DINAS PERTANIAN KABUPATEN KUNINGAN BESERTA KELOMPOK TANI STUDI BANDING PENGEMBANGAN KEDELAI KE GROBOGAN

*DINAS PERTANIAN KABUPATEN KUNINGAN BESERTA KELOMPOK TANI STUDI BANDING PENGEMBANGAN KEDELAI KE GROBOGAN*

Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan dengan Program Pengembangan Kedelai Sistem Methuknya menjadi suatu magnet tersendiri untuk dikunjungi dari berbagai daerah. Setelah sebelumnya kedatangan tamu dari Pulau Sumatra yaitu Provinsi Jambi dan Lampung, kali ini giliran Kelompok Tani Desa Cibulan Kecamatan Cidahu Kabupaten Kuningan melakukan Studi Banding ke Kabupaten Grobogan untuk mempelajari agribisnis kedelai dari hulu sampai hilir.

Rombongan tiba di Rumah Kedelai Grobogan yang merupakan tempat pengembangan dan pembelajaran kedelai lokal hari Jumat, 6 April 2018. Rombongan dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kuningan Ir.H.Triasmi. Rombongan berjumlah 60 orang, terdiri dari Karyawan Dinas Pertanian Kabupaten Kuningan, Camat Cidahu, Kepala Desa Cibulan, Gapoktan, Kelompok Tani serta Kelompok Wanita Tani Desa Cibulan.
Rombongan diterima oleh Kepala Dinas Pertanian Grobogan yang didampingi Kasi Tanaman Padi dan Serealia serta Kasi P2HP TP.
Dalam kunjungan ini rombongan mempelajari bagaimana cara pengembangan kedelai di Grobogan karena di Kuningan masih banyak kendala secara teknis budidaya sampai pemasaran kedelai lokal ini. Oleh karena itu, rombongan sangat antusias dalam mempelajari agribisnis kedelai dari hulu hingga hilir, dari proses budidaya sampai pemasaranya, dan juga penangkaran benihnya di Kabupaten Grobogan.

Kunjungan diawali dengan melihat unit – unit yang terdapat di Rumah Kedelai Grobogan, yaitu Seed Center, Rumah Tempe Hygiene, Promotion Center dan kebun percontohan tanaman kedelai varietas Grobogan. Kemudian acara dilanjutkan dengan paparan dan diskusi tentang Pengembangan Kedelai di Kabupaten Grobogan yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan Ir.Edhie Sudaryanto,MM.

Dalam Paparanya Edhie menjelaskan bahwa kedelai varietas lokal termasuk kedelai Varietas Grobogan identik dengan kedelai Non GMO yang dijamin lebih fresh dan aman dikonsumsi. Kedelai inilah yang digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan Tempe dan Tahu Hygiene serta prroduk olahan kedelai lainnya di RKG ini.
“Dengan adanya potensi wisata yang ada di Kabupaten Kuningan, saya yakin jika dikembangkan tempe dan tahu berbahan baku kedelai lokal Non GMO, maka pasarrnya akan ramai dan cepat berkembang”, Edhie menandaskan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kuningan, Ir.H.Triasmi dalam sambutannya menyatakan Kabupaten Kuningan, terutama Desa Cibulan akan mencontoh metode yang telah diterapkan dan dikembangkan di Kabupaten Grobogan.
“Luas Tambah Tanam Kedelai di Kabupaten Kuningan setiap tahunnnya hanya sekitar 500 ha. Tahunn 2018 ini oleh Dirjen Tanaman Pangan ada penambahan LTT seluas 800 ha. Yang 400 ha berada di Lahan Gapoktan Desa Cibulan, merupakan lahan bekas galian. Kami berharap kedelai dapat tumbuh baik di Cibulan,” Triasmi menjelaskan.

Rombongan pada kesempatan ini juga diajak untuk melihat dan meninjau secara langsung tanaman Kedelai Varietas Grobogan yang dibudidayakan oleh Petani di Desa Jipang Kecamatan Penawangan Kabupaten Grobogan serta melihat proses pembuatan benih kedelai di UD. Sujinah Kecamatan Pulokulon (IP).

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.