PENGHARGAAN PENDAMPING KEDELAI UNTUK SRIKANDI PENYULUH DINAS PERTANIAN KABUPATEN GROBOGAN

PENGHARGAAN PENDAMPING KEDELAI UNTUK SRIKANDI PENYULUH DINAS PERTANIAN KABUPATEN GROBOGAN

Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jendral Tanaman Pangan memberikan apresiasi kepada penyuluh pendamping kegiatan Program Peningkatan Produksi Kedelai APBN-P TA 2017. Penyerahan penghargaan itu sendiri secara langsung oleh Direktur Jendral Tanaman Pangan, Dr.Ir.Sumardjo Gatot Irianto, MS. DAA pada acara Pertemuan Sinkronisasi dan Koordinasi Program Pertanian T.A. 2018, (Selasa,27/2/ 2018) di Hotel Ibis Serpong,Tangerang Selatan.
Perwakilan dari Kabupaten Grobogan yang mendapatkan peghargaan tersebut adalah Muslikah,SP. Salah seorang Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL-TBPP) dari Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan mendapatkan Penghargaan sebagai pendamping terbaik ke II tingkat nasional dalam pencapaian produsi kedelai tertinggi yaitu 2,3 Ton/Ha.
Muslikah, SP. salah satu srikandi penyuluh wanita yang berasal dari Dusun Jamus, Desa Mangin, Kecamatan Karangrayung Kabupaten Grobogan. Selain mengurus kelompok wilayah binaanya, Mbak Mus, demikian panggilannya , juga mendapatkan tugas khusus dalam pelaksanaan Program APBN-P Kedelai Tahun Anggaran 2017 sebagai Pendamping Kedelai di Desa Asemrudung Kecamatan Geyer yang berjarak kurang lebih 50 Km dari rumahnya.Tentu Jarak yang tidak dekat untuk seorang Penyuluh Wanita,dengan medan jalan yang cukup ekstrem . Namun wanita yang sudah memasuki usia 40 Tahun ini, tetap semangat dan optimis dalam menjalankan tugasnya. Komitmen Mbak Mus tidak di ragukan lagi dalam melakukan pendampingan kepada petani di Desa Asemrudung tersebut, mulai dari sosialisasi hingga panen.
Berbagai tips disampaikan kepada petani mulai dari persiapan lahan sampai panen, sebagaimana disampaikan oleh Mbak Mus kepada petani Desa Asemrudung. “Saya sarankan Petani untuk menggunakan Rhizobium terlebih dahulu pada saat tanam karena tanah lama tidak ditanami kedelai untuk mendapatkan bintil akar yang berguna saat pengisian polong”,kata Muslikah.
Selain itu, Muslikah juga menyarankan Petani agar meminimalisir penggunaan pupuk an Organik untuk tanaman Kedelai, cukup dengan dosis 150kg/ha saja. Dengan Metode tersebut Muslikah berhasil membuat petani yang tergabung dalam Kelompok Tani binaanya memperoleh Produktivitas sebesar 2,3 ton per Hektar (ha).
“Terus tingkatkan produksi Jagung-Kedelai,Kedelai -Sawit,Gunung Kedelai harus tuntas tertanam di Bulan Maret – April Tahun 2018 ini”,pesan Gatot Direktur Jendral Tanaman Pangan untuk membakar semangat para Penyuluh yang hadir saat itu. (IP)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *