BIOEKOLOGI HAMA PENYAKIT CABAI

Cabai besar merupakan tanaman dikenal mempunyai banyak serangan hama dan penyakit. Karena banyaknya hama dan penyakit serta besarnya kerugian yang ditimbulkannya, Petani selain mengalami gagal panen, juga harus mengeluarkan biaya pengendalian hama dan penyakit yang sangat tinggi. Di beberapa tempat di Jawa biaya pengendalian hama dan penyakit pada budidaya cabai besar intensif mencapai 30% dari seluruh biaya produksi. Hama dan penyakit pada tanaman cabai bukanlah sebuah hal yang

Baca Selengkapnya

Budidaya Tanaman Bawang Merah

BUDIDAYA TANAMAN BAWANG MERAH

  1. PEMILIHAN LOKASI

Pemilihan lokasi dilaksanakan dengan memilih daerah tanam di daerah budidaya sesuai persyaratan tumbuh bawang merah. Hal ini dilakukan untuk mencegah kegagalan dalam proses pertumbuhan dan produksi, serta dapat menghasilkan bawang merah yang optimal standar lokasi budidaya. Standar lokasi persyaratan tumbuh bawnag merah sebagai berikut :

  1. Untuk calon lokasi budidaya bawnag merah harus sesuai keadaan agroklimatologi seperti iklim, cuaca, angina,kelembaban, pH tanah (5,5-7) dengan keitinggian tempat sekitar 10 – 800m dpl serta suhu rata – rata + 22o C yang mengandung banyak humus dan bahan organic.
  2. Calon lokasi pertanaman dapat diketahuai batas lahan dan sumber air (irigasi dan drainase).
  3. PENENTUAN WAKTU TANAM

Waktu tanam ditentukan berdasarkan perkiraan datangnya musim hujan biasanya September s.d oktober atau pada musim marengan ( setelah

Baca Selengkapnya

Budidaya Tanaman Pepaya

Budidaya Tanaman Cabai

  1. Pemilihan Lokasi

Tanaman cabai mempunyai daya adaptasi yang cukup luas, namun demikian beberapa

Hal perlu memperhatikan lokasi yang tepat, yaitu:

  1. Ketinggian optima : 0 – 1.400 dpl
  2. Jenis tanah :Jenis tanah ringan – tanah berat
  3. PH rekomendasi :5,5 – 6,8
  4. pH optimum :6,0 – 7,0
  5. Suhu :18 – 27
  6. Suhu optimum :22 – 25
  7. Curah hujan :600 – 1.250 mm per tahun
  8. Kelembapan :60 – 80
  9. Penyediaan Benih

Penggunaan benih bermutu merupakan kunci utama untuk memperoleh hasil produksi

Cabai yang tinggi. Dan pertumbuhan tanaman yang seragam.

Yang perlu diperhatikan dalam pemilihan benih adalah antara lain:

  1. Gunakan varietas yang sudah dilepas oleh Mentri pertanian.
  2. Pilih benih bermutu tinggi (berdaya kecambah diatas 80% mempunyai vigor yang baik, murni, bersih dan sehat.)
  3. Pilih benih dengan daya adaptasi tinggi
  4. Pilih yang berlebel/sertifikat dan tidak kadaluarsa.
  5. Penyemaian

Tempat persemaian berupa bedengan berukuran lebar 1 m, diberi naungan atap plastik  Transparan, dan atap menghadap ke timur.

Media persemaian terdiri dari campuran tanah halus

Baca Selengkapnya

Budidaya Tanaman Melon

BUDIDAYA TANAMAN MELON

( CUCUMIS MELO)

  1. PEMBENIHAN

Memilih benih varietas hybrid (F1) yang memiliki daya adaptasi yang tinggi dengan agroklimat setempat dan memiliki pasar yang jelas.

