REGISTRASI KEBUN BELIMBING ORGANIK DESA TARUB KECAMATAN TAWANGHARJO

REGISTRASI KEBUN BELIMBING ORGANIK DESA TARUB KECAMATAN TAWANGHARJO

Desa Tarub yang terletak di Kecamatan Tawangharjo terkenal dengan sebutan desa wisata Religi Ki Ageng Tarub nya. Di samping sebagai wisata religi, desa ini dikenal juga sebagai desa wisata agro. Banyak warga di desa ini yang menanami kebunnya dengan tanaman buah-buahan, diantanya : jambu air citra, pisang raja bulu, pepaya dan belimbing organik.

Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan dalam mendukung wisata agro di desa ini, mendorong petani tanaman buah-buahan disana untuk melakukan registrasi kebunnya dalam rangka meningkatkan kualitas dan pangsa pasarnya.

Pada hari Jumat (3/11/2017) Kasi Produksi Tanaman Buah-buahan, Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan berserta jajarannya mendampingi petugas dari Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah, melakukan verifikasi lahan/kebun petani belimbing di rumah Rochim, salah seorang petani belimbing organik di Desa Tarub Kecamatan Tawangharjo Kabupaten Grobogan.
Pertemuan dihadiri oleh Pujo Purwanto, SP. Kasi Tanaman Buah Dinpertanbun Provinsi Jawa Tengah, Kasi Produksi Tanaman Buah-buahan Slamet Waluyo, SP.

Pujo Purwanto, SP. Kasi Tanaman Buah Dinpertanbun Provinsi Jawa Tengah dalam pengarahannya kepada petani menjelaskan bahwa Registrasi Kebun/Lahan Usaha GAP adalah bentuk penghargaan yang diberikan kepada petani sayur dan buah-buahan yang telah menerapkan prinsip-prinsip GAP, Standar Operasional Prosedur (SOP), Pengendalian Hama Terpadu (PHT) dan telah melakukan pencatatan.
“Tujuan registrasi kebun/lahan usaha adalah menyiapkan persyaratan sistem jaminan mutu, mempermudah proses telusur balik, mendorong percepatan akses pasar, dan meningkatkan mutu dan keamanan pangan,” tambahnya.

“Kebun-kebun yang diusulkan untuk diregistrasi oleh Dinas Pertanian Provinsi diharapkan telah memenuhi persyaratan: a) Memiliki dan telah menerapkan SOP sebagai pedoman praktek budidaya pada komoditas yang diusahakan; b) Telah menerapkan prinsip-prinsip yang tercakup dalam IndoGAP (lingkungan, keamanan pangan, keselamatan pekerja dan pencatatan); c) Petani/produsen sebagai pengelola kebun telah menerapkan prinsip-prinsip PHT dan d) Produk yang dihasilkan telah memiliki jaminan pasar,” Pujo menjelaskan lebih lanjut.

Kasi Produksi Tanaman Buah-buahan Slamet Waluyo, SP. dalam sambutannya menjelaskan bahwa Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan dalam 2tahun tetakhir ini telah melakukan registrasi kebun buah sebanyak 180 kebun dan tahun 2017 Dinas Pertania telah mentargetkan 20 kebun buah lagi yang teregistrasi.
“Untuk saat ini, yang diregistrasi adalah kebun petani belimbing organik yang ada di Desa Tarub Kecamatan Tawangharjo. Hal ini sebagai upaya tindak lanjut pelaksanaan hasil sosialisasi tentang GAP dan registrasi kebun yang telah dilaksanakan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan” tambahnya (Budi Agung).

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *