Petani di Plosorejo Manfaatkan Air Embung untuk Bikin Persemaian Padi

Petani di Plosorejo Manfaatkan Air Embung untuk Bikin Persemaian Padi

 

Keberadaan embung pertanian makin dirasakan manfaatnya oleh petani. Terutama, ketika curah hujan belum begitu tinggi, sementara para petani sudah harus mulai mempersiapkan musim tanam I.

Kondisi seperti itu, salah satunya dirasakan petani di Dusun Jetak, Desa Plosorejo, Kecamatan Tawangharjo. Saat curah hujan masih minim, petani setempat bisa memanfaatkan air embung untuk membuat persemaian padi.

“Waktu bikin persemaian, curah hujannya masih sedikit. Jadi, kami memanfaatkan air dari embung untuk bikin persemaian padi,” kata Yatmo (64), petani setempat.

Para petani mengambil air menggunakan mesin diesel. Air dari embung selanjutnya disalurkan ke lokasi persemaian menggunakan selang. Dengan bantuan air embung itulah petani bisa mudah mengolah lahan persemaian dan menabur benih padi.

“Adanya air di embung membuat kami sangat terbantu. Soalnya, kalau harus menunggu hujan maka kami bisa terlambat tanam padi,” kata Ngasbi (54), petani lainnya.

Embung pertanian tersebut lokasinya berada disebelah timur Dusun Jetak. Ukurannya 50 x 50 meter dengan kedalaman maksimal sekitar 3,5 meter. Embung tersebut dibangun sekitar tahun 2009 dengan dana yang bersumber dari APBN.

Ketua Gapoktan Ploso Makmur Desa Plosorejo Slamet Haryono menyatakan, jika volume airnya maksimal, embung itu bisa dimanfaatkan untuk mengairi sawah hingga 10 hektar. Selain untuk membuat persemaian padi, air embung juga dipakai saat bercocok tanam palawija atau tanaman hortikultura.

“Sawah saya kebetulan juga dekat dengan lokasi embung. Tepatnya disebelah timurnya. Selama ini, saya juga memanfaatkan air embung itu. Beberapa warga juga memanfaatkan air embung untuk minum ternak, terutama ketika musim kemarau,” terang Slamet.

Selain itu, dalam beberapa bulan terakhir, embung juga dimanfaatkan sebagian orang untuk mancing ikan. Pemancing ikan itu tidak hanya dari warga sekitar saja, tetapi juga ada yang datang dari luar Desa Plosorejo.

Dalam embung tersebut memang terdapat beragam jenis ikan. Soalnya, beberapa waktu lalu sempat ada bantuan benih ikan yang ditaburkan ke dalam embung.

Mengingat pentingnya embung tersebut, Slamet berharap agar adanya perawatan konstruksi embung. Hal itu dikemukakan karena pada beberapa titik konstruksi mulai terlihat ada kerusakan.

“Harapan kami, kerusakan itu bisa segera ditangani. Jika konstruksinya bagus maka air tidak akan merembes keluar embung,” tambahnya.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *