Bulog Serap Gabah Petani

Kamis 07 April 2016 ,Kadinas Pertanian TPH Kabupaten Grobogan Ir.Edhie Sudaryanto,MM bersama Dandim 0717/ Purwodadi Letkol Jan Piter Parningotan Gurning di dampingi Pasiter Kodim 0717 Kapten.Arh Busono, Kabid Usaha Pertanian dan SDM Dr. Sunanto, S.ST, MP dan Kabid Sarpras Pertanian Ir. Tri Retno Indriati, MP bersama-sama melakukan Monitoring lokasi panen di wilayah Kecamatan Gubug dan Kecamatan Godong serta meninjau Gudang Milik Gapoktan dalam rangka menyukseskan program Serbu Serap Gabah (SERGAP) yang diliris oleh Menteri Pertanian Dr.Ir.H Andi Amran Sulaiman,MP baru-baru ini.

Kadistan TPH Edhie Sudaryanto,MM memita PPL dan THL TBPP untuk terus meningkatkan kinerjanya dengan menyediakan data valid mengenai lokasi sawah yang akan dipanen. “Penyuluh kemarin sudah diperintahkan (Menteri Pertanian) bahwa mereka yang akan diangkat menjadi pegawai negeri, kontraknya wajib hukumnya dia menyerap (gabah petani) rata-rata bisa 3.000 ton, Silakan Bulog dibeli dengan harga pas. Tidak ada tengkulak, tidak ada middle man.”

 

Masa panen raya pada bulan maret dan april merupakan waktu strategis bagi bulog untuk pengadaan beras dari dalam negeri. Kondisi saat ini Bulog di lapangan sangat lambat melakukan pembelian gabah petani.  “ Diperlukan langkah cepat dan komitmen bersama untuk dapat menyerap hasil panen gabah petani agar tidak dimanfaatkan tengkulak yang memainkan harga gabah. “ tegas Kadin.

Komandan Kodim 0717/ Purwodadi  Jan Piter Parningotan Gurning menghimbau seluruh petani, supaya menjual gabah ke Bulog. Dandim meminta seluruh Satgas Serap bergerak dan memaksimalkan penyerapan gabah oleh petani. Satgas Serap Gabah bergerak di tingkat petani selalu hadir disetiap areal panen dan eksekusi beli dengan harga yang disepakati. ”Jika Bulog macam-macam, segera laporkan Dandim atau Satgas Serap ” tegasnya.

Menurut Harmoko Koordinator THL TBPP Kabupaten Grobogan , meski sudah ada instruksi dari Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman yang meminta Bulog menyerap gabah petani tanpa syarat, namun kenyataan di lapangan masih ada brosur dari Bulog yang masih mensyaratkan dalam pembelian petani. Antara lain diharuskan untuk bermitra dan ada batasan kadar air.

Hal senada dibenarkan Imam juga THL TBPP sudah mendukung penyerapan gabah petani oleh Bulog. Namun sayangnya ketika petani sudah didorong, justru gabah petani banyak ditolak dengan alasan yang bermacam-macam. “Penyuluh-penyuluh di Kabupaten Grobogan  sudah siap, kami tinggal menunggu dukungan Bapak sepenuhnya. Sekarang petani sudah siap, penyuluh sudah siap, tinggal ada yang ngoyak-ngoyak dari bulog,” katanya. ( bonie )

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *