KONSOLIDASI TANAM KEDELAI 100.00 HEKTAR KABUPATEN GROBOGAN

KONSOLIDASI TANAM KEDELAI 100.00 HEKTAR KABUPATEN GROBOGAN

 

Bertempat di Saung Tani Dinas Pertanian diadakan acara “Konsolidasi Tanam Kedelai 100.000 Ha Kabupaten Grobogan” yang dilanjutkan dengan Pembacaan Ikrar dan Semangat 100.000 Ha Kedelai serta tanam kedelai bersama di lahan Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan Hari Kamis (12/10/2017). Acara ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan Pencanangan Gerakan Tanam Kedelai di Desa Kalangbancar Kecamatan Geyer beberapa hari yang lalu. Hadir dalam acara ini Bupati Grobogan yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan Yulianto, SE, Asisten II Bidang Perekonomian, Pembangunan dan Kesra Ir. Ahmadi Widodo, MT, Dandim 0717 Purwodadi Letkol. Inf. Jan Piter Parningotan Guring, Kadistan Kab.Grobogan Ir. Edhie Sudaryanto, MM, KA Sub Divre Bulog Wil I Semarang, Administratur /KKPH Perum Perhutani Purwodadi, Gundih, dan Telawa yang diwakili Suwarso, Ketua KTNA Kab.Grobogan Suwardi, Ketua HKTI Kab.Grobogan Sri Suharni dan Sekitar 400 orang tamu undangan meliputi Ka.UPT Dinas Pertanian Kab.Grobogan beserta Penyuluh ASN, THL TBPP dan Swadaya, Danramil Kodim 0717/ Purwodadi beserta Babinsa dan Mahasiswa Pendamping APBNP Kementan

 

Acara di mulai Pukul 10.00 wib yang diawali dengan laporan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan Ir. Edhie Sudaryanto, MM. Dalam laporannya, setelah sukses dengan Program Swasembada Beras dan Jagung Tahun 2017. Pemerintah menergetkan segera bisa swasembada kedelai di Tahun 2018. Kementerian Pertanian menjadikan Kabupaten Grobogan sebagai Pusat Kedelai Nasional sehingga bisa menjadi katalisator dan akselerator perkembangan kedelai nasional. Untuk itu, disyaratkan luas areal kedelai di Kabupetan Grobogan bisa ditingkatkan 5 kali lipat, dari 20 ribu hektar menjadi 100 ribu hektar. Persoalan kedelai tentunya lebih sulit, karena saat ini produksi dalam negeri hanya mampu mencukupi lebih kurang 20% dari kebutuhan nasional. Luas panen kedelai sangat kecil, kedelai impor transgenik berharga murah tidak bisa dikendalikan dan menguasai pasar dalam negeri,ini bukan pekerjaan mudah tetapi tentunya bukan pula hal yang mustahil terlaksana.

 

Kadistan Kab.Grobogan Edhie Sudaryanto menekankan ada 3 (tiga) hal yang harus kita lakukan agar program 100 ribu Ha Kedelai ini berhasil. Pertama Penerapan Integrated Management dari hulu sampai hilir. Seperti apa yang sudah dilakukan dengan Rumah Kedelai Grobogan, sebuah model agribisnis berbasis kedelai lokal. Hal kedua yang harus kita lakukan adalah segera melakukan Land Management, mengatur peruntukan dan pemanfaatan lahan yang tersedia secara cermat. potensi lahan pertanian yang ada di Kabupaten Grobogan adalah seluas 124.286 Ha, yang terdiri dari Lahan Sawah 82.846 Ha dan Lahan Pertanian bukan sawah 41.440 Ha, termasuk di dalamnya lahan tegalan, hutan rakyat dan hutan negara. Lahan tersebut harus diatur pola tanamnya, dipilih komoditas apa yang akan ditanam dan teknologi apa yang digunakan, sehingga memberi hasil yang optimal. Hal ketiga yang perlu juga menjadi perhatian kita adalah komitmen kita semua. Komitmen dan pembagian peran yang jelas antara pemerintah, pemerintah propinsi, pemerintah kabupaten, dan stakeholder lainnya, termasuk komitmen dan peran Perum Perhutani, Perum Bulog serta tentunya peranserta Jajaran Kodim 0717/Purwodadi.

 

“Mohon ijin saya menyampaikan informasi, Kabupaten Grobogan minggu lalu mendapatkan Panghargaan dari Dirjen Hortikultura Kementan selaku Penanggung Jawab Upsus Pajale Jawa Tengah Sebagai Peringkat ke-2 untuk capaian LTT Padi Tingkat Propinsi Tahun 2017” kata Edhie.

Bupati Grobogan melalui Asisten II Ahmadi Widodo mengatakan Di Kabupaten Grobogan, usaha tani kedelai sebenarnya tidak kalah menguntungkan dari segi penerimaan petani dibanding komoditi padi dan jagung. Dari perhitungan penerimaan petani, dengan acuan produksi rata-rata di Kabupaten Grobogan, umur tanaman dan harga patokan pemerintah maka komoditi kedelai dapat menghasilkan pendapatan kotor sebesar Rp 223.000 per hari, lebih besar dibanding padi sebesar Rp 200.000 per hari dan jagung Rp. 160.000 per hari. Kabupaten Grobogan ditetapkan sebagai Pusat Kedelai Nasional, diharapkan tercapai swasembada kedelai nasional. Untuk itu luas tanam kedelai di Kabupaten Grobogan tidak cukup dengan 20.000 ha, tetapi harus diperluas mencapai 100 ribu ha.

 

“Pemerintah melalui Kementrian Pedagangan sudah mengeluarkan Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 27/M-DAG/PER/5/2017 tentang Penetapan Harga Acuan Pembelian di Petani dan Acuan Penjualan di Konsumen, Harga Patokan Pemerintah untuk pembelian kedelai di tingkat petani adalah Rp. 8.500,- per kg, yang direncanakan akan diserap oleh Bulog” kata Ahmadi.

Hal senada disampaikan Komandan Kodim 0717/ Purwodadi Jan Piter Parningotan Gurning pada kegiatan Konsolidasi Tanam Kedelai, saya mengajak dan mengimbau instansi terkait untuk bekerja sama dan membatu dalam mensukseskan Program Peningkatan Produksi Kedelai Kabupaten Grobogan khususnya dan Nasional pada umumnya diantaranya melalui pemberdayaan wilayah hutan. Perlu kerjasama yang solid dari semua pihak diantaranya Petani, Dinas Instansi serta TNI untuk dapat mencapai hasil yang maksimal dimulai dengan Ikrar Bersama. Diharapkan produksi kedelai dapat meningkat secara signifikan dan Kabupaten Grobogan dapat menjadi sumber produksi kedelai serta ikut andil mencapai swasembada Kedelai secara Nasional.

 

“Saya Ucapkan Terima Kasih kepada semua pihak atas kerjasamanya bersama TNI/KODIM 0717 Purwodadi dalam kegiatan UPSUS Pajale peningkatan Swasembada Pangan dan Kegiatan SERGAB selama 3 tahun telah berjaan dengan baik bahkan mencapai beberapa Prestasi Tingkat Nasional “ pungkas Jan Piter. ( bonie )

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *