Lebih Menguntungkan, LMDH Sumber Lestari Grobogan Pilih Tanam Jagung Hibrida

Petani yang tergabung dalam wadah Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) makin setia menanam jagung hibrida. Pilihan menanam jagung hibrida dilakukan setelah petani merasakan hasil yang didapatkan dibandingkan dengan jenis komposit.
Para petani yang setia menanam jagung hibrida salah satunya adalah anggota LMDH Sumber Lestari Desa Temurejo, Kecamatan Karangrayung. LMDH yang ada di bawah binaan Perum Perhutani KPH Telawah ini memiliki lahan garapan seluas 662 hektar. Hampir semua areal ini ditanami jagung hibrida sebanyak dua kali dalam setahun. Penanaman jagung hibrida dilakukan dengan menggunakan pengairan sistem kocor.
Ketua LMDH Sumber Lestari Jayat menyatakan, anggotanya lebih memilih jagung hibrida karena hasilnya jauh lebih bagus. Menurut Jayat, dari pengalaman menanam jagung hibrida selama ini, hasil produksinya bisa berkisar 6 ton per hektar.
“Jika musim sedang bagus, hasil yang didapat malah bisa sampai 8 ton. Selain hasilnya tinggi, jagung hibrida juga lebih tahan penyakit bulai dibanding jagung komposit. Oleh sebab itu, jagung hibrida kini jadi pilihan pertama,” jelasnya.
Menurut Jayat, tingginya hasil produksi jagung hibrida juga berimbas dengan naiknya pendapatan yang didapat. Terlebih, ketika harga jagung sedang bagus-bagusnya, seperti saat panen bulan lalu yang laku Rp 4 ribu per kilo. Bagusnya harga jagung ini secara tidak langsung merupakan imbas positif berdirinya sejumlah pabrik pakan ternak di Grobogan.
Masih dikatakan Jayat, selain jagung, ada beberapa petani yang menanam kacang hijau dan cabe rawit. Penanaman komoditas ini beberapa diantaranya dilakukan dengan sistem tumpang sari dengan tanaman pisang.
Mayoritas petani memang lebih memilih menanam jagung karena lebih menguntungkan. Jika dibandingkan kedelai yang harganya Rp 6 ribu per kilo atau kacang hijau Rp 14 ribu per kilo, masih lebih untung kalau hasil menanam jagung hibrida.


“Disamping itu, dengan menanam jagung maka bisa punya persediaan bahan pangan alternatif. Soalnya, jagung juga bisa dikonsumsi sebagai pengganti beras,” sambung Jayat.
Jayat menambahkan, saat ini anggota LMDH sudah mulai pengolahan lahan untuk persiapan tanam jagung hibrida pada musim labuhan nanti. Yakni, pada kurun waktu September sampai Oktober.
Para petani selama ini sudah terbiasa melakukan persiapan lahan jauh hari sebelum masuknya musim labuhan. Tujuannya supaya kondisi tanahnya bisa lebih matang. Persiapan lebih awal itu juga dilakukan agar ketika hujan turun maka petani bisa secepatnya melakukan penanaman.
“Setelah selesai mempersiapkan lahan di hutan, kami gantian nggarap tanah sawah di desa. Karena hampir semua anggota LMDH ini juga punya garapan tanah sawah,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Grobogan Edhie Sudaryanto menambahkan, jagung merupakan salah satu komoditas andalan. Dijelaskan, setiap tahun, luas panen jagung di Grobogan sekitar 120 ribu hektar. Adapun produktivitas rata-ratanya mencapai 6 ton per hektar.
“Produksi jagung setiap tahun totalnya mencapai 720 ribu ton. Dengan capaian ini, Grobogan menyumbang lebih dari 20 persen prdiksi jagung di Jawa Tengah,” jelasnya.
Menurutnya, tingginya produksi jagung disatu sisi juga disebabkan kepiawaian petani dengan melihat dari varitas yang digunakan. Dimana, lebih dari 90 persen varitas yg digunakan adalah jenis hibrida yang dikenal sebagai varitas berharga mahal. Varietas ini harus ditanam dengan teknologi penuh agar potensi hasilnya tercapai.
Ditambahkan, tingginya produksi jagung inilah yang menjadi salah satu alasan perusahaan pakan ternak multi nasional memilih mendirikan pabriknya di Grobogan. Antara lain PT Japfa Comfeed, PT Malindo Feedmill Tbk, Cargill, PT Karya Tunas Glorindo, dan CV Wiguna. Selain itu terdapat pula banyak perusahaan lokal yang melakukan bisnis jagung.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.