  1. PEMBIBITAN
  2. Media tanam adalah tanah : pupuk kandang ( 2:1) dimasukkan ke polybag  ( 8cm x 10cm), diletakkan dalam sungkup ( ditempat terbuka dan sirkulasi udaranya baik).
  3. Sungkup terbuat dari rangka bamboo, bentuknya melengkung setengah lingkaran ( lebar 1 – 1 ,25m,tinggi 0,5-0,6m)
  4. Penyemaian benih , benih direndam air hangat kuku kurang lebih 40oC) dicampur fungisida propamokarb hidroklorida atau benomyl (benlate) selama 4 – 6 jam, ditiriskan, diletakkan di atas Koran basah (36 jam) pada suhu 25 – 30 o C (atau pemanasan lampu pijar jarak 30 cm dari benih.
  5. Benih dipindahkan ke lapangan setelah berumur 10 – 14 hari atau telah memiliki 2 – 3 pasang daun sejati.
  6. PENYIAPAN LAHAN
  7. Lahan dibersihkan dari sisa tanaman/sampah, lalu digemburkan (sedalam 20 – 30 cm), lahan dibiarkan/dikering anginkan (5 – 7 hari), lalu tanah dihaluskan dan dibiarkan 4 – 5 hari. Bedengan dibuat denagn panjang maksimum 15 m, tinggi 30 – 50 cm,lebar bedengan 100 – 120 cm,lebar parit 50 – 60 cm. pada musimhuajn, tinggi bedengan 50 cm agar perakaran tanaman tidak terendam air sewaktu hujan deres.
  8. Pemberian kapur dengan dosis disesuaikan dengan pH tanah (± 1,5 – 2,5 ton/ha). Pemberian pupuk dasar berupa pupuk kandang ( 20 ton/ha) dan pupuk anorganik ( ZA 250 kg/ha, SP-36 450 kg/ha dan KCL 250 kg/ha) dengan cara disebarkan secara merata, di aduk-aduk ke seluruh bedengan kemudian disiram air sampai basar merata.
  9. Mulsa plastic hitam-perak (lebar 100-125 cm) dipasang saat panas terik matahari agar mulsa memuai sehingga rapat menutup bedengan. Jarak lubang 45 cm x 60 cm atau 50 cm atau 60 cm x 70 cm. kegiatan ini dilakukan 1 minggu sebelum tanam.
  10. PENANAMAN DI LAPANGAN
  11. Sehari sebelum pindah tanam, bedengan direndam (dileb) agar bedengan basah atau lubang tanam disiram sampai basah apabila air tidak mencukupi. Penanaman dilakukan pada pagi hari sebelum jam 9 pagi atau sore setelah jam 15.30 untuk menghindari stres karena terik matahari.
  12. Sebelum tanam, media pada bibit disiram sampai basahagar media tidak pecah, pada saat polybag dibuka. Tingkat kelembaban tanah diusahakan tetap optimum. Penyulaman dilakukan sejak hari ke 5 sampai ke 7 setelah penanaman.
  13. Pengairan

Pengairan/penyiraman dapat dilakukan dengan dileb (direndam) sampai mencapai 2/3 bedengan atau disiram dengan menggunakan gembor apabila air tidak mencukupi pengairan/penyiraman.

  1. Sanitasi Kebun

Gulma yang tumbuh disepanjang parit di luar lubang tanam dibersihkan ninimal seminggu sekali,sedangkan peralatan yang digunakan dicuci sampai bersih,kering

Baca Selengkapnya

Budidaya Tanaman Terong

BUDIDAYA TANAMAN TERONG

(SOLANUM MELONGENA L)

  1. SYARAT TUMBUH

Terong merupkan tanaman semusim sampai dengan tanaman tahunan yang baik tumbuh di daerah tropis berhawa sejuk sampai pada ketinggian 1.200 m dpl. Pada saat pembentukan buah memerlukan cuaca panas, suhu 22 – 300C dan pertumbuhan akan terhenti pada suhu 170C.

  1. BENIH DAN PERSEMAIAN

Kebutuhan benih trong untuk satu hektar adalah 150 – 500 gr biji. Cara penyemaian biji : sebaiknya disebar agar tidak terlalu berdekatan dan bertumbuk saat benih tumbuh, biji ditutup kembali dengan

Baca Selengkapnya

Budidaya Semangka

  1. PEMILIHAN LOKASI

Untuk lebih memaksimalkan dalam membudidayakan sebaiknya pilih tanah yang cocok untuk pertumbuhan tanaman semangka ini. Tanah yang baik untuk menanam semangka harus memiliki keasaman tanah pH 5,5-6,5. Tetapi tanaman ini masih bisa tumbuh di bawah pH 5, sehingga tanaman ini dapat tumbuh di lahan gambut.

Tanah yang dipilih penanaman harus yang cukup gembur dan kaya bahan organik, apabila kita sudah dapat menentukan lahan yang akan di tanam, kemudian tanah diolah, seperti biasa halnya sebelum menanam

Baca Selengkapnya

Budidaya Pisang

  1. SYARAT TUMBUH

Dengna pertumbuhannya yang sangat cepat dan terus menerus, yang akan mengakibatkan hasil yang tinggi, pisang memerlukan tempat tumbuh di iklim tropik yang hangat dan lembap. Suhu merupakan factor utama untuk pertumbuhan.Di sentra-sentra produksi utamanya suhu udara tidak pernah turun sampai dibawah 150 C dengan jangka – waktu yang cukup lama.Suhu optimum untuk pertumbuhannya adalah sekitar 270  C, dan suhu maksimum 380 C. di dataran tinggi daerah ekuator, pisnag

Baca Selengkapnya

BUDIDAYA TOMAT

A. Pembibitan

1. Persyaratan Benih
Kriteria-kriteria teknis untuk seleksi biji/benih tanaman tomat adalah:
a) Pilih biji yang utuh, tidak cacat atau luka, karena biji yang cacat biasanya sulit tumbuh.
b) Pilih biji yang sehat, artinya biji tidak menunjukkan adanya serangan hama atau penyakit.
c) Benih atau biji bersih dari kotoran.
d) Pilih benih atau biji yang tidak keriput.

2. Penyiapan Benih  Pengadaan benih tomat dapat dilakukan

Baca Selengkapnya