanjang pada jaringan bagian luar hingga menembus seludang daun bagian dalam di dekatnya. Hama ini menggerek pangkal batang dan rhizome. Serangan di daerah pegunungan lebih tinggi dari dataran rendah. Populasi hama banyak terdapat pada tanaman yang terlalu tua serta pada tungul dan rhizoma yang tersisa. Pengendalian : snitasi kebun dan pemanenan secara periodic.
  • Odoiporus longicalling merupakan hama sekunder. Larva menggerk ke dalam tengah batang hingga seludang daun.

PENYAKIT

        Penyakit layu fusarium (penyakit panama) disebabkan oleh fusarium oxysporium.Penyakit ini merupakan penyakit yang merugikan setelah layu bakteri dan penyebar luas diseluruh dunia. Gejala: tepi daunbawah kuning tua lalu menjadi coklat dan mongering pangkal tangkaidaun patah kadang kala batang palsu bagian luar belah dari pangkal pada belahan membujur pangkal batang palsu hingga tangkai daun terjadi perubahan warna berkas pembuluh pengendalian : pencegahan.

Bercak daun cercopora ( penyakit sigatoka) disebabkan oleh mycosphaerella musicola. Penyakit ini kadang kala merugikan dapat menurunkan kuantitas dan kualitas buah namun kurang mendapat perhatian di Indonesia.Gejala : bercak kecil memanjang kuning pucat atau hijau kecoklatan sejajar tulang daun bercak membesar menjadi coklat tua sehingga hitam ellips ( 0.5 cm x 1.5 cm) pada daun tua pusat bercak mongering  dengan tepinya coklat tua dengan halo kuning pada pusat bercak ada titik hitam.

 

  1. PANEN DAN PASCA PANEN

Penentuan waktu panen yang tepat akan menghasilkan kualitas buah pisang yang baik. Panen buah dilakukan saat tinggkat perkembangan fisiologi buah maksimum. Pada saat perkembangan fisiologi buah maksimum, kandungan pati mencapai tingkat tertinggi sehingga dalam proses pematangan dapat di ubah menjadi gula yang cukup tinggi. Secara visual, buah pisang yang siap panen menunjukan tanda-tanda seperti bentuk buah tampak bulat berisi dan sudut penampangnya rata serta tangkai bekas putik telah gugur  cara pemanenan, yaitu batang pisang dipotong kira- kira setengah diameter batang pada ketinggian 1 m dari permukaan tanah. Tandan buah di than agar tidak terjatuh ke tanah lalu dipotong

  1. PENANGANAN PASCA PANEN
  • Pemotongan sisir pisang dari tandanya pencucian sisir dari kotoran dan getah serta dilakukan seleksi buah
  • Pencucian sisir pisang yang sudah terselaksi dalam air bersih mengalir
  • Penyusunan sisir pad arak terbuka lalu dikering anginkan dengan mengalirkan udara kering pada sisir-sisir pisang tersebut
  • Pengemasan sisir pisang pada kotak karton per 15 kg (3-5 sisir ukuran besar atau 6-9 sisirukuran kecil)
  • Penyemprotan fungisida A12(SO4) 3 (120 ml/15 kg pisang)
  • Pengepakan pada container
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *