PANEN RAYA BERSAMA MENTRI PERTANIAN DI KABUPATEN GROBOGAN

PANEN RAYA BERSAMA MENTRI PERTANIAN DI DESA MENDURAN KEC.BRATI

 

PANEN PADI BERSAMA MENTERI PERTANIAN DI KABUPATEN GROBOGAN

Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman melakukan Kunjungan Kerja dalam rangka Panen Padi di Desa Menduran Kecamatan Brati Kabupaten Grobogan, Selasa (23/1). Hadir pada acara tersebut Bupati Grobogan beserta jajarannya, Aster Kasad (Mayjen TNI Supartodi), Ketua KPPU (Komisi Pengawasan Persaingan Usaha Pusat), Dirjen Tanaman Pangan Kementan (Sumardjo Gatot Irianto), Dirjen Hortikultura (Spudnik Kamijo), Anggota DPD RI (Denty Eka Widi Pratiwi), Dirjen PDN Kemendag RI (Tjahya Widayanti), Kasdam IV/ Diponegoro (Brigjen TNI Bakti Agus Fadjari), Aster Kasdam IV/Dip (Kol. Inf. Amrin Ibrahim), Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah (Yuni Astuti),Kepala Dinas/Instansi terkait, Muspika Kecamatan Brati, serta petani dan penyuluh pertanian Kabupaten Grobogan sebayak 700 orang.

Hamparan areal padi di Desa Menduran yang di panen seluas 365 ha dengan varietas Ciherang. Provitas padi mencapai 7 – 8 ton / ha dengan harga Gabah Kering Panen (GKP) Rp. 5.200,- /kg.
Sistem pengairan yang digunakan pada areal ini dengan pompanisasi. Panitia Pompa dan Gapoktan Dewi Makmur Desa Menduran yang diketuai oleh Seno mengkoordinasi pemakaian pompanisasi ini dengan anggota 8 Kelompok Tani di Desa Menduran.

Bupati Hrobogan dalam sambutannya menyebutkan bahwa luas panen padi di Kabupaten Grobogan pada bulan Januari 2018 diperkirakan 12.064 ha dengan produksi sebesar 90.842 ton. Sedangkan sasaran panen padi di Kabupaten Grobogan Tahun 2018 mencapai 139.796 ha dan hingga akhir Maret akan tercapai luas panen seluas 121.480 ha atau 87%. Sisanya, 17.956 ha atau 13% dari sasaran panen akan tercapai pada bulan April – September 2018.
“Pada Januari 2018 perkiraan luas panen 12.064 ha dengan produksi 90.842 ton Gabah Kering Giling atau setara dengan 51.789 ton beras. Surplus pada bulan Januari 2018 lebih kurang sebesar 36.143 ton” Sri Sumarni menambahkan.

“Harga gabah saat ini turun. Beberapa waktu lalu, harga gabah panen mencapai Rp 5.700 dan hari ini menjadi Rp 5.000 per kilogram. Ini artinya, gabah panen pada awal tahun ini sudah terserap pasar. Kami juga menghimbau agar beras juga bisa diturunkan Rp 700 per kilogramnya,” jelas Amran Sulaiman dalam sambutannya.

“Banyak kalangan yang meragukan produksi gabah dan beras kita, namun dengan sendirinya sudah gugur. Kita lihat panen melimpah hari ini, satu minggu satu bulan ke depan panen padi kita mencapai dua juta hektar. Seluruh Indonesia produksi beras 5 sampai 6 juta ton dan kebutuhan beras kita perbulan 2,5 juta ton,“ Amran Sulaiman menambahkan.

“Khusus di Jawa Tengah panen tahun ini sangat besar dengan perkiraan 1,8 juta ton tahun sampai 2 juta ton gabah/beras.
Kita syukuri juga sudah dua tahun berturut-turut tidak ada impor beras, yaitu tahun 2016 – 2017. Kita Syukur lagi jagung dulu kita impor 3,6 juta ton setara dengan 12 triliun kita sekarang sudah ekspor dan tidak impor lagi,” imbuh Amran.

Sementara itu, para petani yang hadir dalam dengan tegas meminta agar pemerintah tidak jadi melakukan impor beras. Sebab hal itu akan berdampak pada harga gabah hasil panen. Permintaan petani juga didukung Bupati Grobogan Sri Sumarni. Dalam sambutannya Sri Sumarni dengan tegas meminta agar tidak ada impor beras karena petani padi sudah masuk panen raya dan puncaknya bulan Maret nanti.
Pada kesempatan ini Menteri Pertanian Amran Sulaiman juga memberikan bantuan langsung kepada Kelompok Tani yang hadir dalam acara tersebut berupa Combine Harverster dan 2 unit traktor untuk THL – TBPP Kabupaten Grobogan . (IP)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *