Poktan Maruta Tani Berhasil Produksi Beras Organik Berstandar SNI

Petani di Grobogan ternyata sudah berhasil mengembangkan beras organik. Yakni, petani yang tergabung dalam kelompok tani (Poktan) Maruta Tani di Desa/Kecamatan Klambu. Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian Grobogan Dr.Sunanto,S.ST,MP menyatakan, beras organik yang dihasilkan poktan Maruta Tani tersebut beberapa waktu lalu sudah mendapat standar SNI dari instansi berwenang mengeluarkan standarisasi. Dengan adanya label SNI ini menjadikan produk beras organik tersebut lebih terjamin kualitasnya.

Dijelaskan, areal tanam beras organik kelompok tani tersebut masih sekitar 6,5 hektar. Tiap hektar bisa menghasilkan padi sekitar 6 ton dengan masa panen dua kali dalam setahun. Sebelumnya, beras yang dihasilkan dijual begitu saja setelah diselep. Kemudian, model penjualannya dirubah dengan cara dikemas sederhana dalam ukuran kiloan. “Sekarang setelah dapat label SNI, kemasannya kita bikin lebih ekslusif. Yakni, pakai bantuan alat vacuum supaya plastiknya rapat sehingga berasnya jadi awet dalam waktu beberapa tahun. Dengan catatan plastik kemasannya tidak rusak,” jelasnya.

Untuk pemasaran beras organik, Dr.Sunanto,S.ST,MP menyatakan tidak ada masalah. Sejauh ini, beras organik yang dihasilkan petani mudah terserap pasar. Harganya, sekitar Rp 18.500 per kilo.

Ditambahkan, poktan yang sudah menghasilkan beras organik sebenarnya cukup banyak dan tersebar di beberapa kecamatan. Namun, produk beras organik yang sudah berlabel SNI, baru dari Poktan Maruta Tani saja.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *