Budidaya Tanaman Cabai

  1. Pemilihan Lokasi

Tanaman cabai mempunyai daya adaptasi yang cukup luas, namun demikian beberapa

Hal perlu memperhatikan lokasi yang tepat, yaitu:

  1. Ketinggian optima : 0 – 1.400 dpl
  2. Jenis tanah :Jenis tanah ringan – tanah berat
  3. PH rekomendasi :5,5 – 6,8
  4. pH optimum :6,0 – 7,0
  5. Suhu :18 – 27
  6. Suhu optimum :22 – 25
  7. Curah hujan :600 – 1.250 mm per tahun
  8. Kelembapan :60 – 80
  9. Penyediaan Benih

Penggunaan benih bermutu merupakan kunci utama untuk memperoleh hasil produksi

Cabai yang tinggi. Dan pertumbuhan tanaman yang seragam.

Yang perlu diperhatikan dalam pemilihan benih adalah antara lain:

  1. Gunakan varietas yang sudah dilepas oleh Mentri pertanian.
  2. Pilih benih bermutu tinggi (berdaya kecambah diatas 80% mempunyai vigor yang baik, murni, bersih dan sehat.)
  3. Pilih benih dengan daya adaptasi tinggi
  4. Pilih yang berlebel/sertifikat dan tidak kadaluarsa.
  5. Penyemaian

Tempat persemaian berupa bedengan berukuran lebar 1 m, diberi naungan atap plastik  Transparan, dan atap menghadap ke timur.

Media persemaian terdiri dari campuran tanah halus dan pupuk kandang steril (1 : 1). Penyemaian benih disebar rata pada bedengan dan ditutupi tipis tanah halus, lalu ditutupi lagi dengan daun pisang atau karung basah. Setelah benih berkecambah (7 – 8 hari) tutup daun pisang atau karung dibuka dipindahkan ke lapangan.

  1. Penyiapan Lahan

Tanah yang ideal terdiri atas tiga komponen, yaitu masa pemadatan, air dan udara,

Maing masing dengan volume sepertiga bagian. Keadaaan ini menjamin aerasi, daya tahan air, drainase, dan aktivitas biologi tanah yang cukup baik. Produser pelaksanaan pengolahan tanah adalah:

  1. Lakukan pembersihan lahan dari sisa tanaman dan sampah. Tanah diolah sedalam 30-40 cm kemudian buat bedengan dengan ukuran lebar (1,2-1,5) m, tinggi (25-30)cm dan panjang nya disesuaikan dengan kondisi lahan. Buat lubang tanam dengan jarak (50-60cm) x (50-70cm)
  2. Pemberian kapur pertanian, apabila kondisi Ph tanah kurang dari 5,5 dilakukan pengapuran dengan kaptan/dolomit sebanyak 1,5ton/ha yang diberikan bersamaan dengan pengolahan tanah.
  3. Lakukan pemupukan dasar dalam bentuk pupuk kandang yang sudah matang sekitar 2 minggu sebelum tanam. Berikan pupuk anorganik N, P, K, 5 hari sebelum tanam dengan cara ditebar,disiram dan ditutup mulsa.
  4. Lakukan pemasangan mulsa plastik hitam-perak.
  5. Penanaman

Penanaman merupakan kegiatan memindahkan bibit dari persemaian ke lahan atau areal

Penanaman hingga tanaman berdiri tegak dan tumbuh secara optimal di lapangan.Kerapatan tanaman atau jarak tanam yang digunakan akan mempengaruhi populasi tanaman dan efisiensi penggunaan cahaya matahari, serta persaingan antar tanaman dalam penggunaan air unsur hara dan ruang.

  1. Pemasangan Ajir

Pemasangan ajir merupakan kegiatan memasang atau penyanggah/penopang (biasanya dibuat dari bambu) dekat dengan tanaman cabai. Tujuanya adalah untuk membantu tanaman tumbuh tegak mengurangi kerusakan fisik tanaman yang disebabkan beban buah dan tiupan angin, memperbaiki pertumbuhan daun dan tunas, dan mempermudah pemeliharaan.

  1. Panen

Di dataran rendah cabai merah dapat dipanen mulai umur 70-75 hari setelah tanam. Panen cabai

Merah dapat dilakukan 5-7 hari. Panen cabai merah hendaknya dilakukan pada cuaca cerah agar sisa-sisa embun yang menempel pada buah menguap,sehingga patogen penyakit tidak dapat berkembang. Buah cabai merah yang dipanen adalh yang sudah matang penuh ( samapai merah )

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *