Kementan Petakan Kawasan Bawang Merah dan Aneka Cabai di Grobogan

poktan tanggungharjo dikunjungi tim pemetaan kawasan bawang merah dan aneka cabai

Keberhasilan Ekspor bawang merah ke Thailand baru-baru ini ternyata tidak membuat Menteri Pertanian RI,  Amran Sulaiman berpuas diri.  Kerja keras untuk meningkatkan produksi kedua komoditas strategis, yaitu bawang merah dan aneka cabai terus dilakukan.
Salah satunya adalah dengan mulai dilakukan *Pemetaan Kawasan Pengembangan* di daerah yang dinilai potensial.

Dalam pengantar diskusi di Ruang Rapat Dinas Pertanian Kab. Grobogan pada hari Senin, 21 Agustus 2017, Ketua Tim Pemetaan Kawasan Ir. Sofyan Ritung, M.Sc. dari Balai Besar Sumber Daya Lahan Pertanian Kementan mengatakan : “Pemetaan Kawasan di Jawa Tengah oleh Kementan tahun 2017 ini dilaksanakan di Brebes dan Grobogan. Untuk Grobogan akan dilakukan selama 4 hari, yaitu mulai tanggal 21 sampai dengan 24 Agustus 2017. Akan kita petakan kecamatan dan desa mana saja yang akan ditetapkan sebagai kawasan Pengembangan Bawang Merah dan Aneka Cabai. Pemetakaan daerah2 yang memiliki potensi untuk pengembangan kedua komoditas tersebut juga akan dilakukan. Hasil akhir yg ingin diperoleh adalah tersusunnya peta Kawasan dengan skala 1:50.000”.
“Dengan tersusunnya peta detail ini, diharapkan pengembangan kedua komoditas tersebut akan menjadi lebih terfokus dan hasilnya lebih signifikan” tambahnya.

Dr. Poppy Rejeki Ningrum dari Balai Penelitian Agro-Klimatologi Kementan, yang ikut dalam rombongan mengungkapkan : “Salah satu syarat untuk bisa ditetapkan sebagai Kawasan Bawang Merah dan Cabai adalah Indeks Pertanaman (IP) Padi tidak boleh lebih dari 100%.” Jadi, bawang merah dan Cabai tidak boleh menggeser tanaman padi. Padi tetap harus menjadi prioritas. Petani padi diharapkan tetap menanam padi,” lanjutnya.

Ir. Edhie Sudaryanto, MM, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan dalam paparannya mengatakan, “Dinas Pertanian sebenarnya sudah memiliki peta spasial untuk wilayah kerja kelompok tani,  dengan skala 1:50.000, tetapi masih belum terinci menurut komoditasnya.”
Oleh karena itu, dia menyambut baik inisiatif Kementerian Pertanian untuk menyusun peta spasial Kawasan Bawang Merah dan Aneka Cabai di Grobogan. “Peta itu nantinya akan sangat bermanfaat bagi Dinas Pertanian untuk menyusun rencana program pembangunan daerah ke depan” lanjut Edhie Sudaryanto.

 

Pada kesempatan itu, Edhie Sudaryanto juga mengusulkan beberapa kecamatan untuk ditetapkan sebagai Kawasan dan Potensial Pengembangan. “Dengan pertimbangan potensi yang tersedia, diusulkan Kawasan Pengembangan Bawang Merah seluas 4000 Ha, meliputi Kecamatan Penawangan, Klambu, Godong,  Gubug,  Tanggungharjo,  Tegowanu, dan Toroh.  Untuk Kawasan Aneka Cabai seluas 2000 HA, meliputi Kecamatan Kradenan, Geyer, Klambu, Brati, Wirosari, Ngaringan, Toroh, Tegowanu, Tanggungharjo, Purwodadi dan Pulokulon”.
” Ini hanya masukan, keputusan kami serahkan kepada Tim untuk menentukan daerah mana saja yang dipilih untuk ditetapkan sebagai Kawasan Pengembangan Bawang Merah dan Cabai”,  tambah Edhie Sudaryanto.

Diskusi yang juga dihadiri oleh Zainul Azmi, SP., M.Ec., M.SE. dan Yenny Nurcahya S, SP., MPA., ekspert dari Biro Perencanaan Kementerian diakhiri dengan melakukan survey lapangan.(wieds)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.