HALAL BIHALAL KELUARGA BESAR DINAS PERTANIAN KABUPATEN GROBOGAN

 

HALAL BIHALAL KELUARGA BESAR DINAS PERTANIAN KABUPATEN GROBOGAN

Masih dalam suasana Hari Raya Idul Fitri 1439 H, Keluarga Besar Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan melaksanakan Halal Bihalal pada hari Kamis 28 Juni 2018 di Rumah Kedelai Grobogan. Acara ini dihadiri oleh Sekda Kabupaten Grobogan,  Asisten Pembangunan dan Perekonomian Sekda Grobogan, seluruh seluruh karyawan karyawati Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan baik ASN maupun Non ASN. Selain itu hadir pula para pensiunan Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan. Sebagai penceramah dalam kegiatan ini adalah K.H. Nurul Amin dari Desa Temurejo Kecamatan Karangrayung.

Acara Halal Bihalal sudah menjadi tradisi di adakan Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan di setiap tahun  dengan tujuan utama adalah  meningkatkan tali silaturahmi  di antara karyawan karyawati beserta Pimpinan Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan.

 

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan Ir.Edhie Sudharyanto,M.M. mengatakan “Salah satu tugas yang sampai saat ini masih tetap menjadi fokus kita adalah Pelayanan Publik. Negara harus hadir ketika masyarakat membutuhkan solusi. Dinas Pertanian Grobogan harus hadir mendampingi masyarakat dalam mengatasi permasalahan yang terjadi terutama mengenai sektor pertanian, “jelas Edhie.

Sementara itu Asisten 2 Sekda Grobogan Ir.Ahmadi Widodo, M.T. yang mewakili Bupati Grobogan membacakan sambutan Bupati Grobogan yang memberikan “apresiasi yang setinggi – tingginya atas kekompakan dan kerja keras seluruh element yang ada di Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan untuk memajukan Pertanian di Kabupaten Grobogan sehingga banyak prestasi baik di tingkat Daerah maupun Nasional yang berhasil diraih”, kata Ahmadi.

 

Dalam tausiyah halal bihalal,  Ustadz K.H Nurul Amin menyampaikan  Pencapaian takwa bagi seorang muslim ditandai dengan munculnya karakter positif pada dirinya, di antaranya setelah menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan. Puasa di bulan Ramadhan, umat Islam dengan rela menahan haus, lapar dan hawa nafsu lainnya sejak subuh hingga maghrib. Tidak ada satupun yang memaksa, namun dilaksanakan dengan ikhlas.  Ini juga salah satu bentuk karakter yang muncul ketika menjalani ibadah puasa, yaitu karakter taat.

Bagi yang mencoba melanggar dengan membatalkan puasa di siang hari namun mengaku puasa kepada orang lain, ia akan dihadapkan kepada penilaian Allah SWT. Bisa dipastikan hati nuraninya akan mengaku bersalah ketika mengaku puasa kepada orang lain padahal baru saja ia makan dan minum di siang hari. Maka puasa juga membentuk karakter jujur pada diri seorang muslim.

Masih banyak lagi karakter positif yang dibentuk melalui puasa dan ibadah di bulan Ramadhan. Semoga kita termasuk orang-orang yang mendapatkan derajat ketakwaan di bulan Ramadhan ini

(IP)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.