Gerakan Tanam Kedelai APBNP 2017 di Kabupaten Grobogan

Bertempat di Desa Kalangbancar Kecamatan Geyer Kabupaten Grobogan diadakan acara ” Pencanangan Gerakan Tanam Serentak Kedelai APBN-P Tahun 2017″ Hari Jumat (6/10/2017).
Hadir dalam acara ini Dirjen Tanaman Pangan Dr. Ir.Sunarjo Gatot Irianto, MS,DAA , Bupati Grobogan Sri Sumarni, SH, MM , Ketua DPRD Grobogan Agus Siswanto,S.Sos, Aster Kasdam IV/Diponegoro Kol.Inf.Amrin Ibrahim, Dandim 0171/Purwodadi Letkol Jan Piter P. Gurning, Direktur Akabi Dirjen TP Ir. Rita Mezhu,MM, Kapolres Grobogan AKBP. Satria Rizkiano,SIK,MSi,MM, Kajari Grobogan Edi Handojo,SH, Ketua Pengadilan Tinggi Purwodadi Tri Yuliani,SH,MH, Kadinas Pertanian Kabupaten Grobogan Ir. Edhie Sudaryanto, MM ,Kadinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah Ir. Yuni Astuti,MA ,Kasiops Korem 073/Makutarama Mayor.inf.Teddy Himawan Laksono, Kepala Gudang Bulog 4 Purwodadi Zufron dan Para Tamu Undangan lainnya.

Acara Pencanangan Gerakan Tanam Serentak Kedelai dilakukan untuk menggemakan ke seluruh negeri bahwa kita mampu, kita siap dan kita bisa memenuhi kebutuhan kedelai nasional serta menswasembadakan kedelai secara berkelanjutan yang dimulai pada tahun 2018.

Bupati Grobogam Sri Sumarni dalam sambutannya Mengatakan Kami atas nama Pemerintah Daerah, dan sekaligus mewakili petani di Kabupaten Grobogan, mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada Kementrian Pertanian yang selama ini banyak memberikan dukungan pembanginan pertanian di Kabupaten Grobogan. Para petani dilahan sawah tadah hujan saat seperti inilah sedang ramai-ramainya menanam kedelai, Luas Tambah Tanam ( LTT ) sampai dengan bulan September 2017 mencapai 22.713 ha, maka perkiraan produksi tahun 2017 mencapai 51.104 ton. Salah satu upaya pemerintah Kabupaten Grobogan dalam mewujudkan Kabupaten Grobogan sebagai Kota Kedelai telah mendirikan Rumah Kedelai Grobogan (RKG) yang menggambarkan “Agrobisnis” kedelai dari hulu sampai hilir, yaitu dengan membangun seed center, tempat pengolahan Tempe dan Tahu Higienis, ruang pembelajaran, Lahan percontohan, Pusat Promosi serta Resto.

Produksi Kedelai di Kabupaten Grobogan memberi sumbangan besar terhadap produksi kedelai regional maupun nasional. Tahun 2016, produksi kedelai di Kabupaten Grobogan mencapai 48.316 ton wose kering.
Ini berarti memberi kontribusi sebesar 43,08, % terhadap total produksi di Jawa Tengah. Sedangkan untuk tingkat nasional memberi kontribusi 4,9 % terhadap total produksi kedelai nasional.
Upaya pemerintah dalam mewujudkan swasembada kedelai, Kegiatan APBN-P 2017 telah menyiapkan Perluasan Areal Tanam (PAT) baik dilahan Perhutani, Hutan Rakyat maupun Tegal seluas 7.357 ha, yang diantaranya di Desa Kalangbancar ini seluas 200 Ha, serta APBD.Provinsi seluas 1.515 Ha.
Kedelai yang ditanam petani Grobogan adalah Kedelai Varietas Grobogan. Kedelai ini memiliki keunggulan, yaitu berumur sangat pendek (76 hari); ukuran biji besar (18 gram per 100 biji), produksi tinggi (potensi hasil 3,4 ton per ha). Kelebihan lainnya adalah kandungan protein kedelai ini sangat tinggi yaitu 43,9%, lebih tinggi dibanding kedelai impor yang hanya sebesar 34%. Itulah sebabnya permintaan benih Kedelai Varietas Grobogan dari waktu ke waktu semakin meningkat baik untuk wilayah Jawa maupun luar Jawa.

” Saya berkeyakinan varietas kedelai “Grobogan” dengan kondisi iklim yang mendukung serta kesesuaian spesifik lokasinya, Insya Allah potensi hasil cukup tinggi ” kata Sri.

Dirjen Tanaman Pangan Sumarjo Gatot Irianto mengatakan Pada tahun 2018 sasaran produksi Kedelai telah ditetapkan sebesar 3 juta ton. Dengan prognosa kebutuhan kedelai sebesar 2,8 juta ton.
Pengembangan kegiatan APBN-P Kedelai seluas 500.000 ha merupakan kegiatan percepatan pendukung Swasembada Kedelai 2018.

Saya minta kepada seluruh Jajaran Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk :
Segera melakukan tanam kedelai diwilayahnya masing-masing. Memaksimalkan semua potensi lahan PATB kedelai, lahan bera, lahan pasang surut, lahan perhutani dan lahan perkebunan TBM serta lahan eks tambang untuk ditanami kedelai pada bulan Oktober sampai dengan November tahun 2017. Memastikan kesiapan benih kedelai di masing-masing daerah atau bagi daerah yang tidak tersedia benih segera lakukan komunikasi dan kerjasama dengan penyedia benih di provinsi lain. Melakukan pengawalan dan pengamanan dari mulai persiapan tanam sampai dengan panen. Gerakkan seluruh potensi yang ada di daerah untuk menunjang peningkatan produksi. Serta Saya harapakan Tingkatkan sinergisme provinsi dan kabupaten/kota dalam pengawalan program swasembada Kedelai, dan pastikan seluruh stakeholders dapat memaksimalkan perannya mendorong peningkatan produksi dan pengamanan melalui pembelian hasil panen dalam negeri.

” Bersiaplah bagi kita semua untuk menjadi bagian dari sejarah dalam upaya mewujudkan Swasembada Kedelai Tahun 2018 ” pungkas Gatot.

Penulis : bonie

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *