PERAN RHIZOBIUM UNTUK MENINGKATKAN KESUBURAN TANAMAN

PERAN RHIZOBIUM UNTUK MENINGKATKAN KESUBURAN TANAMAN

Apa itu Rhizobium?

Bakteri Rhizobium merupakan mikroba tanah yang mampu mengikat nitrogen bebas di udara menjadi ammonia (NH3) yang akan diubah menjadi asam amino yang selanjutnya menjadi senyawa nitrogen yang diperlukan tanaman untuk tumbuh dan berkembang.

 

Rhizobium adalah salah satu bakteri pengikat nitrogen yang termasuk dalam kelompok Proteobacteria (bakteri nitrogen) yang bersimbiosis dengan tanaman polong -polongan (leguminosa) untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme dalam nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme.

 

Manfaat Rhizobium pada Tanaman..

Rhizobium banyak digunakan sebagai pupuk hijau pada beberapa tanaman, seperti Kacang Hijau, Kedelai, Kacang Tanah, Crotalaria, Tephrosia, dan Indigofera. Akar tanaman polong-polongan tersebut menyediakan karbohidrat dan senyawa lain bagi bakteri melalui kemampuannya mengikat nitrogen bagi akar. Jika bakteri dipisahkan dari inangnya (akar), daya tangkap dan efisiensi penyerapan nitrogen oleh tanaman akan berkurang cukup signifikan. Bintil-bintil akar melepaskan senyawa nitrogen organik ke dalam tanah tempat tanaman polong hidup. Dengan demikian terjadi penambahan nitrogen yang dapat menambah kesuburan tanah dan menyuburkan tanaman.

 

Kemampuan menambat nitrogennya dapat mencukupi kebutuhan nitrogen sebesar 80-90% dari kebutuhan tanaman dan meningkatkan produksi antara 10%-25%. Dengan adanya rhizobium ini tanaman kacang-kacangan tidak memerlukan lagi tambahan pupuk nitrogen.

 

Rhizobium dapat bertahan hidup dalam tanah selama 5-10 tahun. Termasuk pada tanah sawah yang digenangi air. Syarat lingkungan tumbuh yang ideal bagi kehidupan bakteri rhizobium adalah pada tanah yang kaya (banyak) mengandung bahan organik, pH 5,5-7,0 dan pertumbuhan kacang-kacangannya subur.

Cara dan Teknik Inokulasi Rhizobium

Aplikasi inokulan dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu inokulasi (penularan) melalui benih/biji dan inokulasi melalui tanah.

  1. Inokulasi melalui benih/biji (perlakuan benih) yaitu dilakukan dengan cara pemberian inokulan pada benih sebelum benih ditanam.
  2. Inokulasi melalui tanah yaitu pemberian inokulan yang dilakukan dengan cara disebar merata pada tanah, ditabur pada alur tanaman atau didalam lubang tanam.

 

Berikut ini cara inokulasi (penularan) bakteri rhizobium melalui benih/biji :

 

  1.  Inokulasi Menggunakan Inokulum Biakan Murni

Beberapa merk dagang inokulum biakan murni yang telah dikenal dan banyak digunakan antara lain : Rhizobin, Rhizogen, Legin dan Nitragin. Dosis pemberian inokulasi rhizobium tergantung pada inokulum yang digunakan. Jika menggunakan inokulum biakan murni seperti Legin, Rhizogen atau Nitragin dosisnya antara 5-10 gram per kilogram benih kacang-kacangan. Berikut ini langkah-langkah dan tahap inokulasi pada benih kedelai menggunakan inokulum biakan murni ;

 

>    Persiapkan benih kedelai yang akan ditanam (pilih atau gunakan benih berkualitas dari varietas unggul yang sudah teruji kuaitasnya).

 

>    Benih kedelai kemudian dibasahi dengan air bersih atau larutan gula 1% perliter air untuk setiap 10 kg benih kedelai hingga lembab (cukup basah).

 

>    Benih kedelai yang telah dibasahi kemudian dicampur dengan inokulum rhizobium dengan dosis sesuai dengan anjuran (lihat kemasan produk yang digunakan).

 

>    Aduk atau campurkan benih kedelai dan inokulum tersebut hingga benar-benar tercampur rata.

 

>    Proses pencampuran sebaiknya dilakukan ditempat teduh dan terlindung dari sinar matahari langsung.

 

>    Kemudian benih kedelai yang telah dicampur inokulum dikeringkan.

 

>    Setelah kering benih harus segera ditanam (tidak boleh ditunda lebih dari 6 jam setelah pencampuran)

 

  1.  Inokulasi Menggunakan Inokulum Tanah

Berikut ini langkah dan tahapan inokulasi rhizobium benih kedelai menggunakan inokulum tanah :

 

>    Ambil tanah bekas tanaman kacang-kacangan secukupnya.

 

>    Gerus atau tumbuk tanah tersebut hingga benar-benar halus.

 

>    Benih kedelai kemudian dibasahi dengan air bersih atau larutan gula 1% perliter air untuk setiap 10 kg benih kedelai hingga lembab (cukup basah).

 

>    Benih kedelai yang telah dibasahi kemudian dicampur dengan inokulum tanah yang telah dihaluskan tersebut.

 

>    Dosis inokulum tanah adalah 100 gram perkilogram benih kedelai.

 

>    Aduk atau campurkan benih kedelai dan inokulum tanah tersebut hingga benar-benar tercampur rata.

 

>    Proses pencampuran sebaiknya dilakukan ditempat teduh dan terlindung dari sinar matahari langsung.

 

>    Kemudian benih kedelai yang telah dicampur inokulum dikeringkan.

 

>    Setelah kering benih harus segera ditanam (tidak boleh ditunda lebih dari 6 jam setelah pencampuran).

(Wieds)

 

Sumber =

https://mitalom.com/teknik-inokulasi-serta-fungsi-dan-peran-bakteri-rhizobium-bagi-tanaman/

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *