HARAPAN BARU DI PEMERINTAHAN YANG BARU

Indonesia telah memiliki seorang pemimpin baru, Presiden Joko Widodo, dengan segenap hiruk pikuk proses politiknya. Presiden ketujuh negeri yang kaya raya ini pun juga sudah menyusun perangkat kerja yang diberi nama “Kabinet Kerja”.

Sesuai dengan namanya, maka mindset yang ditanamkan oleh presiden kepada seluruh tim kabinetnya adalah “kerja, kerja, dan kerja”. Tidak ada waktu lagi untuk bersantai atau sekedar duduk sejenak ‘menikmati’ kursi baru seorang menteri, semua diminta langsung bekerja sebagai sebuah tim yang membawa visi misi presiden, bukan visi misi masing-masing kementerian, dan melepaskan egosektoral yang kerapkali menjadi penghalang.

Pun demikian untuk urusan pertanian. Presiden Jokowi telah mempercayakan Amran Sulaiman untuk mengomandani salah satu sektor penting di Indonesia ini. Amran sendiri memiliki latar belakang sebagai seorang pengusaha. Ia merupakan pendiri dan CEO Tiran Group yang memiliki berbagai macam usaha, mulai dari pabrik gula, kebun kelapa sawit, hingga pertambangan.

Di awal kerjanya, Amran pun langsung menargetkan Indonesia harus bisa berswasembada pangan dalam empat tahun ke depan. Menurutnya, dengan melakukan akselerasi program-program yang ada, maka komoditas pangan utama, yaitu: beras, jagung, kedelai, dan gula, akan mampu berswasembada dalam waktu tiga atau empat tahun.

Untuk mencapai target itu, Amran menekankan pada sejumlah hal yang akan menjadi kuncinya. Di antaranya adalah: penyediaan lahan, peningkatan infrastruktur irigasi, penyediaan pupuk dan bibit, serta aspek pascapanen yang menyangkut kepastian pasar.
Selain itu, peran penyuluh dalam pengawalan dan penyampaian teknologi kepada petani juga akan lebih ditingkatkan. Menurut Kepala Badan Penyuluh dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian, Winny Dian Wibawa, idealnya terdapat satu penyuluh untuk satu desa yang akan melatih dan membina kelompok tani yang ada di masing-masing desa.

Meski demikian, pekerjaan untuk memajukan pertanian merupakan tanggung jawab semua stakeholder, bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Oleh karena itu, pemerintah perlu mengajak semua stakeholder, mulai dari petani (baik skala kecil maupun skala perkebunan), pengusaha sarana produksi pertanian (benih, pupuk, pestisida, mekanisasi pertanian), collector, hingga para akademisi, dalam sebuah koordinasi rutin untuk bersama-sama bergerak memajukan pertanian Indonesia.

Semoga dengan pemerintahan yang baru dengan kabinet kerjanya itu, sektor pertanian Indonesia yang menjadi tulang punggung kebutuhan pangan rakyatnya bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Bukan hanya sekedar mandiri, tapi juga bisa berdaulat dalam hal pangan.

Terlebih lagi, Indonesia sendiri melalui Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara atau Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) telah meratifiksi pembentukan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau ASEAN Economic Community (AEC) pada tahun 2015. Dengan diberlakukannya MEA/AEC itu maka akan tercipta pasar tunggal regional yang di dalamnya terdapat arus bebas lalu lintas barang, jasa, investasi, dan modal. Pergerakan pelaku usaha dan tenaga kerja pun juga akan bebas, tidak ada lagi sekat antar negara di kawasan ASEAN.

Sektor pertanian sendiri yang masuk dalam 12 sektor prioritas dalam implementasi AEC 2015 dituntut untuk bisa memiliki daya saing yang lebih tinggi agar bisa bersaing dan memanfaatkan peluang sekaligus keuntungan dari AEC itu sendiri. Pembangunan pertanian dituntut lebih masif lagi untuk mendongkrak kapasitas produksi, kualitas pengetahuan, dan permodalan agar Indonesia tidak bergantung pada impor. Petani sendiri selayaknya harus mendapat perlindungan dengan menerapkan tarif maksimal untuk produk-produk impor. Selamat bekerja Pak Presiden, selamat bekerja Bapak Menteri Pertanian!!.

 Majalah Abdi Tani edisi 54

Beras Hitam, Nasinya bercitarasa Bangsawan

small_65beras-hitam

Beras hitam ini memiliki nama berbeda-beda, tergantung dimana beras hitam tersebut berada. Di Solo, dikenal dengan Beras  Wulung, di Sleman dengan nama Cempo Ireng atau Beras Jlitheng, di Bantul disebut Beras Melik dan di kawasan  Cibeusi  Subang, beras ini dikenal Beas Gadog. Jaman dahulu konon, hanya petani istimewa saja yang ditunjuk  untuk menanam beras ini, karena khusus untuk keluarga kraton saja. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Yogyakarta siap untuk

Baca Selengkapnya

Cara Pembibitan Bunga Mawar Yang Benar

5mawar

Dalam budidaya bunga mawar , agar usaha berhasi tentunya banyak hal yang harus diperhatikan dalam budidaya mawar tersebut. salah satunya adalah proses pembibitan bunga mawar. Dalam pembibitan bunga mawar ini harus deperhatikan agar tanaman mawar tersebut dapat tumbuh bunga dengan baik. Nah berikut adalah cara pembibitan bunga mawar dengan baik.

PEMBIBITAN

Persyaratan Bibit Supaya biji tumbuh dengan baik

Baca Selengkapnya

Khasiat Bunga Melati

10melati

Nama Latin : Jasminum sambac, Ait. Nama Daerah : Melur (Jawa), Malati (Sunda), Malate (Madura), Menuh (Bali) . Habitat : Ditanam sebagai tanaman hias, juga tumbuh bebas di hutan. Deskripsi : Melati (jasminum sambac) termasuk tanaman yang mempunyai banyak manfaat. Bunganya berwarna putih mungil dan berbau harum, sering digunakan untuk berbagai kebutuhan. Melati, dapat

Baca Selengkapnya

Buah Durian dan Manfaatnya Bagi Kesehatan

21durian

Buah durian dikenal dengan rasanya yang enak dan baunya yang harum menggugah selera. Ternyata bukan hanya enak, buah durian ini mengandung banyak khasiat untuk tubuh kita. Manfaat buah durian bagi kesehatan dapat kita pergunakan untuk pengobatan dan pencegahan dari beberapa penyakit.

Buah durian mengandung fosfor dan zat besi 10 kali lebih besar daripada yang terdapat dalam buah pisang. Kandungan gizi tiap 100 gram buah durian adalah 67 gram air, 2,5 gram lemak, 28,3 gram

Baca Selengkapnya

Padi

small_57padi

Padi merupakan komoditas pangan utama, yang sangat strategis, karena menyangkut kebutuhan pokok sebagian besar masyarakat Indonesia yaitu beras.  Kebutuhan beras dalam negeri untuk saat ini belum bisa tercukupi dari produksi sendiri, sehingga masih harus dipenuhi dengan impor. Kondisi ini tentu saja beresiko terhadap ketahanan pangan nasional. Adanya fenomena perubahan iklim, serta alih fungsi menyebabkan menurunnya produksi yang berdampak pada resiko ketersediaan pangan nasional.

<p style="text-align

Baca Selengkapnya

Jagung

small_36jagungPengembangan sentra tanaman pangan merupakan salah satu strategi kunci dalam memacu pertumbuhan ekonomi pada masa akan datang, salah satu strategi yang dilakukan dalam upaya memacu peningkatan produksi dan produktivitas usaha tani jagung adalah dengan mengintegrasikan antar sektor dan antar wilayah dalam pengembangan usaha pertanian

Komoditas jagung memiliki peranan pokok sebagai pakan dan industri dalam negeri yang setiap tahunnya meningkat seiring dengan perkembangan industri pakan dalam negeri

Kabupaten Grobogan sebagai penghasil jagung terbesar di Jawa Tengah. Dengan rata-arata produksi lima tahun terakhir mencapai 597.624 ton, per tahun, dengan rata-rata produktifitas 54,04 kwintal/Ha, Hal ini jika dilihat dari potensi hasil dan kondisi di laoangan masih terdapat kesenjangan yang tinggi.

Luas Panen, Produktivitas dan Produksi Jagung

Baca Selengkapnya

Kedelai

small_48kedelai

Kedelai genjah, berbiji besar dan berdaya hasil tinggi merupakan kombinasi sifat ideal yang banyak dicari para petani, varietas “Grobogan”  adalah salah satu varietas yang termasuk kategori tersebut sehingga menjadi pilihan para petani di Kabupaten Grobogan,

Adapun luas tanam, luas panen, provitas dan produksi kedelai  di Kabupaten  Grobogan 5 (lima) tahun terakhir sebagai berikut  Luas Tanam, Luas Panen, Produktivitas, Produksi Kedelai Tahun 2008 – 2012.

­No URAIAN 2008 2009 2010 2011 2012 2013
1 Luas Tanam (Ha) 24.352 25.193 26.794 25.217 19.743 15.606
2 Luas Panen (Ha)  37.422 18.604 32.893 7.350 27.170 18,57
3 Provitas (Ku/Ha) 20,03 24,34 23,76 20,27 23,97
4 Produksi (Ton) 74.968 45.289 78.164 14.899 65.114 28,975

Dari data diatas luas tanaman kedelai

Baca Selengkapnya

Kacang Hijau

small_84kacanghijau2

Kacang hijau merupakan tanaman yang tumbuh didaerah tropis dengan ketinggian tanah yang cocok untuk tanaman ini yaitu 500 m dpl. Kacang hijau ini memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari sebagai sumber bahan pangan berprotein nabati tinggi yaitu sekitar 24%. Kacang hijau memiliki kandungan protein yang cukup tinggi dan merupakan sumber mineral penting, antara lain kalsium dan fosfor. Sedangkan kandungan lemaknya merupakan asam lemak tak jenuh. Kacang hijau juga

Baca Selengkapnya

BUDIDAYA TOMAT

A. Pembibitan

1. Persyaratan Benih
Kriteria-kriteria teknis untuk seleksi biji/benih tanaman tomat adalah:
a) Pilih biji yang utuh, tidak cacat atau luka, karena biji yang cacat biasanya sulit tumbuh.
b) Pilih biji yang sehat, artinya biji tidak menunjukkan adanya serangan hama atau penyakit.
c) Benih atau biji bersih dari kotoran.
d) Pilih benih atau biji yang tidak keriput.

2. Penyiapan Benih  Pengadaan benih tomat dapat dilakukan

Baca Selengkapnya