OPTIMALISASI RICE TRANSPLANTER DI GAPOKTAN KARYA TANI DESA WERDOYO

OPTIMALISASI RICE TRANSPLANTER DI GAPOKTAN KARYA TANI DESA WERDOYO

Pada budidaya padi, kegiatan tanamnya memerlukan banyak tenaga kerja, yaitu sekitar 25% dari seluruh kebutuhan tenaga kerja. Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan dalam rangka mengatasi permasalahan ini berupaya mengintroduksikan teknologi mekanisasi budidaya padi melalui fasilitasi bantuan Rice Tranplanter kepada Gapoktan. Mekanisasi ini sebagai alternatif solusi tenaga tanam yang semakin berkurang jumlahnya.
Rice transplanter merupakan salah satu mesin penanam padi yang dipergunakan untuk menanam bibit padi yang telah disemaikan pada areal khusus dengan umur tertentu, pada areal tanah sawah kondisi siap tanam. Mesin dirancang untuk bekerja pada lahan berlumpur (puddle), oleh karena itu mesin ini dirancang ringan dilengkapi dengan alat pengapung.

Menurut penyuluh THL-TBPP wilayah Desa Werdoyo Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan, Totok Suryana, SP, Transplanter diwilayahnya merupakan bantuan dari pemerintah yang diterima pada tahun 2015. Berbagai cara dilakukan untuk mengoptimalkan penggunaan alat ini. Diantaranya dengan mengadakan pelatihan tingkat kelompok pembuatan persemaian baik secara kering dengan cara baki diletakan pada susunan rak bertingkat maupun secara basah dengan meletakan baki pada areal persemaian di lahan sawah.
Yahmin, ketua Gapoktan Karya Tani Desa Werdoyo mengatakan bahwa cara persemaian basah lebih banyak dipergunakan di wilayahnya. “Upaya lain untuk optimalisasi penggunaan Rice Transplanter ini dilakukan dengan menerima order tanam baik di wilayah desanya sendiri maupun desa tetangga. Seperti pada Musim Tanam MT I ini Gapoktan Sumber Rejeki meminjam alat ini untuk lahan di Desa Guci,” yahmin menambahkan.

Totok Suryana menjelaskan bahwa secara teknis teknologi Rice Transplanter dapat digunakan asalkan teknologi diterapkan sesuai SOP penyiapan lahan, penyiapan benih dan perawatan tanaman. Demikian pula secara ekonomis penggunaan alat ini berpeluang sebagai subtitusi atau pengganti tenaga tanam (manusia) melalui sistem UPJA (Unit Pengelola Jasa Alsintan) di tiap desa (Rida).

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.