Pelatihan Penggunaan Combine Harvester di Kabupaten Grobogan

Pelatihan Penggunaan _Combine Harvester_ di Kabupaten Grobogan

Dalam budidaya tanaman padi, salah satu tahapan kegiatan yang membutuhkan perhatian khusus adalah proses panen. Panen harus dilakukan secara tepat waktu untuk memperoleh kualitas hasil yang baik. Oleh karena itu, diperlukan banyak tenaga kerja pada proses panen, sehingga proses panen dapat dilaksanakan secara tepat waktu. Hal ini menjadi kendala, terutama di daerah-daerah tertentu yang jumlah penduduknya sedikit atau jumlah tenaga kerjanya terbatas. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan penggunaan mesin panen modern agar proses panen lebih efisien dan menghemat biaya panen.

Salah satu jenis mesin panen padi adalah _combine harvester_, yaitu mesin untuk memotong dan merontokkan padi. Lebih lanjut, pemahaman tentang _combine harvester_ sangat penting dalam pengelolaan pertanian. Dengan mengetahui bagian mesin dan cara kerja serta kinerja, pengelolanya akan dapat merencanakan dan mengatur penggunaan combine harvester dengan efisien dan ekonomis. Dengan demikian akan mendukung proses budidaya keseluruhan secara mekanis.

Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan melaksanakan pelatihan penggunaan _combine harvester_ pada hamparan padi siap panen di Desa Tanjungharjo Kecamatan Ngaringan Kabupaten Grobogan (Rabu, 09052018). Pelatihan tersebut diperuntukkan bagi petugas kecamatan dan operator _combine harvester_ ukuran sedang dan kecil yang merupakan penerima bantuan dari kegiatan APBN Kementerian Pertanian RI.

Hadir dalam acara pelatihan ini Kasi P2HP Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan, Nur Widiastuti, S.Si., M.Si. didampingi Kepala UPT Dinas Pertanian Kecamatan Ngaringan, Matamari, S.P. beserta penyuluh pendamping. Sebagai Narasumber dalam acara tersebut adalah perwakilan dari CV. Karya Hidup Sentosa (Quick) dan PT. Rutan (Crown).

Widiastuti dalam sambutannya menyampaikan bahwa penggunaan mekanisasi alsintan untuk zaman sekarang oleh petani adalah merupakan suatu yang harus dan tidak bisa dihindari. Mekanisasi pertanian diperlukan dalam pengelolaan sistem budidaya tanaman, terutama dalam rangka efisiensi kerja dan penghematan biaya produksi, termasuk pada panen padi yang merupakan komoditas pangan utama Kabupaten Grobogan.

Teknisi CV. Karya Hidup Sentosa, Slamet menyampaikan beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum mengoperasi alat panen. _Pertama_, alat panen jenis combine merupakan gabungan dari beberapa proses panen dimulai dari menyisir kemudian memotong padi, merontokkan kemudian membersihkan dan terakhir menampung. Outputnya berupa gabah yang sudah ada dalam karung sehingga petani tidak perlu banyak membuang tenaga untuk berpindah–pindah alat. Dan yang_kedua_, variasi lahan yang masih bisa dikerjakan meliputi _lahan kering dan lahan basah/berlumpur dengan batasan : Harus ada dasar yang keras / lapisan tanah kerasnya pada kedalaman 20 cm_. Kondisi lahan ini sangat penting untuk menentukan jenis _combain_ yang akan digunakan sehingga bisa lebih efektif, efisien dan berfungsi optimal.

Agus, Teknisi dari PT Rutan (Crown), menyampaikan bahwa yang tidak kalah penting dalam penggunaan _combine_ adalah pemeliharaan dan perawatannya setelah digunakan. Pergantian oli mesin untuk motor penggerak utama (diesel) harus dilaksanakan sesuai petunjuk penggunaan dan tidak boleh terlambat. Pembersihan pada filter solar dan filter udara basah secara berkala serta pelumasan pada semua organ yang melakukan pergerakan terutama setelai dipakai.
“Prinsipnya _operator yang harus mengikuti alat bukan sebaliknya_, tujuannya agar alsintan awet”, Agus menambahkan.
(wieds)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.