Petani Tetap Tanam Padi Di Saat Kemarau

Penanaman padi lazimnya dilakukan saat musim penghujan. Namun siapa sangka, pada musim kemarau ternyata ada petani yang berani menanam padi. Seperti yang dilakukan petani di Desa Gebangan dan Desa Mangunsari, Kecamatan Tegowanu.

Meski musim kemarau sebagian petani setempat berani menanam padi. Sebab, mereka bisa mengandalkan air yang disedot dari sungai.

Petani sengaja menanam padi diluar musim. Sebab, areal sawah biasanya sering kena banjir saat musim penghujan. Hal ini terjadi akibat meluapnya air dari sungai yang sampai menggenangi areal pertanian.

Kepala Dinas Pertanian Grobogan Edhie Sudaryanto menyatakan, di Kecamatan Tegowanu ditargetkan ada perluasan areal padi sekitar 50 hektar pada musim kemarau ini. Penanaman padi di luar musim ini dilakukan dalam rangka mendukung program pemerintah untuk mengamankan stok pangan. Salah satu upayanya adalah melakukan gerakan percepatan tanam untuk peningkatan luas tambah tanam padi.

Selain di Tegowanu, ada juga penananam padi di daerah lainnya. Yakni, di Desa Karangasem, Kecamatan Wirosari dengan luasan sekitar 25 hektar.

Sebelumnya, penanaman padi lebih dulu juga dilakukan petani di Desa Kalangbancar, Kecamatan Geyer. Pada lokasi ini, areal tanam padi mencapai 100 hektar.

“Jadi petani yang menanam padi saat kemarau ini ada di beberapa tempat. Dari tanam musim kemarau ini diharapkan bisa menghasilkan panen sekitar 6 ton per hektar,” jelasnya.

1 reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.