GROBOGAN MENJELANG MUSIM PANEN RAYA JAGUNG

Grobogan akan tetap menjadi produsen jagung utama di Indonesia. Hal itu terlihat dari luasnya areal jagung yang tidak lama lagi akan memasuki masa panen raya. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan, Ir.Edhie Sudaryanto, MM mengatakan “Terdapat lebih dari 40 ribu ha tanaman jagung yang akan memasuki masa panen dalam 2(dua) bulan kedepan. Lokasi panen menyebar di 12 (dua belas) kecamatan sentra utama jagung, yaitu Karangrayung, Toroh, Geyer, Pulokulon, Kradenan, Gabus, Ngaringan, Wirosari, Grobogan, Tawangharjo, Purwodadi dan Tanggungharjo”.

Tahun 2017, total luas panen jagung di Grobogan diperkirakan tidak kurang dari 120 ribu ha. Apabila rata rata produktivitas 6 ton per ha, produksi jagung di Grobogan selama Tahun 2017 tidak kurang dari 720 ribu ton. Ini berarti Grobogan tetap menjadi produsen jagung terbesar di Jawa Tengah.
Disinggung tentang harga jagung saat panen raya nanti. Edhie mengatakan harga jagung pipilan kering hari ini (10 Agustus 2017) masih pada angka Rp 4. 000 per kg. Ini artinya masih di atas Harga Acuan Pembelian Pemerintah Rp.3.050 untuk jagung dengan kadar air 20%. Pada puncak panen raya nanti, diharapkan harga itu masih bisa bertahan, paling tidak Harga Acuan dapat terwujud. “Berita baik bagi para Petani jagung krn Pak Menteri Pertanian sdh berjanji tahun ini tidak akan impor jagung” (Bondan)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *