Diklat Teknis Tanaman Kelapa ( _Cocos nucifera_ ) di Kabupaten Grobogan

*Diklat Teknis Tanaman Kelapa ( _Cocos nucifera_ ) di Kabupaten Grobogan*

Dinas Pertanian Kabupaten Gobogan bekerjasama dengan BBPP Ketindan Malang melaksanakan Diklat Tematik Tanaman Kelapa di Rumah Kedelai Grobogan selama 4 hari (31 Oktober – 3 November 2017) untuk Calon Petani Penerima Bantuan Kegiatan Pengembangan Tanaman Kelapa di Kabupaten Grobogan APBNP Tahun 2017.

Diklat dibuka oleh Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan, Tri Wahono, SP dan ditutup oleh Kepala Seksi Penyuluhan Dinas Pertanian, Christina Setyaningsih, SP, MP.
“Kabupaten Grobogan secara geografis diapit oleh dua pegunungan yaitu Kendeng utara dan Kendeng selatan. Dari sekian banyak desa yang ada di Grobogan, Desa selojari Kecamatan Klambu adalah desa yang banyak terdapat pohon kelapa,” ungkap Tri Wahono.

Kegiatan berjalan dengan lancar selama empat hari yang terdiri dari tiga hari belajar di kelas dan satu hari praktek di lapangan. Praktek lapang terpusat di Desa Selojari Kecamatan Klambu. Daerah ini terpilih sebagai tempat praktik lapangan karena masih banyak tanaman kelapa disini.

Fasitator yang mendampingi peserta dalam diklat ini, yaitu Purwanto, SP, Suharno, S.P dan Sugiono, SP. Praktisi yang didatangkan langsung dari Kabupaten Pati, Agus Susestyo Purwono serta Widya Iswara dari BBPP Ketindan Nurlaila dan Suparjo.

Peserta diklat terdiri dari 26 calon petani penerima bibit kelapa dan 6 PPL Kecamatan. Peserta diklat berasal dari 16 kelompok tani dari 6 kecamatan. Tiap Ha mendapat bantuan bibit kelapa sebanyak 120 batang.

Diiklat tematik dimulai dengan memberikan pretest pada hari pertama dan postest pada hari terakhir. Hasil rata- rata pretest dengan score 40%. Hal tersebut karena banyak peserta belum paham mengenai teknik budidaya tanaman kelapa dan pengendalian hama serta penyakitnya. Setelah diberikan materi selama empat hari, maka peserta diminta mengerjakan postest dan hasilnya sangat memuaskan. Rata- rata score peserta diklat adalah 92,83%.

Praktek lapang dilaksanakan pada hari kedua. disana peserta diklat diajak langsung ke kebun kelapa untuk mengidentifikasi pohon kelapa yang terkena hama dan lenyakit. Setelak praktek lapang diharapkan peserta diklat dapat melihat langsung dan mampu mengidentifikasi hama serta penyakit yang terdapat pada pohon kelapa. Hama yang teridentifikasi saat itu adalah kumbang nyiur ( _Oryctes rhinoceros_ ) dan penyakit busuk pucuk ( _Phytophthora palmivora Buttler)_ . Saat di kebun kelapa, peserta disuguhi dengan sajian kelapa muda. Semua peserta menikmatinya dengan sukacita apalagi cuaca saat itu memang sedang terik.

Pada hari ketiga dan keempat, diklat berlangsung kembali di dalam kelas. Disitu dikupas tuntas mengenai bagaimana cara bertanam kelapa yang tepat. mulai dari persiapan lahan, pemilihan bibit yang baik, pemupukan, pemeliharaan, pengendalian hama dan penyakit tanaman kelapa, sampai dengan panen dan pemasarannya. peserta diklat juga dikenalkan jenis- jenis kelapa yang terdiri dari tiga jenis, yaitu kelapa dalam, kelapa genjah dan yang terkahir adalah kelapa hibrida.

Dengan diadakannya diklat kelapa ini, diharapkan para petani bersedia menanam kelapa dengan tujuan bukan lagi sebagai tanaman sampingan, akan tetapi menjadi tanaman utama yang tumpangsari dengan tanaman lain. Selain itu diharapkan pula petani paham tentang budidaya kelapa yang berproduksi tinggi dan menguntungkan sehingga kesejahteraan petani meningkat. (Yuka)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *