Budidaya Tanaman Kelapa

  1. SYARAT PERTUMBUHAN

1.1. Iklim

  1. Kelapa tumbuh baik pada daerah dengan curah hujan antara 1300-2300 mm/tahun, bahkan sampai 3800 mm atau lebih, sepanjang tanah mempunyai drainase yang baik. Akan tetapi distribusi curah hujan, kemampuan tanah untuk menahan air hujan serta kedalaman air tanah, lebih penting daripada jumlah curah hujan sepanjang tahun.
  2. Angin berperan penting pada penyerbukan bunga (untuk penyerbukannya bersilang) dan transpirasi tanaman.
  3. Kelapa menyukai sinar matahari dengan lama penyinaran minimum 120 jam/bulan sebagai sumber energi fotosintesis. Bila dinaungi, pertumbuhan tanaman muda dan buah akan terlambat.
  4. Kelapa sangat peka pada suhu rendah dan tumbuh paling baik pada suhu 20-27 derajat C. Pada suhu 15 derajat C, akan terjadi perubahan fisiologis dan morfologis tanaman kelapa.
  5. Kelapa akan tumbuh dengan baik pada rH bulanan rata-rata 70-80% minimum 65%. Bila rH udara sangat rendah, evapotranspirasi tinggi, tanaman kekeringan buah jatuh lebih awal (sebelum masak), tetapi bila rH terlalu tinggi menimbulkan hama dan penyakit

1.2. Media Tanam

  1. Tanaman kelapa tumbuh pada berbagai jenis tanah seperti aluvial, laterit, vulkanis, berpasir, tanah liat, ataupun tanah berbatu, tetapi paling baik pada endapan aluvial.
  2. Kelapa dapat tumbuh subur pada pH 5-8, optimum pada pH 5.5-6,5. Pada tanah dengan pH diatas 7.5 dan tidak terdapat keseimbangan unsur hara, sering menunjukkan gejala-gejala defisiensi besi dan mangan.
  3. Kelapa membutuhkan air tanah pada kondisi tersedia yaitu bila kandungan air tanah sama dengan laju evapotranspirasirasi atau bila persediaan air ditambah curah hujan selama 1 bulan lebih besar atau sama dengan potensi evapotranspirasi, maka air tanah cukup tersedia. Keseimbangan air tanah dipengaruhi oleh sifat fisik tanah terutama kandungan bahan organik dan keadaan penutup tanah. Jeluk atau kedalaman tanah yang dikehendaki minimal 80-100 cm.
  4. Tanaman kelapa membutuhkan lahan yang datar (0-3%). Pada lahan yang tingkat kemiringannya tinggi (3-50%) harus dibuat teras untuk mencegah kerusakan tanah akibat erosi, mempertahankan kesuburan tanah dan memperbaiki tanah yang mengalami erasi.

1.3. Ketinggian Tempat

Tanaman kelapa tumbuh baik didaerah dataran rendah dengan Ketinggian yang optimal 0-450 m dpl. Pada ketinggian 450-1000 m dpl waktu berbuah terlambat, produksi sedikit dan kadar minyaknya rendah.

  1. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA

2.1. Pembibitan

2.1.1. Persyaratan Benih

Syarat pohon induk adalah berumur 20-40 tahun, produksi tinggi (80-120 butir/pohon/tahun) terus menerus dengan kadar kopra tinggi (25 kg/pohon/tahun), batangnya kuat dan lurus dengan mahkota berbentuk sperical (berbentuk bola) Baca Selengkapnya

Budidaya Tanaman Jarak Pagar

  1. MACAM-MACAM JENIS JARAK

Ada banyak sekali jenis jarak yang dapat tumbuh di tanah air kita antara lain :

  1. Jarak Kepyar/Jepang ( Ricinus communis).

Jenis ini laku di pasaran dunia yang dikenal dengan nama castor oil plant. Jenis ini berbuah sekali dalam setahun (semusim), dengan ciri buah muda berwarna hijau dan berubah coklat setelah tua. Buahnya berduri lemah seperti rambutan. Bijinya mengandung Glycoprotein yang bersifat racun dan orang sering menyebutnya Ricin.

2.Jarak Pagar/Cina (Jatropha curcas )

Jenis ini berbuah terus menerus (tahunan). Jenis jarak ini yang dianjurkan Baca Selengkapnya

Budidaya Tanaman Jambu Mete

  1. SYARAT TUMBUH JAMBU METE
    Iklim Yang Cocok Untuk Budidaya Jambu Mete
  • Tanaman jambu mete sangat menyukai sinar matahari. Apabila tanaman jambu mete kekurangan sinar matahari, maka produktivitasnya akan menurun atau tidak akan berbuah bila dinaungi tanaman lain.
  • Suhu harian di sentra penghasil jambu mete minimun antara 15-25°C dan maksimun antara 25-35°C. Tanaman ini akan tumbuh baik dan produktif bila ditanam pada suhu harian rata-rata 27°C.
  • Jambu mete paling cocok dibudidayakan di daerah-daerah dengan kelembaban nisbi antara 70-80%. Akan tetapi tanaman jambu mete masih dapat bertoleransi pada tingkat kelembaban 60-70%.
  • Angin kurang berperan dalam proses penyerbukan putik tanaman jambu mete. Dalam penyerbukan bunga jambu mete, yang lebih berperan adalah serangga karena serbuk sari jambu mete pekat dan berbau sangat harum.
  • Daerah yang paling sesuai untuk budidayajambu mete ialah di daerah yang mempunyai jumlah curah hujan antara 1.000-2.000 mm/tahun dengan 4-6 bulan kering (<60 mm).
  • 2. Media Tanam
  • Jenis tanah paling cocok untuk pertanaman jambu mete adalah tanah berpasir, tanah lempung berpasir, dan tanah ringan berpasir.
  • Jambu mete paling cocok ditanam pada tanah dengan pH antara 6,3 – 7,3, tetapi masih sesuai pada pH antara 5,5 – 6,3.
  • 3.Ketinggian Tempat
    Di Indonesia tanaman jambu mete dapat tumbuh di ketinggian tempat 1-1.200 m dpl. Batas optimum ketinggian tempat hanya sampai 700 m dpl, kecuali untuk tujuan rehabilitasi tanah kritis.
  1. PEDOMAN BUDIDAYA JAMBU METE
  2. Pembibitan Jambu Mete

Budidaya jambu mete dapat diperbanyak secara generatif melalui biji dan secara vegetatif dengan cara pencangkokan, okulasi, dan penyambungan. Biji yang akan ditanam harus berasal dari pohon induk pilihan. Cara penanganan biji mete untuk benih adalah :

  • Buah mete/calon bibit dipanen pada pertengahan musim panen.
  • Buah mete tersebut harus sudah matang dan tidak cacat.
  • Biji mete segera dikeluarkan dari buah semu lalu dicuci bersih, kemudian disortir.
  • Biji mete dijemur sampai kadar air 8-10%.
  • Bila dikemas dalam kantong plastik, aliran udara di ruang penyimpanan harus lancar dengan suhu antara 25-30 derajat C dan kelembaban: 70 -80%.
  • Lama penyimpanan bibit ± 6 bulan, paling lama 8 bulan.
  • Sebelum ditanam, benih (biji mete) harus disemai dahulu.
  1. Pengolahan Media Tanam

1) Persiapan
Sebelum ditanami lahan harus dibersihkan dahulu, pH harus 4-6, tanah tanaman jambu mete sangat toleran terhadap lingkungan yang kering ataupun lembab, juga terhadap tanah yang kurang subur. Daerah dengan tanah liat pun jambu mete dapat Baca Selengkapnya

Budidaya Tanaman Bawang Merah

BUDIDAYA TANAMAN BAWANG MERAH

  1. PEMILIHAN LOKASI

Pemilihan lokasi dilaksanakan dengan memilih daerah tanam di daerah budidaya sesuai persyaratan tumbuh bawang merah. Hal ini dilakukan untuk mencegah kegagalan dalam proses pertumbuhan dan produksi, serta dapat menghasilkan bawang merah yang optimal standar lokasi budidaya. Standar lokasi persyaratan tumbuh bawnag merah sebagai berikut :

  1. Untuk calon lokasi budidaya bawnag merah harus sesuai keadaan agroklimatologi seperti iklim, cuaca, angina,kelembaban, pH tanah (5,5-7) dengan keitinggian tempat sekitar 10 – 800m dpl serta suhu rata – rata + 22o C yang mengandung banyak humus dan bahan organic.
  2. Calon lokasi pertanaman dapat diketahuai batas lahan dan sumber air (irigasi dan drainase).
  3. PENENTUAN WAKTU TANAM

Waktu tanam ditentukan berdasarkan perkiraan datangnya musim hujan biasanya September s.d oktober atau pada musim marengan ( setelah Baca Selengkapnya

Budidaya Tanaman Cabai

  1. Pemilihan Lokasi

Tanaman cabai mempunyai daya adaptasi yang cukup luas, namun demikian beberapa

Hal perlu memperhatikan lokasi yang tepat, yaitu:

  1. Ketinggian optima : 0 – 1.400 dpl
  2. Jenis tanah :Jenis tanah ringan – tanah berat
  3. PH rekomendasi :5,5 – 6,8
  4. pH optimum :6,0 – 7,0
  5. Suhu :18 – 27
  6. Suhu optimum :22 – 25
  7. Curah hujan :600 – 1.250 mm per tahun
  8. Kelembapan :60 – 80
  9. Penyediaan Benih

Penggunaan benih bermutu merupakan kunci utama untuk memperoleh hasil produksi

Cabai yang tinggi. Dan pertumbuhan tanaman yang seragam.

Yang perlu diperhatikan dalam pemilihan benih adalah antara lain:

  1. Gunakan varietas yang sudah dilepas oleh Mentri pertanian.
  2. Pilih benih bermutu tinggi (berdaya kecambah diatas 80% mempunyai vigor yang baik, murni, bersih dan sehat.)
  3. Pilih benih dengan daya adaptasi tinggi
  4. Pilih yang berlebel/sertifikat dan tidak kadaluarsa.
  5. Penyemaian

Tempat persemaian berupa bedengan berukuran lebar 1 m, diberi naungan atap plastik  Transparan, dan atap menghadap ke timur.

Media persemaian terdiri dari campuran tanah halus Baca Selengkapnya

Budidaya Tanaman Melon

BUDIDAYA TANAMAN MELON

( CUCUMIS MELO)

  1. PEMBENIHAN

Memilih benih varietas hybrid (F1) yang memiliki daya adaptasi yang tinggi dengan agroklimat setempat dan memiliki pasar yang jelas.

  1. PEMBIBITAN
  2. Media tanam adalah tanah : pupuk kandang ( 2:1) dimasukkan ke polybag  ( 8cm x 10cm), diletakkan dalam sungkup ( ditempat terbuka dan sirkulasi udaranya baik).
  3. Sungkup terbuat dari rangka bamboo, bentuknya melengkung setengah lingkaran ( lebar 1 – 1 ,25m,tinggi 0,5-0,6m)
  4. Penyemaian benih , benih direndam air hangat kuku kurang lebih 40oC) dicampur fungisida propamokarb hidroklorida atau benomyl (benlate) selama 4 – 6 jam, ditiriskan, diletakkan di atas Koran basah (36 jam) pada suhu 25 – 30 o C (atau pemanasan lampu pijar jarak 30 cm dari benih.
  5. Benih dipindahkan ke lapangan setelah berumur 10 – 14 hari atau telah memiliki 2 – 3 pasang daun sejati.
  6. PENYIAPAN LAHAN
  7. Lahan dibersihkan dari sisa tanaman/sampah, lalu digemburkan (sedalam 20 – 30 cm), lahan dibiarkan/dikering anginkan (5 – 7 hari), lalu tanah dihaluskan dan dibiarkan 4 – 5 hari. Bedengan dibuat denagn panjang maksimum 15 m, tinggi 30 – 50 cm,lebar bedengan 100 – 120 cm,lebar parit 50 – 60 cm. pada musimhuajn, tinggi bedengan 50 cm agar perakaran tanaman tidak terendam air sewaktu hujan deres.
  8. Pemberian kapur dengan dosis disesuaikan dengan pH tanah (± 1,5 – 2,5 ton/ha). Pemberian pupuk dasar berupa pupuk kandang ( 20 ton/ha) dan pupuk anorganik ( ZA 250 kg/ha, SP-36 450 kg/ha dan KCL 250 kg/ha) dengan cara disebarkan secara merata, di aduk-aduk ke seluruh bedengan kemudian disiram air sampai basar merata.
  9. Mulsa plastic hitam-perak (lebar 100-125 cm) dipasang saat panas terik matahari agar mulsa memuai sehingga rapat menutup bedengan. Jarak lubang 45 cm x 60 cm atau 50 cm atau 60 cm x 70 cm. kegiatan ini dilakukan 1 minggu sebelum tanam.
  10. PENANAMAN DI LAPANGAN
  11. Sehari sebelum pindah tanam, bedengan direndam (dileb) agar bedengan basah atau lubang tanam disiram sampai basah apabila air tidak mencukupi. Penanaman dilakukan pada pagi hari sebelum jam 9 pagi atau sore setelah jam 15.30 untuk menghindari stres karena terik matahari.
  12. Sebelum tanam, media pada bibit disiram sampai basahagar media tidak pecah, pada saat polybag dibuka. Tingkat kelembaban tanah diusahakan tetap optimum. Penyulaman dilakukan sejak hari ke 5 sampai ke 7 setelah penanaman.
  13. Pengairan

Pengairan/penyiraman dapat dilakukan dengan dileb (direndam) sampai mencapai 2/3 bedengan atau disiram dengan menggunakan gembor apabila air tidak mencukupi pengairan/penyiraman.

  1. Sanitasi Kebun

Gulma yang tumbuh disepanjang parit di luar lubang tanam dibersihkan ninimal seminggu sekali,sedangkan peralatan yang digunakan dicuci sampai bersih,kering Baca Selengkapnya

Budidaya Tanaman Terong

BUDIDAYA TANAMAN TERONG

(SOLANUM MELONGENA L)

  1. SYARAT TUMBUH

Terong merupkan tanaman semusim sampai dengan tanaman tahunan yang baik tumbuh di daerah tropis berhawa sejuk sampai pada ketinggian 1.200 m dpl. Pada saat pembentukan buah memerlukan cuaca panas, suhu 22 – 300C dan pertumbuhan akan terhenti pada suhu 170C.

  1. BENIH DAN PERSEMAIAN

Kebutuhan benih trong untuk satu hektar adalah 150 – 500 gr biji. Cara penyemaian biji : sebaiknya disebar agar tidak terlalu berdekatan dan bertumbuk saat benih tumbuh, biji ditutup kembali dengan Baca Selengkapnya

Budidaya Semangka

  1. PEMILIHAN LOKASI

Untuk lebih memaksimalkan dalam membudidayakan sebaiknya pilih tanah yang cocok untuk pertumbuhan tanaman semangka ini. Tanah yang baik untuk menanam semangka harus memiliki keasaman tanah pH 5,5-6,5. Tetapi tanaman ini masih bisa tumbuh di bawah pH 5, sehingga tanaman ini dapat tumbuh di lahan gambut.

Tanah yang dipilih penanaman harus yang cukup gembur dan kaya bahan organik, apabila kita sudah dapat menentukan lahan yang akan di tanam, kemudian tanah diolah, seperti biasa halnya sebelum menanam Baca Selengkapnya