Budidaya Tanaman Jarak Pagar

  1. MACAM-MACAM JENIS JARAK

Ada banyak sekali jenis jarak yang dapat tumbuh di tanah air kita antara lain :

  1. Jarak Kepyar/Jepang ( Ricinus communis).

Jenis ini laku di pasaran dunia yang dikenal dengan nama castor oil plant. Jenis ini berbuah sekali dalam setahun (semusim), dengan ciri buah muda berwarna hijau dan berubah coklat setelah tua. Buahnya berduri lemah seperti rambutan. Bijinya mengandung Glycoprotein yang bersifat racun dan orang sering menyebutnya Ricin.

2.Jarak Pagar/Cina (Jatropha curcas )

Jenis ini berbuah terus menerus (tahunan). Jenis jarak ini yang dianjurkan ditanam, yaitu:

– Asembagus 22 : kandungan minyak 55-57%

– Asembagus 60 : kandungan minyak 48-52%

– Asembagus 81 : kandungan minyak 51-54%

Komposisi biji jarak terdiri dari 20% kulit dan 80% biji (daging), mengandung 40-60% minyak. Kandungan minyak mentahnya 32-48% dan sisanya adalah ampas.

  1. Penyiapan Lahan

Jarak pagar tumbuh subur pada lahan gembur dengan drainase yang baik. Pengolahan tanah umumnya dilakukan pada lahan bukaan baru. Sedangkan pada lahan garapan dapat langsung dilakukan pembuatan lubang tanam.

Kegiatan persiapan lahan meliputi: pembukaan lahan, pengajiran dan pembuatan lubang tanam. Lahan yang akan ditanami dibersihkan dari semak belukar terutama disekitar calon tempat tanam. Pengajiran dilakukan dengan cara menacapkan ajir bambu atau sebatang kayu. Jarak disesuaikan dengan populasi tanaman yang diharapkan. Umumnya jarak tanam 2 X 2 meter.

Sebelum melakukan pembibitan, sebaiknya kita siapkan media tanam untuk stek dan benih. Pertama, kita pisahkan tanah dengan batu-batuan dengan cara diayak. Setelah itu kita campurkan dengan pupuk kandang dengan perbandingan 1 banding 1. Aduk hingga tanah dengan pupuk kandang menyatu. Berikutnya siapkan polibek yang telah diberi lubang. Kemudian masukan tanah yang telah dicampur pupuk kandang.

  1. Pembibitan

Bahan tanam dapat berasal dari stek maupun benih. Jika menggunakan stek, dipilih batang yang cukup berkayu. Bibit dari stek usianya kurang lebih 5 tahun. Stek yang dipilih adalah stek pucuk. Ukuran diameternya lebih dari 2,5 cm. Panjang yang diambil sekitar 30 cm. Warna stek sudah keabu-abuan. Dan sudah memiliki batang yang kuat di dalamnya.

Stek kemudian dipotong sepanjang 30 cm. Stek yang telah dipotong kemudian ditanam dalam polibek.

Sedangkan bibit dari benih dipilih dari biji yang cukup tua, yaitu diambil dari buah yang telah masak, biasanya berwarna hitam.

Buah yang baik biasanya berwarna kuning serta bebas dari serangan penyakit. Biji di dalamnya dikeluarkan, kemudian dianginkan di rak pengering selam 3 sampai 4 hari. Sehingga meninggalkan kadar air 7 sampai 9%. Selanjutnya biji-biji tersebut direndam di dalam air selama 24 sampai 30 jam. Biji-biji yang tenggelam dipisahkan dari biji-biji yang mengapung.

Selanjutnya biji-biji yang tenggelam siap disemai. Biji yang mengapung, diteruskan perendamannya sampai 30 jam. Selanjutnya, biji-biji yang masih mengapung kita afkir. Biji-biji yang terpilih kemudian ditanam dalam polibek sedalam 1 cm. Posisi bagian lembaga berada di bawah. Setelah disemai kemudian ditutup kembali dengan tanah, lalu disiram.

Sebaiknya penyemaian dilakukan pada sore hari atau pagi hari sehingga tidak kena sengatan matahari. Empat hari kemudia akan muncul lembaga. Secara bertahap kemudian akan keluar daun. Daya tumbuh biasanya diatas 90%.

  1. Penanaman

Penanaman dilakukan pada lubang yang telah dibiarkan selama 2 sampai 3 minggu pada awal musim hujan. Agar bibit tidak membusuk campurlah tanah dengan pupuk kandang dan pupuk buatan yang telah disiapkan. Lalu masukan ke dalam lubang tanam.

Potong polibek tempat bibit bagian bawah dan buatlah irisan sampai ujung. Kemudian masukan bibit pada lubang tanam. Lalu timbunlah dengan sisa tanah yang ada di permukaan. Padatkan dengan tanah sekitar permukaan dan dibuat cembung.

Pemangkasan pertama dilakukan setelah tanaman mencapai ketinggian 1 meter untuk merangsang pertumbuhan cabang. Pemangkasan dilakukan pada cabang yang telah berkayu atau berwarna kecoklat-coklatan dan menyisakan ketinggian tanaman sekitar 30 cm di atas permuakaan tanah. Pemangkasan yang dilakukan secara teratur akan membentuk tajuk seperti payung dan akan meningkatkan produksi tanaman.

4. Penyiraman

Pada awal pertumbuhan, tanaman sangat peka terhadap kekurangan air. Oleh karena itu perlu diari secukupnya. Pada musim kemarau, tanaman disiram 5 sampai 6 hari.

Untuk mengendalikana hama tanaman, lakukan penyemprotan dengan obat-obatan yang ramah lingkungan.

Tanaman jarak pagar mulai berbunga pada umur 3 sampai 4 bulan. Sedangkan pembentukan buah pada umur 4 sampia 5 bulan. Pemanenan dilakukan setelah buah cukup masak. Cari buah yang telah berwarna kuning dan biasanya mulai mengering. Buah biasanya masak pada usia 5 sampai 6 bulan.

Cara memanen buah yang telah masak dipetik dengan tangan atau dengan gunting.

Produktivitas tanaman jarak biasanya berkisar 3,5 sampai 4 kilogram per pohon pertahun. Produktivitas akan stabil setelah tanaman berumur di atas 1 tahun.

Buah jarak yang telah dipanen kemudian dikupas kulitnya, bisa dilakukan dengan tangan maupun dengan mesin pengupas.

5. Pengolahan

Biji jarak yang telah dikupas dan dikeringkan dapat diolah untuk menghasilkan minyak pasar dengan cara diperas dengan alat bantu. Sehingga diperoleh minyak yang diinginkan dan dapat digunakan sebagai bahan bakar.

 

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.