Dinas Pertanian TPH Grobogan Terus Mengembangkan Teknologi Kultur Jaringan

19web2

Kebutuhan manusia yang semakin lama semakin banyak membuat beberapa sektor harus mampu untuk memanfaatkan perkembangan teknologi yang ada, salah satunya adalah di bidang pertanian. Kultur jaringan dikenal juga dengan sebutan tissue culture. – Kultur = budidaya – Jaringan = sekelompok sel yg mempunyai bentuk dan fungsi yang sama Jadi, Kultur Jaringan adalah membudidayakan jaringan tanaman menjadi tanaman baru yang mempunyai sifat sama dengan induknya. Kultur Jaringan diartikan pula dengan memelihara & menumbuhkan organ tanaman (embrio, tunas, bunga dsb) atau jaringan tanaman (sel, kalus, protoplast) pada kondisi aseptik. Tujuan dilakukannya kultur jaringan adalah: – Memeroleh bibit tanaman baru yang lebih baik – Lebih cepat dabn lebih banyak, dalam waktu yang tidak terlalu lama dengan anakan yang seragam – Memperbanyak tanaman dengan sfat seperti induknya – Perbanyakan tanaman denngan teknik ini membuat tanaman bebas dari penyakit karena dilakukan secara aseptik Penggunaan metode ini sangat ekonomis dan komersial Kultur jaringan akan lebih besar keberhasilannya bila menggunakan jaringan meristem. Jaringan meristem adalah jaringan muda, yaitu jaringan yang terdiri dari sel-sel yang selalu membelah, dinding tipis, plasmanya penuh dan vakuolanya kecil-kecil. Kebanyakan orang menggunakan jaringan ini untuk tissue culture. Sebab, jaringan meristem keadaannya selalu membelah, sehingga diperkirakan mempunyai zat hormon yang mengatur pembelahan.

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.