Budidaya Tanaman Kapas

BUDIDAYA KAPAS

  1. SYARAT TUMBUH
  2. Tanah subur, lempung berpasir dan lempung berliat
  • pH tanah 5,5 – 6,5
  • topografi relatif datar, dataran tinggi 200-600 dpl
  • kelembaban cukup perkecambahan
  • bebas naungan
  1. Iklim
  • Curah hujan 600 – 1100 mm selama 5-6 bulan
  • Penyiraman minimal 5-6 jam/hari
  • Suhu optimal 25-29°C.
  1. WAKTU TANAM

Waktu tanam untuk tanaman kapas ada 2 yaitu :

  1. TMP (Tanam Musim Penghujan)

Pelaksanaan penanamanyang hanya mengandalkan air hujan, biasanya untuk penanaman dilahan marginal, dan tegalan. Bulan tanam yaitu bulan Desember – Bulan Februari.

  1. TMK (Tanam Musim Kemarau)

Pelaksanaan penanaman di lahan sawah tadah hujan. Biasanya ditanam pada bulan                    April – Bulan Mei.

 

  1. JARAK TANAM

Jarak tanam biasanya disesuaikan dengan keadaan masing masing wilayah. Berikut ini jarak tanam yang dianjurkan sesuai dengan tingkat kesuburan lahan :

  • Untuk lahan dengan tingkat kesuburan tinggi jarak tanamnya 40 cm x 100 cm
  • Lahan dengan tingkat kesuburan sedang jarak tanam yang dianjurkan yaitu 30 x 90 cm
  • Sedangkan untuk lahan dengan tingkat kesuburan rendah / lahan kurang subur jarak tanam 30 x 80 cm

Di Kabupaten Grobogan jarak tanam yang digunakan yaitu 40 cm x 90 cm.

  1. FASE PERTUMBUHAN
  2. Fase I :   Fase Vegetatif terjadi dari 0 – 35 hst
  3. Fase II :   Fase Pembungaan terjadi pada saat tanaman berumur 35 – 65 hst
  4. Fase III :   Fase Pembuahan terjadi pada saat tanaman berumur 65 – 105 hst

Buah pertama sampai dengan buah mekar semua pada saat tanaman

berumur 105 – 140 hst.

  1. CARA TANAM

Tanah ditugal / dibuat lubang tanam dengan jarak tanam disesuaikan dengan keadaan lahan setempat, kemudian masukkan benih kedalam lubang tersebut.

  1. PEMUPUKAN
  2. Waktu Pemupukan
  • Pemupukan I :   dilaksanakan pada saat tanaman berusia 3-4 minggu setelah tanam. Pupuk yang diaplikasikan yaitu pupuk N : 50 Kg/Ha, pupuk P : 75 Kg/Ha, dan pupuk K : 50 Kg/Ha.
  • Pemupukan II :   dilaksanakan pada saat tanaman berusia 6-8 minggu setelah tanam. Pupuk yang diaplikasikan yaitu pupuk N sebanyak 100 Kg/Ha.
  1. Dosis Pemupukan
  • Urea :   150 Kg/Ha
  • SP-36 :   100 Kg/Ha
  • KCl :   100 Kg/Ha
  1. Cara Pemupukan
  • Ditugal, yaitu dengan cara membuat lubang yang berjarak 5-10cm dari tanaman, dengan kedalaman kurang lebih 5-7cm. Kemudian masukkan pupuk kedalam lubang dan urug dengan tanah.
  • Kocoran, yaitu dengan cara mencampur pupuk dengan air dan kemudian disiramkan pada tanah dengan jarak 5-10cm dari tanaman. Cara kocoran ini direkomendasikan apabila lahan kesulitan air.
  1. PEMANGKASAN

Dilakukan pada saat jumlah cabang telah mencapai 8-10 batang. Hal ini dengan tujuan yaitu :

  1. Memperbanyak bunga/boll/buah
  2. Memperpendek umur tanaman sehingga prosespanen lebih cepat
  3. Buah yang dihasilkan besar-besar
  4. Mempermudah perawatan
  5. OPT & PHT
  6. Hama dan penyakit utama tanaman kapas
  • Hama Utama
  1. Pectinophora : menyerang biji/buah/bunga sehingga bunga tidak dapat mekar sempurna/bunga roset dan gugur.
  2. Helicoverpa armigera : menyerang bunga dan buah, meninggalkan lubang hitam pada buah.
  3. Sundapterix biguttula / Empoasca / Amrasca : menghisap klorofil dengan ciri menguning pada ujung daun, mengkerut, coklat dan rontok.
  4. Eareas vittella : merusak pucuk tanaman dan buah dengan cara menggerek, serangan meningkat pada kondisi kering.
  5. Bemicia tabacci : berwarna putih seperti gulali/lengket berada di bawah daun, menghisap jaringan daun muda sehingga mengkerut.
  6. Bapak pucung : menghisap biji kapas/buah/cairan buah yang sedang berkembang dan sudah matang, kotoran dari bapak pucung mengakibatkan serat kapas berwarna kuning.
  • Penyakit pada tanaman kapas
  1. Busuk arang (penyebabnya adalah jamur)

Ciri-ciri tanaman yang terkena busuk arang yaitu daun kuning, layu mengering, batang berwarna coklat dan jika dicabut akar berwarna hitam.

  1. Rebah kecambah (penyebabnya jamur)

Yang diserang adalah tanaman muda

  1. Busuk buah (penyebabnya adalah gigitan serangga)
  2. Hawar daun (oleh Xantomonas competris)

Bercak kecoklatan pada daun, cairan hitam kecoklatan pada tulang daun.

  1. Pengendalian Hama Terpadu (PHT)
  • Pestisida Nabati
  • Musuh alami (predator, parasit/parasitoid, patogen)
  • Penggunaan varietas tanah OPT
  • Sanitasi (untuk pectinopora apabila ada bunga roset maka segera cabut tanaman dan di bakar)
  • Pestisida kimia
  1. PANEN
  2. Kriteria panen
  • Buah mekar sempurna dan kering
  • Kulit buah berwarna coklat
  • Kadar air ± 12%
  1. Waktu panen
  • Jika 5-6 buah atau 60% dari buah yang terbentuk sudah merekah sempurna
  • Sebaiknya dilakukan pada saat terik matahari yaitu sekitar jam 10-11 pagi
  1. Cara panen
  • Ambil serat yang telah kering
  • Pisahkan serat bersih/putih dengan serat kotor (abu-abu/kuning)
  • Jemur hingga Kadar Air 7%
  • Masukkan ke dalam kantong, tidak dianjurkan menggunakan kantong/karung plastik karena seratnya dapat mengotori serat kapas. Serat plastik tidak menyerap warna sehingga benang yang dihasilkan ditolak oleh industri tekstil.
  • Buah kapas tidak boleh disimpan/dipanen dalam keadaan basah. Karena serat dapat rusak dan ditumbuhi jamur.
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *