Budidaya Tanaman Tembakau

BUDIDAYA TANAMAN TEMBAKAU

  1. TEKNIK PELAKSANAAN
  2. Benih

Benih yang ditanam merupakan benih bina varietas local ( jenis Crumpung).

  1. Pesemian/Pembibitan
  2. Lahan yang dipergunakan
  • Bukan bekas dari tanaman tembakau.
  • Lahan terbuka, sinar matahari yang cukup.
  • Tanah subur.
  • Dekat sumber air.
  • Daya mengikat air baik, drainase baik.
  • Jauh dari gulma yang menjadi inang penyakit
  1. Pengolahan Tanah
  • Tanah dicangkul/dibajak, kemudian dibiarkan 1 – 2 minggu, digemburkan dan dibuat bedengan-bedengan.
  • Bedengan dengan ukuran lebarpermukaan 1 meter, lebar bagian datar 1,25 m, tinggi 20 – 25 centimeter, jarak antar bedengan 1 – 1,25 meter.
  • Dibuat saluran air keliling, untuk membuang kelebihan air dengan lebar 30 centimeter.
  • Tanah Permukaan bedengan dicacah, sehingga menjadi bungkahan kecil, permukaan disiram air dengan mengunakan gembor agar tanah mampat sehingga apabila benih ditagur tidak masuk terlalu dalam.
  1. Naungan

Penaung/atap terbuat dari plastik dibuat tinggi bagian timur 100 – 125 sentimeter, sisi barat 50 – 80 sentimeter. Atap dari plastik dibuat lengkung dengan tinggi bagian tengah 50 – 60 sentimeter.

  1. Pemupukan

Dilakukan dengan SP-36 dan ZA dengan dosis

  • SP-36 = 35 – 75 gram/m2, diberikan 4 – 5 hari, sebelum benih disebar.
  • ZA = 35 – 70 gram/m2, diberikan 2 – 3 hari sebelum benih disebar.
  1. Desinfeksi

Dilakukan penyiraman 1 liter larutan terisi 2 % ( 20 gram lisol dilarutkan ke dalam 1 liter air) setiap 1 m2 bedengan, atau dengan cara lain.

  1. Penaburan

Penaburan benih tembakau ke bedengan dilakukan dengan mengkecambahkan benih tembakau terlebih dahulu,dalam cawan adengan memberi sedikit air, setelah 3 hari berkecambah, kemudian ditaburkan kebedengan dengan dilarutkan didalam air atau dicampur pasir halus/abu, dibutuhkan bedengan pembenihan seluas 2 m2.

  1. Penyiraman

Penyiraman dilakukan selam 7 hari secara intensif 3 hari sehari                  ( pagi, siang dan sore hari)

  1. Penjarangan

Dilakukan bila pertumbuhan bibit terlalu rapat pada umur ± 12 hari, setelah penaburan benih.

  1. Pengendalian Hama dan Penyakit

Dilakukan dengan insektisida/fungisida setiap 5 – 7 hari, sampai umur 40 hari

  1. Pencabutan Bibit

Pencabutan bibit dilakukan pada umur 40 – 45 hari setelah sebar, yaitu berdaun 4 – 6 helai, tinggi 13 – 15 cm, sehari sebelum bibit dicabut bedengan disiram sampai kenyang hingga tanah menjadi gembur, 1 jam sebelum dicabut, bedengan disiram air lagi. Pencabutan dilakukan pagi hari, di pilih bibit yang segar, murni, sehat dan terbesar.

  1. Penanaman

Penanaman di lahan dengan jarak tanam 50 x 60 cm, penanaman dilakukan sore hari mulai pukul 14.00. Dibuat lubang tanam dan disiram sebelum dan sesudah tanam. Apabila cuaca panas, bibit yang baru ditanam sebaiknya dikerudung/dinaungi, agar tidak terkena sinar matahari langsung.

  1. Pemeliharaan Tanaman
  2. Penyiraman

Dilakukan pagi dan sore hari selama 7 hari setelah tanam dan pada umur 7 – 25 hari, penyiraman dilakukan 3 hari sekali, pada umur 25 – 45 hari penyiraman 7 – 10 hari sekali, pada umur 45 – 65 hari, penyiraman 3 – 5 hari sekali, umur lebih 65 hari tidak perlu disiram, kecuali sangat kering. Volume untuk penyiraman selalu ditambah makin panjang umur tanaman.

  1. Penyulaman

Penyulaman tanaman dilakukan pada umur 7 – 21 hari, untuk menganti tanaman disela-sela tanaman yang mati, bibit tanaman sulaman diambil dari bibit yang telah disiapkan.

  1. Pemupukan

Pemupukan dilakukan dengan dosis yang dianjurkan adalah SP 36 : 100 Ka/Ha, ZA : 150 Kg/Ha, NPK/Ponska : 150 Ka/Ha.

  1. Dangir dan bumbun

Dilakukan pada umur 15 hari, dengan menggunakan kecrik dan membumbun ke pangkal tanaman. Pada umur 30 hari sama dengan dangir yang pertama tetapi lebih dalam, pada umur 45 hari dengan membumbun tanaman dan memperbaiki gulud.

  1. Pembuangan Tunas Ketiak/wiwil

Dilakukan dengan membuang tunas ketiak yang tumbuh secara  periodic setiap 5 hari, selain sirung daun pada pangkal karangan bunga sejumlah 2 – 3 lembar, juga dibuang agar tidak sebagai sarang hama.

  1. Pengendalian Jazat Penganggu
  • Gulma yang tumbuh dicabut bersamaan pendangiran.
  • Hama yang sering menyerang adalah Spodoptera litura dan Heliothis Sp. Menyerang daun dan buah. Dikendalikan dengan mekanis (diambil dengan tangan) atau dengan insektisida. Disamping hama tersebut diatas ada hama penghisap daun (Aphis Sp) dapat dikendalikan dengan insektisida.
  • Pengendalian penyakit yang sering menyerang adalah Phythopthora nicotienal (jamur) dan Pseudonomas solanacearum (bakteri) pengendaliannya segera dicabut dan dibakar.
  1. Panen
  • Cara panen dilakukan dengan cara pungut daun
  • Pemetikan daun dilakukan perlembar menurut tingkat kemasakannya
  • Perlakuan pemetikan daun yaitu dengan cara dipretel dengan tangan
  • Pemetikan selanjutnya dilakukan selang 3-5 hari
  • Sekali petik, hanya 2-4 helai daun tiap tanaman.

 

  1. Saat Panen
  • Saat panen yang terbaik adalah pagi (06.00-10.00) atau sore hari (14.00-17.00)
  1. Perajangan
  • Pemeraman 2-4 hari (daun berwarna kuning)
  • Gagang daun dibuang sepanjang ¾ bagian dari pangkal gagang
  • Perajanagn pada pagi hari (jam 06.00-06.30) dan segera dijemur
  1. Pengeringan
  • Dengan cara pengeringan matahari
  • Tembakau rajangan ditata dalam wadah (rigen)
  • Tembakau yang telah kering di embun-embunkan agar lemas
  • Tembakau disimpan dalam keranjang-keranjang yang bagian dasar dan tepinya diberi alas pelepah pisang yang kering. Penyimpanan ini sekaligus merupakan fermentasi dan aging untuk mengubah warna, aroma dan rasa.
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.