BIOEKOLOGI HAMA PENYAKIT CABAI

Cabai besar merupakan tanaman dikenal mempunyai banyak serangan hama dan penyakit. Karena banyaknya hama dan penyakit serta besarnya kerugian yang ditimbulkannya, Petani selain mengalami gagal panen, juga harus mengeluarkan biaya pengendalian hama dan penyakit yang sangat tinggi. Di beberapa tempat di Jawa biaya pengendalian hama dan penyakit pada budidaya cabai besar intensif mencapai 30% dari seluruh biaya produksi. Hama dan penyakit pada tanaman cabai bukanlah sebuah hal yang

Baca Selengkapnya


Notice: Undefined variable: end in /storage/ssd1/267/1148267/public_html/wp-content/themes/enfold/framework/php/function-set-avia-frontend.php on line 694

Jajar Legowo Super Tingkatkan Produksi Padi

JAJAR LEGOWO (JARWO) SUPER MENINGKATKAN PRODUKSI  TANAMAN PADI

Upaya peningkatan produksi tanaman pangan, khususnya padi dengan perluasan areal tanam ternyata tak semudah membalikkan telapak tangan. Strategi peningkatan produksi dapat ditempuh melalui peningkatan produktivitas (intensifikasi) serta upaya-upaya peningkatan luas tanam, baik melalui peningkatan Indeks Pertanaman (IP) maupun perluasan lahan baku sawah.

Upaya-upaya tersebut masih memungkinkan dengan tersedianya berbagai inovasi dan teknologi hasil-hasil

Baca Selengkapnya

Budidaya Tanaman Tebu Giling

  1. PEMAHAMAN KARAKTERISTIK DASAR TANAMAN :
  1. Tumbuh sesuai kondisi lingkungan Tumbuh optimal pada wilayah yang memiliki perbedaan musim yang tegas (musim kemarau & penghujan) à daerah tropis
  2. Tanaman berperan sebagai prosesor yang sangat tergantung lingkungan (KETIDAKPASTIAN TINGGI)
  3. Tanaman memiliki nilai ekonomis pada umur tertentu
  4. Kerusakan yang terjadi pada tanaman tidak dapat diganti
  5. Hasil / produk tidak tahan disimpan lama

GULA DIHASILKAN DARI NIRA TEBU

  1. Pembentukan gula pada dasarnya dibentuk dari tanaman tebu / di On Farm
  2. Pabrik Gula hanya berperan sebagai pemroses nira tebu menjadi kristal gula ( kilang gula )
  3. Kristal gula yang dihasilkan merupakan sukrosa
  1. FASE PERTUMBUHAN TANAMAN TEBU
  • Fase Perkecambahan

                Pembentukan taji pendek & akar stek ( 1 – 5 minggu )

  • Fase Pertumbuhan Tunas

                Umur 5 minggu – 3,5 bulan

  • Fase Pertumbuhan Vegetatif (Pemanjangan Batang, Pertumbuhan Daun, & Akar)

                Umur 4 – 9 bulan

  • Fase Kemasakan / Generatif

                Pasca 9 bulan, masa pembentukan gula dalam batang hingga mencapai optimal

  • Fase Kematian

                Rendemen gula dalam batang berangsur menurun

  1. PEMBIBITAN
  2. Tujuan:

Menyediakan bahan tanam / bibit yang berkualitas sesuai kebutuhan luas tanam dan tepat waktu

  1. Standar Strata Kebun Bibit :
  • Kebun Bibit Pokok Utama (KBPU)
  • Kebun Bibit Pokok (KBP)
  • Kebun Bibit Nenek (KBN)
  • Kebun Bibit Induk (KBI)
  • Kebun Bibit Datar (KBD)
  1. Ciri-Ciri Bibit Yang Baik
  • Kadar air cukup
  • Mata bibit sehat
  • Umur cukup dengan kisaran 6-8 bulan
  • Ruas normal (tidak terjadi stagnasi)
  • Bebas hama & penyakit
  • Tingkat kemurnian tinggi
  • Bersertifikat
  • Varietas unggul – diskriminatif
  1. Ciri-Ciri Varietas Unggul Tebu
  • Produktivitas tinggi
  • Potensi rendemen tinggi
  • Tahan thd hama & penyakit
  • Tahan dikepras
  • Mudah diklentek
  • Tingkat pembungaan rendah

 

  1. UDIDAYA KEBUN TEBU GILING
  2. Pengolahan Tanah
  3. Persiapan Bibit
  4. Bibit ada beberapa macam diantaranya bibit bagal, rayung & pucuk Yang dipakai adalah bibit bagal
  5. Untuk mencegah penularan kuman, bakteri, & penyakit lainnya; bibit diberi perlakuan HWT (Hot Water Threatment)
  6. Pemotongan bibit harus menggunakan lysol sbg desinfektan untuk menghindari penularan penyakit khususnya penyakit
  7. Untuk keseragaman tanaman agar dipisahkan bibit bagal yang berasal dari bibit atas (ruas 9 – 14) & bibit bawah (ruas 15 – 20)
  8. Penanaman
  • Masa tanam optimal adalah bulan Mei- Juli. Di luar bulan tsb

      

Baca Selengkapnya

Budidaya Tanaman Wijen

Waktu tanam. Untuk lahan kering dimusim hujan yaitu wilayah yang bercurah hujan pendek dengan tipe iklim D4, E3, dan E4, wijen ditanam pada awal musim penghujan agar tanaman tidak mengalami hambatan suhu tanah, ketersediaan air, dan jazad pengganggu. Pada lahan sawah sesudah padi pertama (MK-1) atau padi kedua (MK-2) dimusim kemarau, wijen ditanam segera setelah tanaman sebelumnya dipanen. Jarak tanam Secara umum, wijen yang bercabang (Sbr

Baca Selengkapnya

Budidaya Tanaman Tembakau

BUDIDAYA TANAMAN TEMBAKAU

  1. TEKNIK PELAKSANAAN
  2. Benih

Benih yang ditanam merupakan benih bina varietas local ( jenis Crumpung).

  1. Pesemian/Pembibitan
  2. Lahan yang dipergunakan
  • Bukan bekas dari tanaman tembakau.
  • Lahan terbuka, sinar matahari yang cukup.
  • Tanah subur.
  • Dekat sumber air.
  • Daya mengikat air baik, drainase baik.
  • Jauh dari gulma yang menjadi inang penyakit
  1. Pengolahan Tanah
  • Tanah dicangkul/dibajak, kemudian dibiarkan 1 – 2 minggu, digemburkan dan dibuat bedengan-bedengan.
  • Bedengan dengan ukuran lebarpermukaan 1 meter, lebar bagian datar 1,25 m, tinggi 20 – 25 centimeter, jarak antar bedengan 1 – 1,25 meter.
  • Dibuat saluran air keliling, untuk membuang kelebihan air dengan lebar 30 centimeter.
  • Tanah Permukaan bedengan dicacah, sehingga menjadi bungkahan kecil, permukaan disiram air dengan mengunakan gembor agar tanah mampat sehingga apabila benih ditagur tidak masuk terlalu dalam.
  1. Naungan

Penaung/atap terbuat dari plastik dibuat tinggi bagian timur 100 – 125 sentimeter, sisi barat 50 – 80 sentimeter. Atap dari plastik dibuat lengkung dengan tinggi bagian tengah 50 – 60 sentimeter.

  1. Pemupukan

Dilakukan dengan SP-36 dan ZA dengan dosis

  • SP-36 = 35 – 75 gram/m2, diberikan 4 – 5 hari, sebelum benih disebar.
  • ZA = 35 – 70 gram/m2, diberikan 2 – 3 hari sebelum benih disebar.
  1. Desinfeksi

Dilakukan penyiraman 1 liter larutan terisi 2 % ( 20 gram lisol dilarutkan ke dalam 1 liter air) setiap 1 m2 bedengan, atau dengan cara lain.

  1. Penaburan

Penaburan benih tembakau

Baca Selengkapnya

Budidaya Tanaman Serai

Syarat Tumbuh

Pertumbuhan tanaman serai wangi dipengaruhi oleh kesuburan tanah, iklim dan tinggi tempat diatas permukaan laut, dan tumbuh di berbagai tipe tanah baik didataran rendah maupun daratan tinggi sampai dengan ketinggian 1.200 m dpl, dengan ketinggian tempat optimum 250 m dpl.

Untuk pertumbuhan daun yang baik diperlukan iklim yang lembab, sehingga pada musim kemarau pertumbuhannya menjadi agak lambat.

Tanaman pelindung berpengaruh kurang baik terhadap produksi daun dan kadar minyaknya. Secara umum

Baca Selengkapnya

Budidaya Tanaman Kapas

BUDIDAYA KAPAS

  1. SYARAT TUMBUH
  2. Tanah subur, lempung berpasir dan lempung berliat
  • pH tanah 5,5 – 6,5
  • topografi relatif datar, dataran tinggi 200-600 dpl
  • kelembaban cukup perkecambahan
  • bebas naungan
  1. Iklim
  • Curah hujan 600 – 1100 mm selama 5-6 bulan
  • Penyiraman minimal 5-6 jam/hari
  • Suhu optimal 25-29°C.
  1. WAKTU TANAM

Waktu tanam untuk tanaman kapas ada 2 yaitu :

  1. TMP (Tanam Musim Penghujan)

Pelaksanaan penanamanyang hanya mengandalkan air hujan, biasanya untuk penanaman dilahan marginal, dan tegalan. Bulan tanam yaitu bulan Desember – Bulan Februari.

  1. TMK (Tanam Musim Kemarau)

Pelaksanaan penanaman di lahan sawah tadah hujan. Biasanya ditanam pada bulan                    April – Bulan Mei.

  1. JARAK TANAM

Jarak tanam biasanya disesuaikan dengan keadaan masing masing wilayah. Berikut ini jarak tanam yang dianjurkan sesuai dengan tingkat kesuburan

Baca Selengkapnya

Budidaya Tanaman Kapuk Randu

 

  1. PEMBIBITAN

Bibit kapuk dapat berasal dari biji atau stek. Penangkaran dengan biji didahului dengan persemaian. Pada pembuatan pesemaian kapuk yang penting adalah pengerjaan tanah. Permukaan bedengan dibuat merata dan pembuangan air mudah dilakukan, karena air yang menggenang berakibat fatal bagi tanaman yang masih muda. Jarak tanam di bedengan 20 cm x 20 cm dengan memakai 3 biji per lubang, kemudian setelah sebulan disisakan satu tanaman yang terbaik. Cara lainnya dengan disebar dalam bak-bak yang kemudian dipindahkan

Baca Selengkapnya

Budidaya Tanaman Kopi

 

  1. PENANAMAN

1.Jarak tanam

Jarak tanam untuk tanaman kopi bervariasi tergantung jenisnya.

Kopi Robusta (Coffea canephora) : 2,5 m x 2,5 m; 2,5 m x 2,75 m; atau 2,75 m x 2,75 m;

Arabika (Coffea arabica) : 2 m x 2,5 m atau 2,5 x 2,5 m;

  1. Lubang tanam

Pembuatan lubang tanam dilakukan 3 – 6 bulan sebelum penanaman, ukuran 60 x 60 x 60 cm atau 75 x75 x75 cm atau 100 xlOOxlOO cm. Lubang tanam ditutup 2 – 4 minggu sebelum tanam.

  1. Bibit siap tanam
  • Asal biji (zailing), umur < 1 tahun belum/sudah bercabang, atau sudah di stum

3 – 4 bulan;

  • Asal sambungan, umur 3 – 4 bulan atau umur 8 bulan
  • Asal setek, umur 8 – 1 0 bulan.
  1. PEMELIHARAAN
  2. Penyulaman

Penyulaman dilakukan untuk mengganti tanaman yang pertumbuhannya kurang baik atau

Baca Selengkapnya

Budidaya Tanaman Kenanga

Budidaya Bunga Kenanga

Pohon kenanga yang nama latinnya adalah Cananga odorata dapat mempunyai tinggi hingga 20 meter dengan diameter batang mencapai 70 cm. Bunga kenanga merupakan bunga majemuk dengan garpu-garpu. Tersusun menyerupai bintang yang terdiri atas 6 lembar daun bunga. Mahkota bunga berwarna kuning. Bunga ini mempunyai aroma wangi yang khas. Kenanga juga termasuk salah satu bunga yang mudah perawatannya.

Buah kenangan yang ikut terambil pada saat pemetikan bunga ternyata bisa dimanfaatkan

Baca Selengkapnya