Budidaya Tanaman Bawang Merah

BUDIDAYA TANAMAN BAWANG MERAH

  1. PEMILIHAN LOKASI

Pemilihan lokasi dilaksanakan dengan memilih daerah tanam di daerah budidaya sesuai persyaratan tumbuh bawang merah. Hal ini dilakukan untuk mencegah kegagalan dalam proses pertumbuhan dan produksi, serta dapat menghasilkan bawang merah yang optimal standar lokasi budidaya. Standar lokasi persyaratan tumbuh bawnag merah sebagai berikut :

  1. Untuk calon lokasi budidaya bawnag merah harus sesuai keadaan agroklimatologi seperti iklim, cuaca, angina,kelembaban, pH tanah (5,5-7) dengan keitinggian tempat sekitar 10 – 800m dpl serta suhu rata – rata + 22o C yang mengandung banyak humus dan bahan organic.
  2. Calon lokasi pertanaman dapat diketahuai batas lahan dan sumber air (irigasi dan drainase).
  3. PENENTUAN WAKTU TANAM

Waktu tanam ditentukan berdasarkan perkiraan datangnya musim hujan biasanya September s.d oktober atau pada musim marengan ( setelah

Baca Selengkapnya

Budidaya Tanaman Pepaya

Budidaya Tanaman Cabai

  1. Pemilihan Lokasi

Tanaman cabai mempunyai daya adaptasi yang cukup luas, namun demikian beberapa

Hal perlu memperhatikan lokasi yang tepat, yaitu:

  1. Ketinggian optima : 0 – 1.400 dpl
  2. Jenis tanah :Jenis tanah ringan – tanah berat
  3. PH rekomendasi :5,5 – 6,8
  4. pH optimum :6,0 – 7,0
  5. Suhu :18 – 27
  6. Suhu optimum :22 – 25
  7. Curah hujan :600 – 1.250 mm per tahun
  8. Kelembapan :60 – 80
  9. Penyediaan Benih

Penggunaan benih bermutu merupakan kunci utama untuk memperoleh hasil produksi

Cabai yang tinggi. Dan pertumbuhan tanaman yang seragam.

Yang perlu diperhatikan dalam pemilihan benih adalah antara lain:

  1. Gunakan varietas yang sudah dilepas oleh Mentri pertanian.
  2. Pilih benih bermutu tinggi (berdaya kecambah diatas 80% mempunyai vigor yang baik, murni, bersih dan sehat.)
  3. Pilih benih dengan daya adaptasi tinggi
  4. Pilih yang berlebel/sertifikat dan tidak kadaluarsa.
  5. Penyemaian

Tempat persemaian berupa bedengan berukuran lebar 1 m, diberi naungan atap plastik  Transparan, dan atap menghadap ke timur.

Media persemaian terdiri dari campuran tanah halus

Baca Selengkapnya

Budidaya Tanaman Melon

BUDIDAYA TANAMAN MELON

( CUCUMIS MELO)

  1. PEMBENIHAN

Memilih benih varietas hybrid (F1) yang memiliki daya adaptasi yang tinggi dengan agroklimat setempat dan memiliki pasar yang jelas.

  1. PEMBIBITAN
  2. Media tanam adalah tanah : pupuk kandang ( 2:1) dimasukkan ke polybag  ( 8cm x 10cm), diletakkan dalam sungkup ( ditempat terbuka dan sirkulasi udaranya baik).
  3. Sungkup terbuat dari rangka bamboo, bentuknya melengkung setengah lingkaran ( lebar 1 – 1 ,25m,tinggi 0,5-0,6m)
  4. Penyemaian benih , benih direndam air hangat kuku kurang lebih 40oC) dicampur fungisida propamokarb hidroklorida atau benomyl (benlate) selama 4 – 6 jam, ditiriskan, diletakkan di atas Koran basah (36 jam) pada suhu 25 – 30 o C (atau pemanasan lampu pijar jarak 30 cm dari benih.
  5. Benih dipindahkan ke lapangan setelah berumur 10 – 14 hari atau telah memiliki 2 – 3 pasang daun sejati.
  6. PENYIAPAN LAHAN
  7. Lahan dibersihkan dari sisa tanaman/sampah, lalu digemburkan (sedalam 20 – 30 cm), lahan dibiarkan/dikering anginkan (5 – 7 hari), lalu tanah dihaluskan dan dibiarkan 4 – 5 hari. Bedengan dibuat denagn panjang maksimum 15 m, tinggi 30 – 50 cm,lebar bedengan 100 – 120 cm,lebar parit 50 – 60 cm. pada musimhuajn, tinggi bedengan 50 cm agar perakaran tanaman tidak terendam air sewaktu hujan deres.
  8. Pemberian kapur dengan dosis disesuaikan dengan pH tanah (± 1,5 – 2,5 ton/ha). Pemberian pupuk dasar berupa pupuk kandang ( 20 ton/ha) dan pupuk anorganik ( ZA 250 kg/ha, SP-36 450 kg/ha dan KCL 250 kg/ha) dengan cara disebarkan secara merata, di aduk-aduk ke seluruh bedengan kemudian disiram air sampai basar merata.
  9. Mulsa plastic hitam-perak (lebar 100-125 cm) dipasang saat panas terik matahari agar mulsa memuai sehingga rapat menutup bedengan. Jarak lubang 45 cm x 60 cm atau 50 cm atau 60 cm x 70 cm. kegiatan ini dilakukan 1 minggu sebelum tanam.
  10. PENANAMAN DI LAPANGAN
  11. Sehari sebelum pindah tanam, bedengan direndam (dileb) agar bedengan basah atau lubang tanam disiram sampai basah apabila air tidak mencukupi. Penanaman dilakukan pada pagi hari sebelum jam 9 pagi atau sore setelah jam 15.30 untuk menghindari stres karena terik matahari.
  12. Sebelum tanam, media pada bibit disiram sampai basahagar media tidak pecah, pada saat polybag dibuka. Tingkat kelembaban tanah diusahakan tetap optimum. Penyulaman dilakukan sejak hari ke 5 sampai ke 7 setelah penanaman.
  13. Pengairan

Pengairan/penyiraman dapat dilakukan dengan dileb (direndam) sampai mencapai 2/3 bedengan atau disiram dengan menggunakan gembor apabila air tidak mencukupi pengairan/penyiraman.

  1. Sanitasi Kebun

Gulma yang tumbuh disepanjang parit di luar lubang tanam dibersihkan ninimal seminggu sekali,sedangkan peralatan yang digunakan dicuci sampai bersih,kering

Baca Selengkapnya

Budidaya Tanaman Terong

BUDIDAYA TANAMAN TERONG

(SOLANUM MELONGENA L)

  1. SYARAT TUMBUH

Terong merupkan tanaman semusim sampai dengan tanaman tahunan yang baik tumbuh di daerah tropis berhawa sejuk sampai pada ketinggian 1.200 m dpl. Pada saat pembentukan buah memerlukan cuaca panas, suhu 22 – 300C dan pertumbuhan akan terhenti pada suhu 170C.

  1. BENIH DAN PERSEMAIAN

Kebutuhan benih trong untuk satu hektar adalah 150 – 500 gr biji. Cara penyemaian biji : sebaiknya disebar agar tidak terlalu berdekatan dan bertumbuk saat benih tumbuh, biji ditutup kembali dengan

Baca Selengkapnya

Budidaya Semangka

  1. PEMILIHAN LOKASI

Untuk lebih memaksimalkan dalam membudidayakan sebaiknya pilih tanah yang cocok untuk pertumbuhan tanaman semangka ini. Tanah yang baik untuk menanam semangka harus memiliki keasaman tanah pH 5,5-6,5. Tetapi tanaman ini masih bisa tumbuh di bawah pH 5, sehingga tanaman ini dapat tumbuh di lahan gambut.

Tanah yang dipilih penanaman harus yang cukup gembur dan kaya bahan organik, apabila kita sudah dapat menentukan lahan yang akan di tanam, kemudian tanah diolah, seperti biasa halnya sebelum menanam

Baca Selengkapnya

Budidaya Pisang

  1. SYARAT TUMBUH

Dengna pertumbuhannya yang sangat cepat dan terus menerus, yang akan mengakibatkan hasil yang tinggi, pisang memerlukan tempat tumbuh di iklim tropik yang hangat dan lembap. Suhu merupakan factor utama untuk pertumbuhan.Di sentra-sentra produksi utamanya suhu udara tidak pernah turun sampai dibawah 150 C dengan jangka – waktu yang cukup lama.Suhu optimum untuk pertumbuhannya adalah sekitar 270  C, dan suhu maksimum 380 C. di dataran tinggi daerah ekuator, pisnag

Baca Selengkapnya

BUDIDAYA TOMAT

A. Pembibitan

1. Persyaratan Benih
Kriteria-kriteria teknis untuk seleksi biji/benih tanaman tomat adalah:
a) Pilih biji yang utuh, tidak cacat atau luka, karena biji yang cacat biasanya sulit tumbuh.
b) Pilih biji yang sehat, artinya biji tidak menunjukkan adanya serangan hama atau penyakit.
c) Benih atau biji bersih dari kotoran.
d) Pilih benih atau biji yang tidak keriput.

2. Penyiapan Benih  Pengadaan benih tomat dapat dilakukan

Baca Selengkapnya

Budidaya Tanaman Sayuran Secara Vertikultur

small_2verti

Liferdi Lukman
Balai Penelitian Tanaman Sayuran

Sesuai dengan asal katanya dari bahasa Inggris, yaitu vertical dan culture, maka vertikultur adalah sistem budidaya pertanian yang dilakukan secara vertikal atau bertingkat, baik indoor maupun outdoor. Sistem budidaya pertanian secara vertikal atau bertingkat ini merupakan konsep penghijauan yang cocok untuk daerah perkotaan dan lahan terbatas. Misalnya, lahan 1 meter mungkin hanya bisa untuk menanam 5 batang tanaman, dengan sistem vertikal bisa untuk 20 batang tanaman. Vertikultur tidak hanya sekadar kebun vertikal, namun ide ini akan merangsang seseorang untuk menciptakan khasanah biodiversitas di pekarangan yang sempit sekalipun. Struktur vertikal, memudahkan pengguna membuat dan memeliharanya. Pertanian vertikultur tidak hanya sebagai sumber pangan tetapi juga menciptakan suasana  alami yang menyenagkan.
Model, bahan, ukuran, wadah vertikultur sangat banyak, tinggal disesuaikan dengan kondisi dan keinginan. Pada umumnya adalah berbentuk persegi panjang, segi tiga, atau dibentuk mirip anak tangga, dengan beberapa undak-undakan atau sejumlah rak. Bahan dapat berupa bambu atau pipa paralon, kaleng bekas, bahkan lembaran karung beras pun bisa, karena salah satu filosofi dari vertikultur adalah memanfaatkan benda-benda bekas di sekitar kita.
Persyaratan vertikultur adalah kuat dan mudah dipindah-pindahkan.
Tanaman yang akan ditanam sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan memiliki nilai ekonomis tinggi, berumur pendek, dan berakar pendek. Tanaman sayuran yang sering dibudidayakan secara vertikultur antara lain selada, kangkung, bayam, pokcoy, caisim, katuk, kemangi, tomat, pare, kacang panjang, mentimun dan tanaman sayuran daun lainnya.
Untuk tujuan komersial, pengembangan vertikultur ini perlu dipertimbangkan aspek ekonomisnya agar biaya produksi jangan sampai melebihi pendapatan dari hasil penjualan tanaman. Sedangkan untuk hobiis, vertikultur dapat dijadikan sebagai media kreativitas dan memperoleh panenan yang sehat dan berkualitas.

Pembuatan wadah tanam vertikultur
Contoh salah satu wadah tanam dibuat dari dua batang bambu yang masing-masing panjangnya 120 cm, dengan pembagian 100 cm untuk wadah tanam dan 20 cm sisanya untuk ditanam ke tanah. Pada setiap bambu akan dibuat lubang tanam sebanyak 10 buah. Bambu dipilih yang batangnya paling besar, lalu dipotong sesuai dengan ukuran yang ditetapkan. Semakin bagus kualitas bambu, semakin lama masa pemakaiannya. Di bagian 20 cm terdapat ruas yang nantinya akan menjadi ruas terakhir dihitung dari atas. Semua ruas bambu kecuali yang terakhir dibobol dengan menggunakan linggis supaya keseluruhan ruang dalam bambu terbuka. Di bagian inilah nantinya media tanam ditempatkan. Untuk ruas terakhir tidak dibobol keseluruhan, melainkan hanya dibuat sejumlah lubang kecil dengan paku untuk sirkulasi air keluar wadah.
Selanjutnya dibuat lubang tanam di sepanjang bagian 100 cm dengan menggunakan bor listrik. Dapat juga menggunakan alat lain seperti pahat untuk membuat lubang. Lubang dibuat secara selang-seling pada keempat sisi bambu (asosiasikan permukaan bambu dengan bidang kotak). Pada dua sisi yang saling berhadapan terdapat masing-masing tiga lubang tanam, pada dua sisi lainnya masing-masing dua lubang tanam, sehingga didapatkan 10 lubang tanam secara keseluruhan. Setiap lubang berdiameter kira-kira 1,5 cm, sedangkan jarak antar lubang dibuat 30 cm.

Pengadaan media tanam
Media tanam adalah tempat tumbuhnya tanaman untuk menunjang perakaran. Dari media tanam inilah tanaman menyerap makanan berupa unsur hara melalui akarnya. Media tanam yang digunakan adalah campuran antara tanah, pupuk kompos, dan sekam dengan perbandingan 1:1:1. Setelah semua bahan terkumpul, dilakukan pencampuran hingga merata. Tanah dengan sifat koloidnya memiliki kemampuan untuk mengikat unsur hara, dan melalui air unsur hara dapat diserap oleh akar tanaman dengan prinsip pertukaran kation. Sekam berfungsi untuk menampung air di dalam tanah sedangkan kompos menjamin tersedianya bahan penting yang akan diuraikan menjadi unsur hara yang diperlukan tanaman.
Campuran media tanam kemudian dimasukkan ke dalam bambu hingga penuh. Untuk memastikan tidak ada ruang kosong, dapat digunakan bambu kecil atau kayu untuk mendorong tanah hingga ke dasar wadah (ruas terakhir). Media tanam di dalam bambu diusahakan agar tidak terlalu padat supaya air mudah mengalir, juga supaya akar tanaman tidak kesulitan “bernafas”, dan tidak terlalu renggang agar ada keleluasaan dalam mempertahankan air dan menjaga kelembaban.

Persiapan bibit tanaman dan penanaman
Sebelum berencana membuat wadah vertikal, terlebih dahulu mempersiapkan sejumlah bibit tanaman, Ketika tanaman sudah mencapai umur siap dipindahkan, pada dasarnya ada tiga tahap dalam proses ini, yaitu persemaian, pemindahan, dan penanaman.
Seperti halnya menanam, menyemaikan benih juga memerlukan wadah dan media tanam. Wadah bisa apa saja sepanjang dapat diisi media tanam seperlunya dan memiliki lubang di bagian bawah untuk mengeluarkan kelebihan air. Persemaian  menggunakan wadah khusus persemaian benih yang disebut tray dengan jumlah lubang 128 buah (tray lain jumlah dan ukuran lubangnya bervariasi). Dapat juga persemain menggunakan sebuah pot ukuran sedang dan sebuah bekas tempat kue. Adapun untuk media tanamnya adalah media tanam dari produk jadi yang bersifat organik.

Jika menggunakan tray, jumlah benih yang dapat disemaikan sudah terukur karena setiap lubang diisi sebuah benih (walaupun bisa juga diisi 2 atau 3). Jika menggunakan wadah lain maka jumlah benih yang dapat disemaikan disesuaikan dengan ukuran wadahnya, dalam hal ini jarak tanam benih diatur sedemikian rupa agar tidak berdempetan. Dua-tiga minggu setelah persemaian benih sudah berkecambah dan mengeluarkan 3-4 daun. Idealnya, benih yang sudah tumbuh daun berjumlah 4-5 helai sudah layak dipindahtanamkan.
Bibit tanaman yang dipindahkan ke wadah vertukultur sudah berumur lebih dari satu bulan, daunnya pun sudah bertambah. Karena hanya memiliki total 20 lubang tanam dari dua batang bambu, maka cukup leluasa untuk memilih 20 bibit terbaik. Sebelum bibit-bibit ditanam di wadah bambu, terlebih dahulu menyiramkan air ke dalamnya hingga jenuh, ditandai dengan menetesnya air keluar dari lubang-lubang tanam. Setelah cukup, baru mulai menanam bibit satu demi satu. Semua bagian akar dari setiap bibit harus masuk ke dalam tanah. Setiap jenis bibit (cabe merah dan tomat) dikelompokkan di wadah bambu terpisah.

Pemeliharaan tanaman
Tanaman juga memerlukan perawatan, seperti halnya makhluk hidup yang lain. Tanaman memerlukan perhatian dan kasih sayang. Selain penyiraman dilakukan setiap hari juga perlu pemupukan, dan juga pengendalian hama penyakit.
Sebaiknya pupuk yang digunakan adalah pupuk organik misalnya pupuk kompos, pupuk kandang atau pupuk bokashi. Disarankan agar sayuran buah seperti cabe, tomat tidak mudah rontok sebaiknya menambahkan KCL satu sendok teh atau sendok makan tergantung besar kecilnya pohon. Pemberian KCL setiap 5 sampai 6 bulan sekali. Di perkotaan, pupuk kandang atau kompos harganya menjadi mahal. Limbah dapur atau daun-daun kering bisa dimanfaatkan untuk pembuatan pupuk bokashi. Pupuk bokashi adalah hasil fermentasi bahan organik (jerami, sampah organik, pupuk kandang, dan lain-lain) dengan teknologi EM yang dapat digunakan sebagai pupuk organik untuk menyuburkan tanah dan meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman. Bokashi dapat dibuat dalam beberapa hari dan bisa langsung digunakan sebagai pupuk.
Kalau di daerah pedesaan, biasanya sampah atau kotoran hewan dimasukkan ke sebuah lubang. Kalau lubangnya sudah penuh, sampah dibakar dan sebagai pupuk. Dengan catatan, pupuk kotoran hewan yang akan digunakan hendaknya sudah tidak berbau busuk. Di swalayan, kios tanaman saat ini sudah banyak dijual pupuk kandang yang sudah kering, tidak berbau, dan steril.
Saat ini masyarakat mulai banyak mempertimbangkan mengkonsumsi hasil panen yang Iebih sehat cara penanamannya, yaitu menggunakan pupuk dan pengendalian hama alami, meskipun harga produk tersebut lebih mahal.
Saran untuk berkebun di rumah sebaiknya tidak menggunakan bahan kimia. Ditekankan pula jangan menggunakan furadan untuk membunuh hama yang ada di dalam tanah. Penggunaan furadan bisa mengurangi tingkat kesuburan tanah dan juga mencemari tanaman kurang lebih selama sebulan. Jadi, sebaiknya untuk tanaman sayuran tidak perlu digunakan furadan.

Pemanenan
Pemanenan sayuran biasanya dilakukan dengan sistem cabut akar (sawi, bayam, seledri, kemangi, selada, kangkung dan sebagainya). Apabila kita punya tanaman sendiri dan dikonsumsi sendiri akan lebih menghemat apabila panen dilakukan dengan mengambil daunnya saja. Dengan cara tersebut tanaman sayuran bisa bertahan lebih lama dan bisa panen berulang-ulang.