GERAKAN PENGENDALIAN PENGGEREK BATANG DI DESA KEDUNGWUNGU KEC TEGOWANU

GERAKAN PENGENDALIAN OPT PADI DI DESA KEDUNGWUNGU KEC.TEGOWANU

Komoditi tanaman pangan terutama padi yang merupakan makanan pokok yang penting dalam pemenuhan kebutuhan pangan. Dalam kegiatan usahatani, organisme pengganggu tanaman (OPT) menjadi salah satu faktor pembatas potensi hasil yang diharapkan.
Penggerek batang merupakan salah satu hama utama tanaman padi yang menyerang tanaman mulai fase vegetatif hingga fase generatif. Penggerek batang padi yang menyerang pada masa /stadium vegetatif menyebabkan kematian anakan (tiller) muda yang biasa disebut sundep (deadhearts) . Kehilangan hasil akibat serangan penggerek batang padi pada stadium vegetatif dapat dikompensasi dengan pembentukan anakan baru. Berdasarkan simulasi pada stadium vegetatif, tanaman dapat mengganti kerusakan akibat penggerek batang padi sampai 30%. Serangan pada stadium generatif menyebabkan malai tampak putih dan hampa yang disebut beluk (whiteheads) .Kerugian hasil yang disebabkan gejala beluk berkisar 1-3% atau rata-rata 1.2%.
Untuk mengantisipasi serangan penggerek batang, Kelompok Tani Sidodadi ,Desa Kedungwungu, Kec. Tegowanu, Kab Grobogan melakukan Gerakan Pengendalian pada hari Kamis (25/1) dengan di damping Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) setempat ,Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) Kec. Tegowanu,Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Kec. Tegowanu, dan Babinsa setempat,
Gerakan pengendalikan di laksanakan di hamparan seluas 137 ha yang ditanami padi varietas Ciherang dan situbagendit yang berumur antara 25 – 30 Hst. Gerakan pengendalian ini dilakukan berdasarkan rekomendasi dari petugas POPT Kec. Tegowanu dimana dari hasil pengamatan rutin ditemukan hama Penggerek Batang dengan populasi sekitar 0,6 ekor/rumpun (rpn). Sementara musuh alami yang berada di lokasi pengamatan adalah Paederus sp., Lycosa sp., dan Tyto Alba, serta luas serangan 72 ha dengan intensitas 16,66%. Berdasarkan hasil pengamatan tersebut maka bahan yang di gunakan pada Gerakan Pengendalian kali ini adalah Sidatan 410 SL ( 15 ltr ). Gerakan pengendalian pada hari selasa (25/1) melibatkan petani sebanyak 25 orang.

“Setelah dilaksanakan gerdal tetap wajib diamati setiap hari, sebab penyebab serangan penggerek batang diantaranya waktu tanam yg kurang memperhatikan puncak masa kawin ngengat, jeda waktu pengolahan dengan masa tanam yg relatif singkat dan Pemupukan unsur N berlebih, pengurangan unsur N dalam pemupukan selanjutnya wajib dilakukan dan kondisikan airnya macak2”,Jelas Nita PPL setempat

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *