Bupati Sri Sumarni Pimpin Rakor KP3 di Pendapa Kabupaten

Anggota Komisi Pengendalian Pupuk dan Pestisida (KP3) Grobogan menggelar rapat koordinasi di pendapa kabupaten, Kamis (18/5/2017). Pelaksanaan rakor dibuka dan dipimpin langsung Bupati Grobogan Sri Sumarni. Terlihat pula Sekretaris Daerah Moh Sumarsono yang juga menjabat sebagai Ketua KP3 Grobogan dan para anggota KP3 hingga level kecematan. Tampak pula, Pemimpin Cabang BRI Purwodadi Agung Nugraha, Kabid Penyuluhan dan Sarana Pertanian Dinas Pertanian Grobogan Ir.Latifawati, perwakilan dari Disperindag, bagian perekonomian, penyuluh, produsen dan distributor pupuk.

Dalam rakor tersebut, pembahasan utama fokus mengenai masalah kartu tani. Dimana, meski sebagian besar sudah disalurkan tetapi masih terdapat kendala sehingga penggunaan kartu tani belum bisa dilakukan optimal.

Jumlah penerima kartu tani keseluruhan ada 170.892 petani. Sampai akhir April sudah tersalurkan 163.204 kartu tani.

Sebagian besar penerima masih banyak yang belum bisa menggunakan kartu tani untuk penebusan pupuk. Penyebabnya, ada yang terkendala teknis sarana dan prasarana pendukung. Kemudian, belum diaktivasinya kartu tani sehingga tidak bisa digunakan transaksi. Selain itu, banyak yang tidak bisa mengoperasikan kartu pada alat gesek elektronik.

Terkait dengan kondisi di lapangan, Bupati Sri Sumarni meminta agar untuk sementara, petani yang sudah punya kartu tani masih bisa menebus secara tunai seperti sebelumnya. Nanti, jatah pupuk petani harus dicatat sehingga datanya jelas.

“Jadi, sambil jalan, bisa pakai penebusan seperti biasa dulu. Nanti pengecer wajib mencatat transaksinya untuk dilaporkan ke dinas pertanian dan admin kartu tani,” katanya.

Menurut bupati, penggunaan kartu tani untuk menebus pupuk bersubsidi merupakan sebuah kebijakan baru. Jadi, memang butuh waktu bagi para petani untuk bisa menggunakan kartu tani yang pengoperasiannya berbasis teknologi tersebut.

Solusi lain yang perlu dilakukan adalah menyiapkan kecamatan untuk dijadikan pilot project penyaluran pupuk dengan kartu tani. Dengan adanya desa pilot project maka akan memudahkan untuk mengevaluasi kendala yang dihadapi dalam penggunaan kartu tani. Disamping itu, petani kecamatan lainnya juga lebih mudah jika ingin melihat seperti apa proses penebusan pupuk dengan menggunakan kartu tani.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *