Pemkab Grobogan kembali rekrut 70 Penyuluh Pertanian Swadaya

*Pemkab Grobogan kembali rekrut 70 Penyuluh Pertanian Swadaya*

 

Pada Senin 16 Oktober 2017, bertempat di Aula Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan dilaksanakan Pelatihan Metodologi Bagi Penyuluh Pertanian Swadaya ( PPS) APBD II 2017 . Pelatihan diikuti oleh 70 orang Penyuluh Pertanian Swadaya yang berasal dari seluruh kecamatan di Kabupaten Grobogan. Materi pelatihan mengenai Media Penyuluhan Pertanian melalui Media Elektronik seperti Jaringan Internet. Diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya kemudian acara dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan Ir. Edhie Sudaryanto,M.M., didampingi Kabid Sarana dan Penyuluhan Ir. Latifawati Kun Akhadiana, M.M. dan Kasie Penyuluhan Christina Setyaingsih, SP, MP.

Kadispertan Edhie Sudaryanto dalam sambutannya mengatakan kehadiran Penyuluh Pertanian Swadaya ini diharapkan mampu menjadi penyuluh yang bisa melengkapi kekurangan tenaga penyuluh pertanian ASN secara nasional. Kekurangan tenaga penyuluh pertanian diakibatkan banyaknya penyuluh pertanian ASN yang memasuki masa pensiun. Sementara di beberapa daerah banyak terjadi moratorium penerimaan pegawai negeri.
“Penyelenggaraan penyuluhan pertanian dengan berbagai metode penyuluhan pertanian ditujukan untuk memberdayakan petani dan kelompok tani agar mampu memecahkan sendiri masalah usaha tani yang dihadapinya. Pengembangan metodologi yang bersifat partisipatif memberikan proses belajar bagi petani untuk meningkatkan kemampuannya dalam mengindentifikasi dan menganalisis masalah, serta peluang yang mereka miliki sendiri”, Edhie menambahkan.

“Berdasarkan UU Pertanian, idealnya satu desa itu satu penyuluh. Disinilah peran penyuluh swadaya atau mandiri itu sangat dibutuhkan,” kata Edhie

Kabid Sarana dan Penyuluhan Latifawati Kun Akhadiana yang biasa dipanggil Eva mengungkapkan, dilaksanakannya Pelatihan Metodologi Penyuluhan Bagi Penyuluh Swadaya ini kedepannya diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan kompetensi Penyuluh Pertanian Swadaya yang lebih baik sehingga membantu petani dalam mengoptimalkan hasil pertaniannya. Kehadiran Penyuluh Pertanian Swadaya diharapkan mampu menumbuh kembangkan lembaga penyuluhan non-struktural yang dikelola serta dimiliki oleh petani yang disebut Pos Penyuluhan Desa (Posluhdes).
“ Peran PPS, bukan hanya sebagai pelopor, tapi juga pembaharuan dan motivator dalam penyebar luasan informasi teknologi pertanian. PPS ini sifatnya mandiri untuk memenuhi kebutuhan pelaku utama dan usaha pertanian“ ungkap Eva

Kasie Penyuluhan Christina Setyaningsih menambahkan bahwa tugas Penyuluh Pertanian Swadaya yaitu melakukan pengawalan dan pendampingan kepada pelaku utama dan pelaku usaha di bidang pertanian. Dalam melakukan pengawalan dan pendampingan program pertanian di lapangan, Penyuluh Pertanian Swadaya bekerjasama dengan Penyuluh Pertanian ASN dan THL-TB PP melalui kegiatan penyuluhan pertanian. (bonie)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *