Renstra 2016-2021

RENCANA STRATEGI PERANGKAT DAERAH (RENSTRA PD)

TAHUN 2016-2021

 

 

 

 

DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA

KABUPATEN GROBOGAN

KATA PENGANTAR

 

Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional adalah satu kesatuan tata cara perencanaan pembangunan untuk menghasilkan rencana-rencana pembangunan dalam jangka panjang, jangka menengah dan tahunan yang dilaksanakan oleh unsur penyelenggaraan Negara dan masyarakat di tingkat pusat dan daerah.

Adapun tujuannya adalah untuk mendukung koordinasi antar pelaku pembangunan, menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi dan sinergi baik antar daerah, antar masyarakat, antar waktu, antar fungsi pemerintah maupun antar pusat dan daerah; menjamin keterkaitan dan konsisten antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan dan pengawasan; mengoptimalkan partisipasi masyarakat dan menjamin tercapainya penggunaan sumber daya secara lebih efisien, efektif, berkeadilan dan berkelanjutan.

Rencana Strategis Perangkat Daerah ( Renstra PD ) Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan Tahun 2016 – 2021 merupakan penjabaran dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah ( RPJPD ) Kabupaten Grobogan Tahun 2006 – 2025 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah ( RPJMD ) Kabupaten Grobogan Tahun 2016 – 2021.

Dengan telah disusunnya Renstra PD Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan Tahun 2016 – 2021 ini diharapkan dapat dijadikan acuan semua pihak yang terkait dalam pelaksanaan pembangunan dibidang pertanian di Kabupaten Grobogan.

 

 

Purwodadi,                             2016

KEPALA DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA

KAB. GROBOGAN

Ir. EDHIE SUDARYANTO, MM

NIP. 19600923 198603 1 006

BAB I

PENDAHULUAN

 

  • Latar Belakang

Sektor pertanian masih menjadi sektor penting dalam pembangunan ekonomi nasional. Peran strategis sektor pertanian tersebut digambarkan dalam kontribusinya dalam penyedia bahan pangan dan bahan baku industri, penyumbang PDB, penghasil serealia negara, penyerap tenaga kerja, sumber utama pendapatan rumah tangga pedesaan, penyedia bahan pakan dan bioenergi, serta berperan dalam upaya penurunan emisi gas rumah kaca.

Upaya mencapai target sukses pembangunan pertanian pada RPJMN tahap-2 yang meliputi 1) peningkatan swasembada berkelanjutan padi dan jagung dan swasembada kedelai, gula dan daging sapi, 2) peningkatan diversifikasi pangan, 3) peningkatan nilai tambah, daya saing dan ekspor, dan 4) peningkatan kesejahteraan petani melalui strategi yang dikemas dalam 7 Gema Revitalisasi yang meliputi 1) revitalisasi lahan, 2) revitalisasi perbenihan dan perbibitan, 3) revitalisasi infrastruktur pertanian, 4) revitalisasi SDM petani, 5) revitalisasi permodalan petani, 6) revitalisasi kelembagaan petani, dan 7) revitalisasi teknologi dan industri hilir. Sampai saat ini telah banyak capaian yang diwujudkan meskipun masih perlu ditingkatkan.

Nawa cita atau agenda prioritas Kabinet Kerja mengarahkan pembangunan pertanian ke depan untuk mewujudkan kedaulatan pembangunan pertanian ke depan untuk mewujudkan kedaulatan pangan, agar Indonesia sebagai bangsa dapat mengatur dan memenuhi kebutuhan pangan rakyatnya secara berdaulat. Kedaulatan pangan diterjemahkan dalam bentuk kemampuan bangsa dalam hal: 1) mencukupi kebutuhan pangan dari produksi dalam negeri, 2) mengatur kebijakan pangan secara mandiri, 3) serta melindungi dan menyejahterakan petani sebagai pelaku utama usaha pertanian pangan. Dengan kata lain, kedaulatan pangan harus dimulai dengan swasembada pangan yang secara bertahap diikuti dengan peningkatan nilai tambah usaha pertanian secara luas untuk meningkatkan kesejahteraan petani

Dengan ditetapkannya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, maka Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan sebagai Perangkat Daerah berkewajiban menyusun rencana strategis tahun 2016-2021 dengan berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJMD). Mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 tahun 2010 Tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 Tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah, penyusunan rencana strategis dilakukan dengan memuat visi, misi, tujuan, strategi, dan kebijakan yang dirumuskan dalam rangka mewujudkan pencapaian sasaran program yang ditetapkan dalam RPJMD yang akan dilaksanakan untuk periode 5 tahun sesuai dengan tugas dan fungsi Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan serta berpedoman pada RPJMD Kabupaten Grobogan dan bersifat indikatif.

Sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 tahun 2010 tersebut, penyusunan Renstra PD dilakukan dengan melalui beberapa tahapan meliputi perisapan penyusunan Renstra PD, penyusunan rancangan Renstra PD, penyusunan rancangan akhir Renstra PD, dan penetapan Renstra PD. Rancangan Renstra PD yang telah disusun, dibahas dengan seluruh unit kerja di lingkungan SKPD untuk dibahas bersama dengan pemangku kepentingan sesuai dengan kebutuhan dalam suatu forum SKPD. Rancangan Renstra PD kemudian diverifikasi oleh Bappeda sebagai bahan penyempurnaan rancangan awal RPJMD menjadi rancangan RPJMD. Rancangan Renstra PD disempurnakan melalui penyusunan rancangan akhir Renstra PD yang berpedoman pada RPJMD yang telah ditetapkan dengan Peraturan Daerah. Rancangan akhir Rentra PD yang telah diverifikasi oleh Bappeda dihimpun dan disahkan oleh Kepala Daerah. Berdasarkan keputusan Kepala Daerah tentang pengesahan Renstra PD, Kepala SKPD menetapkan Renstra PD menjadi pedoman unit kerja di lingkungan SKPD dalam menyusun rancangan Renja SKPD

 

  • Landasan Hukum

Landasan hukum yang menjadi acuan dalam penyusunan Renstra Dinas Pertanian Tanaman Pangan Dan Hortikultura ini adalah sebagai berikut:

  1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;
  2. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah;
  3. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, sebagaimana diubah beberapa kali, terkait dengan Undang-undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Pemerintahan Daerah;
  4. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah;
  5. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Pemerintah;
  6. Peraturan Daerah Propinsi Jawa Tengah Nomor 21 Tahun 2003 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Propinsi Jawa Tengah;
  7. Peraturan Daerah Propinsi Jawa Tengah Nomor 3 Tahun 2008 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2005-2025;
  8. Peraturan Daerah Propinsi Jawa Tengah Nomor 5 tahun 2014 tentang Rencana Pembangungan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Propinsi Jawa Tengah Tahun 2013-2018;
  9. Peraturan Daerah Kabupaten Grobogan Nomor 8 Tahun 2008 tentang Susunan, Kedudukan dan Tugas Pokok Organisasi Dinas Daerah Kabupaten Grobogan (Lembaran Daerah Kabupaten Grobogan Tahun 2008 Nomor 2 Seri D);
  10. Peraturan Daerah Kabupaten Grobogan Nomor 11 Tahun 2007 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Grobogan Tahun 2005-2025;
  11. Peraturan Daerah Kabupaten Grobogan Nomor 7 Tahun 2012 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Grobogan Tahun 2011-2031;
  12. Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2016 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Grobogan Tahun 2016-2021;
  13. Peraturan Bupati Grobogan Nomor 36 Tahun 2008 tentang Tugas Pokok, Fungsi, Uraian Tugas Jabatan dan tata Kerja Organisasi Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan.

 

  • Maksud dan Tujuan
  • Maksud

Maksud Penyusunan Renstra adalah sebagai landasan atau acuan arah dalam penyusunan rencana kerja dan anggaran Perangkat Daerah. Rencana Strategis Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan 2016-2021 digunakan sebagai dasar dalam penyusunan Rencana Kerja dan anggaran Perangkat Daerah dan tolak ukur penilaian kinerja pembangunan di bidang pertanian Kabupaten Grobogan selama lima tahun ke depan, guna menghasilkan perencanaan yang berkesinambungan, sinergis, terpadu, akuntabel, dan berkualitas.

  • Tujuan

Tujuan penyusunan Renstra Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan tahun 2016-2021 adalah:

  1. Memudahkan dalam menentukan prioritas program dan kegiatan tahunan, secara terpadu, terarah dan teratur.
  2. Sebagai dasar acuan dalam penyusunan kebijakan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan untuk kurun waktu 5 (lima) tahun;
  3. Mewujudkan sinkronisasi, sinergitas dan keberlanjutan antara Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Grobogan 2016 – 2021 dengan Renstra Dinas Pertanian Tanaman Pangan Dan Hortikultura Tahun 2016-2021;
  4. Memberikan pedoman dan alat pengendalian kinerja dalam pelaksanaan program dan kegiatan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Dan Hortikultura Tahun 2016-2021.
  • Sistematika Penulisan

Sistematika Penulisan Dokumen Restra Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan 2016-2021 adalah sebagai berikut :

BAB  I  PENDAHULUAN

  • Latar Belakang

Pada Bagian ini menjelaskan secara ringkas pengertian Renstra Perangkat Daerah, fungsi Renstra Perangkat Daerah dalam penyelenggaraan pembangunan daerah, proses penyusunan Renstra Perangkat Daerah, keterkaitan Renstra Perangkat Daerah dengan RPJMD, Renstra Kementerian Pertanian dan Renstra provinsi/ kabupaten/ kota, dan dengan Renja Perangkat Daerah.

  • Landasan Hukum

Pada Bagian ini Memuat penjelasan tentang Undang-Undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Daerah, Peraturan Presiden, Instruksi Presiden, Peraturan Mentri, Keputusan Menteri, Peraturan Kementerian Pertanian, Surat Menteri dan Peraturan Bupati Kabupaten Grobogan yang mengatur tentang pertanian.

  • Maksud dan Tujuan

Pada Bagian ini berisi tentang maksud dan tujuan pembuatan Renstra Dinas Pertanian Tanaman Pngandan Hortikultura Kabupaten Grobogan.

  • Sistematika Penulisan

Bagian ini menguraikan pokok bahasan dalam penulisan Renstra Dinas Pertanian Tanaman Pngandan Hortikultura Kabupaten Groboganserta susunan garis besar ini dokumen Renstra.

BAB II GAMBARAN PELAYAN PD DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA KABUPATEN GROBOGAN

  • Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan

Pada bagian ini menguraikan tentang tugas dan Fungsi Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan, Tupoksi pejabat struktural Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan serta menggambarkan bagan struktur organisasi Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura.

  • Sumber Daya Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan

Pada bagian ini menggambarkan kondisi Sumber Daya Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan yang terdiri dari Sumber Daya Manusia yang ada serta Sumber daya sarana dan prasarana yang dimiliki.

  • Kinerja Pelayanan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan

Bagian ini menguraikan tentang evaluasi pencapaian kinerja dalam kurung waktu lima tahun terakhir dan memberikan gambaran mengenai hambatan-hambatan yang dihadapi serta menguraikan indikator kinerja Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura  Kabupaten Grobogan.

BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA  KABUPATEN GROBOGAN

3.1  Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan

Bagian ini menguraikan tentang permasalahan yang dialami berdasarkan tugas dan fungsi pelayanan yang ada di Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan.

3.2 Telaahan Visi, Misi, dan Program Bupati dan Wakil Bupati

Bagian ini menguraikan telaahan terhadap visi, misi dan program bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Grobogan.

3.3 Telaahan Renstra Kementerian  dan Renstra Provinsi

Bagian ini menguraikan telaahan terhadap Renstra Kementerian Pertanian dan Renstra Dinas Pertanian Propinsi Jawa Tengah.

3.4 Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis

Bagian ini menguraikan telaahan terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis Kabupaten Grobogan.

3.5 Penentuan Isu-isu Strategis

Bagian ini menguraikan isu strategis yang diperoleh dari analisa permasalahan dan disandingkan terhadap visi misi Bupati Kabupaten Grobogan, tugas dan fungsi Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan, hasil telaahan terhadap Rencana Strategis Kementerian Pertanian, telaah RTRW dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis.

 BAB IV TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGIS DAN KEBIJAKAN DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA KABUPATEN GROBOGAN

4.1 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Dinas Pertanian Tanaman Pangan Dan Hortikultura Kabupaten Grobogan

Bagian ini dikemukakan tujuan dan sasaran jangka dalam mencapai misi dan tujuan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan.

4.2 Strategi dan Kebijakan

Bagian ini mengulas tentang strategi dan kebijakan yang digunakan dalam mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan pada Renstra Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan.

 BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF

Pada bab ini menguraikan tentang rencana program dan kegiatan, indikator kinerja, kelompok sasaran dan pendanaan dari rencana kegiatan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan dalam kurung waktu 5 (lima) tahun ke depan yang disusun dalam bentuk matriks/tabel.

 BAB VI INDIKATOR KINERJA SKPD YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD

Berisi tingkat capaian suatu sasaran atau target yang ditetapkan ketika melakukan perencanaan.

BAB VII PENUTUP

Berisi kaidah pelaksanaan dan pedoman transisi dalam pelaksanaan Renstra Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan.

 

BAB II

GAMBARAN PELAYANAN DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA KABUPATEN GROBOGAN

 

  • Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan

Tupoksi Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan adalah merupakan turunan dari urusan/kewenangan dan fungsi pemerintah daerah. Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor. 8 Tahun 2008, maka Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan mempunyai tugas pokok melaksanakan urusan pemerintahan daerah berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan di bidang pertanian tanaman pangan dan hortikultura.

  • Tugas dan Fungsi

Menurut Peraturan Bupati Grobogan Nomor 36 Tahun 2008 tentang Tugas Pokok, Fungsi, Uraian Tugas Jabatan dan Tata Kerja Organisasi Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan dalam menyelenggarakan tugas tersebut Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan mempunyai fungsi:

  1. Penyusunan program kerja di bidang pertanian tanaman pangan dan hortikultura;
  2. Perumusan kebijakan teknis di bidang pertanian tanaman pangan dan hortikultura;
  3. Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum di bidang pertanian tanaman pangan dan hortikultura;
  4. Pelaksanaan pembinaan, bimbingan teknis, pengawasan dan pengendalian teknis dan pelaksanaan kegiatan Dinas;
  5. Penanggungjawab pelaksanaan kegiatan di bidang pertanian tanaman pangan dan hortikultura;
  6. Pengelolaan administrasi kepegawaian, keuangan, sarana dan prasarana serta ketatausahaan Dinas;
  7. Pemberian rekomendasi perijinan bidang pertanian tanaman pangan dan hortikultura;
  1. Pembinaan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan UPTD dan kelompok jabatan fungsional; dan
  2. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan bidang tugasnya.

Fungsi adalah perwujudan tugas kepemerintahan dibidang tertentu yang dilaksanakan dalam rangka mencapai tujuan pembangunan nasional. Urusan pemerintahan adalah fungsi-fungsi pemerintahan yang menjadi hak dan kewajiban setiap tingkatan dan atau susunan pemerintahan untuk mengatur dan mengurus fungsi-fungsi tersebut yang menjadi kewenangannya dalam rangka melindungi, melayani, memberdayakan dan mensejahterakan masyarakat.

Klasifikasi fungsi menurut organisasi, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan dapat digolongkan sebagai berikut :

Fungsi           : Ekonomi ( kode 04 )

Sub Fungsi     : Pertanian, Kehutanan, Perikanan dan Kelautan (kode 03).

  • Struktur Organisasi

Gambar 2.1. Struktur Organisasi Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura:

  • Uraian Tugas

Kepala Dinas mempunyai tugas pokok merumuskan kebijakan teknis perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian teknis bidang pertanian tanaman pangan dan hortikultura, memimpin dan mengkoordinasikan pelaksanaan tugas dan fungsi dinas, melaksanakan bimbingan dan pembinaan, pengelolaan administrasi, ketatausahaan, pengawasan terhadap penyelenggaraan kegiatan UPTD.

Sekretariat

Sekretaris  mempunyai   tugas  pokok  menyiapkan bahan koordinasi perumusan kebijakan teknis dan memberikan pelayanan administratif dan fungsional kepada semua unsur di lingkungan Dinas, penyelenggaraan administrasi umum, surat menyurat, kepegawaian, pengelolaan keuangan, hubungan masyarakat, sarana dan prasarana, perlengkapan, urusan rumah tangga, perjalanan dinas, kearsipan dan ketatalaksanaan dinas serta penyusunan perencanaan program dan pelaporan.

  1. Sub Bagian Perencanaan

Kepala Sub Bagian Perencanaan mempunyai tugas pokok menyiapkan bahan kebijakan dan petunjuk teknis perencanaan pembangunan pertanian tanaman pangan dan hortikultura, pengendalian dan pengawasan program dan kegiatan serta pengembangan statistik pertanian tanaman pangan dan hortikultura.

  1. Sub Bagian Keuangan

Kepala Sub Bagian Keuangan mempunyai tugas pokok melaksanakan penyiapan bahan penyusunan perumusan kebijakan dan melaksanakan pengelolaan keuangan yang meliputi administrasi keuangan, penganggaran, pendapatan, pembayaran gaji pegawai, kesejahteraan pegawai, pembukuan, pengajuan SPP, pengajuan anggaran dan verifikasi pertanggungjawaban keuangan.

  1. Sub Bagian Umum

Kepala Sub Bagian Umum mempunyai tugas pokok  melaksanakan kegiatan administrasi umum, surat-menyurat, tata laksana, kepegawaian, sarana prasarana, perlengkapan, hubungan masyarakat, protokol, rumah tangga, perjalanan dinas dan  kearsipan.

 Bidang Sarana dan Prasarana

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian  mempunyai tugas pokok menyusun perumusan kebijakan dan petunjuk teknis di bidang sarana dan prasarana pertanian, melaksanakan penetapan kebijakan dan petunjuk teknis bidang pengelolaan lahan dan air, sarana prasarana dan pembiayaan, serta alat dan mesin pertanian.

  1. Seksi Sarana Pertanian dan Pembiayaan

Kepala Seksi Sarana Pertanian dan Pembiayaan mempunyai tugas pokok  melaksanakan penyiapan bahan penyusunan  perumusan kebijakan teknis di  bidang sarana prasarana dan pembiayaan yang meliputi perencanaan, pengadaan sarana dan prasarana penanggulangan wabah Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), peredaran dan penggunaan pupuk dan pestisida serta pemanfaatan kredit pertanian di wilayah kabupaten.

  1. Seksi Alat dan Mesin Pertanian

Kepala Seksi Alat dan Mesin Pertanian mempunyai tugas pokok  menyiapkan bahan penyusunan kebijakan teknis Alat dan Mesin Pertanian yang meliputi perencanaan, pengembangan jasa alat mesin pertanian, pembinaan bengkel/pengrajin alat dan mesin pertanian, penerapan standar mutu alat dan mesin pertanian dan peredaran alat serta  mesin pertanian di wilayah kabupaten.

  1. Seksi Pengelolaan Lahan dan Air

Kepala Seksi Pengelolaan Lahan dan Air mempunyai tugas pokok menyusun program kerja, menyiapkan bahan penyusunan kebijakan teknis pengelolaan lahan dan air yang meliputi perencanaan, pengembangan, rehabilitasi, konservasi, optimasi, pengendalian lahan pertanian dan tata guna air di wilayah kabupaten.

Bidang Tanaman Pangan

Kepala Bidang Tanaman Pangan mempunyai tugas pokok  melaksanakan penyusunan perumusan kebijakan teknis di bidang tanaman pangan dan perbenihan tanaman pangan yang meliputi pengembangan padi, pengembangan jagung dan serelia lain serta kacang-kacangan dan umbi-umbian.

  1. Seksi Pengembangan Padi

Kepala Seksi Pengembangan Padi  mempunyai tugas pokok menyiapkan bahan penyusunan perumusan kebijakan teknis pengembangan padi, melaksanakan penyiapan bahan pembinaan peningkatan produksi padi, pengembangan benih/bibit, pengawasan peredaran dan penggunaan serta menumbuhkembangkan penangkaran benih/bibit  padi.

  1. Seksi Pengembangan Jagung dan Serealia Lain

Kepala Seksi Pengembangan Jagung Serelia Lain mempunyai tugas pokok menyiapkan bahan penyusunan perumusan kebijakan teknis pengembangan jagung serelia lainnya, melaksanakan penyiapan bahan pembinaan  peningkatan produksi, pengembangan benih/bibit, pengawasan peredaran dan penggunaan serta menumbuhkembangkan penangkaran benih/bibit jagung serelia lainnya.

  1. Seksi Pengembangan Kacang-Kacangan dan Umbi-Umbi

Kepala Seksi Pengembangan Kacang-kacangan dan Umbi-umbian mempunyai tugas pokok  menyiapkan bahan perumusan penyusunan kebijakan teknis pengembangan kacang-kacangan dan umbi-umbian, melaksanakan penyiapan bahan pembinaan peningkatan produksi, pengembangan benih/bibit, pengawasan peredaran dan penggunaan serta menumbuhkembangkan penangkaran benih/bibit  kacang-kacangan dan umbi-umbian.

Bidang Hortikultura

Kepala Bidang Hortikultura mempunyai tugas pokok melaksanakan penyusunan perumusan kebijakan dan petunjuk teknis bidang hortikultura, pembinaan dan pengawasan hortikultura, identifikasi dan pengembangan hortikultura, bimbingan penerapan sistem informasi, standar mutu dan teknis serta sertifikasi perbenihan hortikultura.

  1. Seksi Tanaman Sayuran dan Biofarmaka

Kepala Seksi Tanaman Sayuran dan Biofarmaka mempunyai tugas pokok melaksanakan penyiapan bahan penyusunan perumusan kebijakan dan petunjuk teknis peningkatan produksi, pembinaan dan pengawasan, identifikasi dan pengembangan hortikultura, bimbingan penerapan sistem informasi, standar mutu dan teknis, sertifikasi perbenihan sayuran dan biofarmaka.

  1. Seksi Tanaman Buah-Buahan

Kepala Seksi Tanaman Buah-buahan mempunyai tugas pokok menyiapkan bahan penyusunan perumusan kebijakan dan petunjuk teknis peningkatan produksi, pembinaan dan pengawasan, identifikasi dan pengembangan hortikultura, bimbingan penerapan system informasi, standar mutu dan teknis serta sertifikasi perbenihan buah-buahan.

  1. Seksi Tanaman Hias

Kepala Seksi Tanaman Hias mempunyai tugas pokok  menyiapkan bahan penyusunan perumusan kebijakan dan petunjuk teknis peningkatan produksi, pembinaan dan pengawasan, identifikasi dan pengembangan hortikultura, bimbingan penerapan sistem informasi, standar mutu dan teknis serta sertifikasi perbenihan tanaman hias.

Bidang Usaha Pertanian dan Sumberdaya Manusia

Kepala Bidang Usaha Pertanian dan Sumberdaya Manusia mempunyai tugas pokok melaksanakan penyusunan perumusan kebijakan teknis penyuluhan, penelitian, pengembangan teknologi pertanian tanaman pangan dan hortikultura, perpustakaan, informasi pertanian tanaman pangan dan hortikultura serta pengawasan harga komoditas tanaman pangan dan hortikultura maupun penyebarluasan informasi pasar wilayah kabupaten.

  1. Seksi Sumberdaya Manusia dan Kelembagaan Penyuluhan

Kepala Seksi Sumberdaya Manusia dan Kelembagaan Penyuluhan  mempunyai tugas pokok menyiapkan bahan penyusunan kebijakan teknis pengembangan sumberdaya manusia dan melaksanakan kegiatan di bidang pengembangan sumberdaya manusia dan kelembagaan penyuluhan.

  1. Seksi Pengembangan Informasi dan Penerapan Teknologi

Kepala Seksi Pengembangan Informasi dan Penerapan Teknologi, mempunyai tugas pokok menyiapkan bahan penyusunan perumusan kebijakan teknis dibidang pengembangan informasi dan penerapan teknologi serta melaksanakan evaluasi dan melaporkan kegiatan pengembangan informasi dan penerapan teknologi bidang pertanian tanaman pangan dan hortikultura.

  1. Seksi Pengolahan Hasil dan Pemasaran

Kepala Seksi  Pengolahan Hasil dan Pemasaran, mempunyai tugas pokok menyiapkan bahan penyusunan perumusan kebijakan teknis pengolahan hasil dan pemasaran tanaman pangan dan hortikultura, melaksanakan penyiapan bahan pembinaan dibidang pengolahan hasil dan pemasaran serta menumbuhkembangkan usaha off farm.

UPTD Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kecamatan

Kepala UPTD Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kecamatan, mempunyai tugas pokok menyiapkan bahan perencanaan dan pembinaan pengembangan kelembagaan, pengawasan produksi, sarana dan prasarana dan ketenagakerjaan, bahan penyuluhan, melaksanakan sosialisasi dan pembinaan di bidang tanaman pangan dan hortikultura, pemantauan dan monitoring serta kegiatan pengelolaan urusan tata usaha dan keuangan serta  administrasi kepegawaian UPTD.

UPTD Balai Pembenihan dan Pembibitan Tanaman Pangan dan Hortikultura

Kepala UPTD Balai Pembenihan dan Pembibitan Tanaman Pangan dan Hortikultura, mempunyai  tugas  pokok  melaksanakan  sebagian  tugas dinas koordinasi, uji coba, proses produksi  di bidang penyediaan benih unggul untuk petani dan melaksanakan tata usaha, tertib administrasi serta evaluasi untuk bahan pelaporan secara periodik.

UPTD Laboratorium Tanaman Pangan dan Hortikultura

Kepala UPTD Laboratorium Tanaman Pangan dan Hortikultura, mempunyai tugas pokok menyusun kebijakan dan petunjuk teknis pengamatan terhadap Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) dan bencana alam, pengkajian terhadap introduksi teknologi pertanian tanaman pangan dan hortikultura.

Kelompok Jabatan Fungsional

Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Dinas mempunyai tugas dan tanggung jawab membantu sebagian tugas Kepala Dinas dalam melaksanakan kegiatan teknis sesuai dengan keahlian, keterampilan dan spesialisasinya masing-masing dan bersifat mandiri berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di bidang jabatan fungsional.

  • Sumber Daya Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan

Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan maka diperlukan ketersediaan sumber daya pembangunan yang memadai. Pengembangan dan peningkatan sumber daya manusia, ketersediaan sarana dan prasarana, serta sumber daya penunjang/ pendukung lainnya diperlukan untuk memenuhi kebutuhan minimal. Kondisi ketersediaan sumber daya manusia dan prasarana pendukung dalam melaksanakan tugas dan fungsi Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan, sebagai berikut:

  • Sumber Daya Manusia

Pegawai di Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan sampai dengan Juli 2016 berjumlah 197 orang, terdiri dari pegawai PNS dan non PNS. Data kepegawaian Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan dapat dilihat berdasarkan golongan kepegawaian (PNS) dan berdasarkan pendidikan.

Tabel 2.1. Jumlah Pegawai PNS Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan Berdasarkan Golongan Kepegawaian Tahun 2016

Tabel 2.2. Jumlah Pegawai Non PNS Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan Tahun 2016

*) THL TBPP

Sumber: Profil Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan Tahun 2016

Tabel 2.3. Data Pegawai PNS Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan Berdasarkan Tingkat Pendidikan Tahun 2016

Sumber: Profil Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan Tahun 2016

 

Tabel 2.4. Data Pegawai Non PNS Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Berdasarkan Pendidikan Tahun 2016

*) THL TBPP

Sumber: Profil Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan Tahun 2016

  • Sumber Daya Sarana dan Prasarana

Sumber daya sarana dan Prasarana diperlukan dalam menunjang kinerja aparatur Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura agar tujuan kegiatan pemerintahan dapat tercapai. Sumber daya sarana dan prasarana aparatur di lingkungan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan meliputi aset gedung; jalan, jaringan dan instalasi; peralatan dan mesin; tanah; serta aset tetap lainnya. Rincian sumber daya sarana dan prasana tersebut dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 2.5 Aset Gedung Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan Tahun 2016

 

Tabel 2.6 Jalan, Jaringan dan Instalasi Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan Tahun 2016

Sumber: Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan Tahun 2016

 

Tabel 2.7 Peralatan dan Mesin Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan Tahun 2016

Sumber: Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan Tahun 2016

 

Tabel 2.8 Aset Tanah Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan Tahun 2016

Sumber: Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan Tahun 2016

 

Tabel 2.9 Aset Tetap Lainnya Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan Tahun 2016

Sumber: Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan Tahun 2016

 

  • Kinerja Pelayanan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan

Gambaran Pelayanan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan yang telah dilaksanakan sebagai berikut:

Tabel 2.10 Pencapaian Kinerja Dinas Pada Dokumen Renstra Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan 2011-2016

 

Tabel 2.11 Anggaran dan Realisasi Pendanaan Pelayanan Pada Dokumen Renstra Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan 2011-2016

*) dalam ribuan rupiah

 

  • Luas Panen, Produktivitas dan Produksi Tanaman Pangan

Luas panen merupakan luas lahan yang ditanami serta menghasilkan produksi. Capaian luas panen, produktivitas dan produksi untuk tanaman pangan utama meliputi: padi, jagung, dan kedelai secara rinci adalah sebagai berikut:

Tabel 2.12 Perkembangan Luas Panen Padi dan Palawija Kabupaten Grobogan Tahun 2011-2015

Sumber: Statistik Pertanian Tahun 2015, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan

Gambar  2.2 Grafik Perkembangan Luas Panen Padi dan Palawija Kabupaten Grobogan Tahun 2011-2015

Sumber: Statistik Pertanian Tahun 2015, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan

Luas panen tanaman pangan utama di Kabupaten Grobogan didominasi oleh luas panen komoditas padi. Rata-rata luas panen padi di Kabupaten Grobogan pada tahun 2011-2015 adalah 110.248 Ha. Rata-rata luas panen tersebut diikuti dengan rata-rata luas panen jagung yaitu 105.635 Ha dan rata-rata luas panen kedelai yaitu 21.470 Ha. Luas panen komoditas padi dan jagung pada tahun 2011-2015 cenderung mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Sedangkan luas panen kedelai mengalami penurunan pada tahun 2013. Hal ini disebabkan oleh penyesuaian pola tanam oleh petani yang disesuaikan dengan kondisi cuaca dan iklim pada tahun yang bersangkutan.

Tabel 2.13 Perkembangan Produktivitas Padi dan Palawija Kabupaten Grobogan Tahun 2011-2015

Sumber: Statistik Pertanian Tahun 2015, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan

 

Gambar 2.3 Grafik Perkembangan Produktivitas Padi dan Palawija Kabupaten Grobogan Tahun 2011-2015

Sumber: Statistik Pertanian Tahun 2015, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan

Berdasarkan data perkembangan produktivitas padi dan palawija di atas, dapat diketahui bahwa komoditas padi memiliki produktivitas yang paling tinggi jika dibandingkan dengan komoditas jagung dan kedelai. Rata-rata produktivitas padi, jagung dan kedelai di Kabupaten Grobogan pada tahun 2011-2015 masing-masing sebesar 56,53 Kw/Ha; 56,75 Kw/Ha; dan 22,03 Kw/Ha. Pada tahun 2013, komoditas padi dan kedelai cenderung mengalami penurunan produktivitas yang diakibatkan adanya kendala berupa cuaca dan iklim yang mendorong peningkatan populasi OPT serta ketersediaan air yang terbatas.

Tabel 2.14 Perkembangan Produksi Padi dan Palawija Kabupaten Grobogan Tahun 2011-2015

Sumber: Statistik Pertanian Tahun 2015, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan

Gambar 2.4 Grafik Perkembangan Produksi Padi dan Palawija Kabupaten Grobogan Tahun 2011-2015

Sumber: Statistik Pertanian Tahun 2015, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan

Pada tahun 2011-2015, produksi tanaman pangan utama di Kabupaten Grobogan didominasi oleh komoditas padi dengan angka produksi tertinggi pada tahun 2015 sebanyak 764.148 ton. Rata-rata produksi padi tahun 2011-2015 sebanyak 643.354 ton. Sedangkan komoditas jagung dan kedelai masing-masing sebanyak 576.837 ton dan 39.600 ton. Data tersebut menunjukkan produksi kedelai yang lebih rendah jika dibandingkan dengan komoditas padi dan jagung. Kondisi ini disebabkan oleh luas panen kedelai yang lebih sempit dari luas panen padi dan jagung di Kabupaten Grobogan.

  • Luas Panen, Produktivitas, dan Produksi Hortikultura

Komoditas hortikultura yang dibudidayakan di Kabupaten Grobogan terdiri dari sayuran dan biofarmaka, buah-buahan, dan tanaman hias. Tanaman sayuran meliputi bawang merah, cabai besar, cabai rawit, dan tomat. Tanaman buah-buahan meliputi melon, semangka, belimbing, jambu air, pisang dan mangga. Sedangkan kelompok tanaman biofarmaka dan tanaman hias belum banyak dikembangkan di Kabupaten Grobogan. Perkembangan luas panen, produktivitas, dan produksi tanaman hortikutura di Kabupaten Grobogan dapat dilihat sebagai berikut:

Tabel 2.15 Perkembangan Luas Panen Tanaman Hortikultura Kabupaten Grobogan Tahun 2012-2016

Sumber: Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan Tahun 2016

 

Gambar 2.5 Grafik Perkembangan Luas Panen Tanaman Hortikultura Kabupaten Grobogan Tahun 2012-2016 (Bawang Merah, Cabai Besar, Cabai Rawit, Melon, Semangka dan Tomat)

*) Angka Sementara

Sumber: Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan Tahun 2016

Gambar 2.6 Grafik Perkembangan Luas Panen Tanaman Hortikultura Kabupaten Grobogan Tahun 2012-2016 (Belimbing, Jambu Air, Pisang dan Mangga)

*) Angka Sementara

Sumber: Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan Tahun 2016

Berdasarkan data perkembangan luas panen tanaman pangan dan hortikultura di atas, dapat diketahui bahwa tanaman hortikultura yang dikembangkan di Kbupaten Grobogan antara lain bawang merah, cabai besar, cabai rawit, melon, semangka, tomat, belimbing, jambu air, pisang, dan mangga. Komoditas yang memiliki luas panen yang paling luas adalah melon dengan luas panen 595 ha pada tahun 2016 dan mangga sebanyak 424.583 pohon. Rata-rata komoditas hortikultura di Kabupaten Grobogan memiliki luas lahan yang fluktuatif pada tahun 2011-2016, sebagai akibat dari penyesuain pola tanam dan komoditas yang ditanam oleh petani yang menyesuaikan dengan kondisi cuaca pada lokasi tanam di Kabupaten Grobogan.

 

Tabel 2.16 Perkembangan Produktivitas Tanaman Hortikultura Kabupaten Grobogan Tahun 2011-2015

*) Angka Sementara

Sumber: Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan Tahun 2016

 

Gambar 2.7 Grafik Perkembangan Produktivitas Tanaman Hortikultura Kabupaten Grobogan Tahun 2012-2016 (Bawang Merah, Cabai Besar, Cabai Rawit, Melon, Semangka dan Tomat)

*) Angka Sementara

Sumber: Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan Tahun 2016

Gambar 2.8 Grafik Perkembangan Produktivitas Tanaman Hortikultura Kabupaten Grobogan Tahun 2012-2016 (Belimbing, Jambu Air, Pisang dan Mangga)

*) Angka Sementara

Sumber: Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan Tahun 2016

Data perkembangan produktivitas tanaman hortikultura di Kabupaten Grobogan pada tahun 2011-2016 menunjukkan bahwa semangka dan belimbing memiliki produktivitas tertinggi yaitu masing-masing 228,38 Kw/Ha dan 0,88 Kw/Pohon pada tahun 2015. Sedangkan pada tahun 2015, komoditas yang memiliki produktivitas paling rendah adalah tomat dan pisang masing-masing 31,32 Kw/Ha dan 0,71 Kw/Pohon. Rata-rata komoditas hortikultura memiliki produktivitas yang fluktuatif pada tahun 2011-2016. Hal ini disebabkan adanya kondisi anomali iklim dan serangan OPT yang menghambat kegiatan usaha tani di Kabupaten Grobogan, khususnya tanaman hortikultura.

 

Tabel 2.17 Perkembangan Produksi Tanaman Hortikultura Kabupaten Grobogan Tahun 2011-2015

*) Angka Sementara

Sumber: Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan Tahun 2016

 

Gambar 2.9 Grafik Perkembangan Produksi Tanaman Hortikultura Kabupaten Grobogan Tahun 2012-2016

Sumber: Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan Tahun 2016

Produksi tanaman hortikultura di Kabupaten Grobogan pada tahun 2011-2016 mengalami kenaikan dan penurunan yang fluktuatif yang disebabkan luas panen yang tanaman hortikultura yang tidak stabil. Pada tahun 2015, komoditas yang memiliki produksi paling tinggi di Kabupaten Grobogan adalah mangga dengan angka produksi sebanyak 371.097 kwintal, diikuti tanaman pisang, semangka, bawang merah, cabai rawit, jambu air, cabai besar, belimbing, dan tomat.

 

 

  • Kelompok Tani

Kelompok tani di Kabupaten Grobogan tersebar di seluruh kecamatan yang terdiri dari berbagai kelas kelompok tani. Kelas kelompok tani yang terdapat di Kabupaten Grobogan antara lain pemula, lanjut, madya, dan utama. Rincian kelompok tani di Kabupaten Grobogan dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 2.18 Jumlah Kelompok Tani Kabupaten Grobogan Tahun 2015

Sumber: Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan Tahun 2015

  • Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan
    • Tantangan Pengembangan Pelayanan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan

Tantangan yang dihadapi dalam pengembangan pelayanan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan antara lain:

  1. Jumlah penduduk

Sampai dengan tahuan 2015, jumlah penduduk Kabupaten Grobogan mencapai 1.431.535 jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 1,36% persen atau bertambah 19.210 jiwa jika dibandingkan dengan tahun 2014. Hal ini merupakan suatu tantangan yang berat bagi pemerintah untuk menyediakan bahan pangan beras dan tanaman pangan utama lainnya serta tanaman hortikultura agar dapat mencukupi kebutuhan bagi penduduk Kabupaten Grobogan.

  1. Pengembangan agribisnis hulu sampai hilir

Sesuai dengan perkembangan tuntutan kehidupan, memacu adanya pengembangan agribisnis pertanian dari hulu sampai hilir. Hal ini merupakan tantangan bagi semua pihak yang terkait untuk dapat menyikapi dengan benar.

  1. Persaingan bebas dan arus globalisasi

Dalam memasuki era globalisasi yang ditandai dengan persaingan pasar bebas, menurut adanya proses produksi yang lebih efisien, berkualitas sehingga didapatkan produk yang lebih kompetitif.

  1. Sistem rentenir, ijon, dan tengkulak

Di pedesaan praktek rentenir, sistem ijon dan tengkulak dirasa sangat memberatkan para petani kecil. Namun pada umunya para petani masih memanfaatkan jasa rentenir, pengijon dan tengkulak. Pada masa mendatang, diharapkan dengan memperkuat kelembagaan kelompok tani sebagai kelompok usaha akan dapat meningkatkan posisi tawar petani. Di samping itu, diperlukan pelayanan pembinaan pertanian yang mudah diakses karena adanya dana penjaminan dari pemerintah.

  1. Gangguan OPT dan bencana alam

Beberapa tahun belakangan, sektor pertanian sering dilanda serangan organisme pengganggu tanaman baik berupa hama dan penyakit. Di samping itu, kondisi alam yang tidak menentu serta kondisi cuaca yang ekstrim juga dapat menimbulkan halangan bagi petani dalam menjalankan usaha taninya. Untuk itu diperlukan upaya dari semua pihak yang terkait untuk diarahkan pada pencegahan secara dini dan penanggulangan gangguan OPT maupun bencana alam pertanian yang dapat berupa banjir, kekeringan, ataupun bencana alam pertanian lainnya.

  1. Permodalan pertanian kurang dan kepemilikan lahan rata-rata sempit

Rata-rata kepemilikan lahan usaha tani di Kabupaten Grobogan berkisar 0,25 hingga 0,30 Ha per kepala keluarga. Hal ini menunjukkan bahwa petani di Kabupaten Grobogan termasuk dalam kategori petani gurem atau kecil yang biasanya diikuti dengan lemahnya permodalan yang dimiliki.

  1. Sistem sewa lahan

Petani penggarap kebanyakan bukan sebagai pemilik lahan, tetapi menyewa dari pemilik lahan. Hal ini agak memberatkan bagi petani penggarap karena hasil panen harus dibagi dengan pemilik lahan dan dikurangi biaya-biaya dalam menggarap sawah. Jadi hasil yang diterima oleh petani penggarap makin kecil. Hal ini terpaksa dijalani karena tidak adanya pilihan lain.

  1. Penyediaan sarana dan prasarana pertanian

Sarana dan prasarana pertanian merupakan salah satu aspek penunjang yang dapat meningkatkan efisiensi kegiatan pertanian. Jika ketersediaan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh petani terbatas, maka dapat menghambat kegiatan usahatani yang dilakukan. Hal ini dapat berimbas pada rendahnya produksi hasil pertanian yang dicapai oleh petani.

 

  • Peluang Pengembangan Pelayanan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura

Terdapat beberapa peluang yang dapat dimanfaatkan oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura dalam mengoptimalkan pengembangan pelayanannya. Peluang tersebut antara lain:

  1. Kelompok tani dan gabungan kelompok tani

Berkembangnya usaha kelompok tani yang dapat memotong rantai pasar dalam memperkuat kelembagaan kelompok tani maka perlu dilakukan revitalisasi kelompok tani dan gabungan kelompok tani. Revitalisasi ini dimaksudkan untuk membentuk dan atau mengaktifkan kembali serta memperkuat kelembagaan kelompok tani menjadi usaha yang mempunyai daya saing sehingga dapat memotong rantai pasar.

  1. Berkembangnya teknologi dan informasi pertanian

Berkembangnya teknologi budidaya dan pengolahan hasil dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas dan nilai tambah. Pembangunan pertanian perlu didukung oleh teknologi dan informasi pertanian sehingga dapat mempercepat dan memberikan hasil yang optimal. Hal ini dapat dicapai melalui pengembangan dan adopsi teknologi baru untuk mendukung kemajuan pembangunan pertanian.

  1. Penambahan sarana dan prasarana

Untuk mempermudah aksesibilitas dan distribusi sarana produksi dan output pertanian diperlukan infrastruktur yang memadai seperti kegiatan pembangunan jalan usaha tani, jaringan irigasi tingkat usaha tani, irigasi tanah dangkal, sumur resapan, embung, dll.

Penggunaan alat dan mesin pertanian telah dirasakan manfaatnya oleh petani dalam mempercepat pengolahan tanah, pengendalian hama, panen, perontokan, pengeringan dan prosesing lainnya. Perlu keseimbangan antara jumlah alsin, kondisi alsin dengan luas lahan yang ada.

BAB III

ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI

 

  • Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan

Beberapa permasalahan yang perlu mendapatkan perhatian dalam pembangunan pertanian berdasarkan tugas dan fungsi atas pelayanan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura antara lain :

  1. Belum optimalnya produksi dan produktivitas pertanian tanaman pangan dan hortikultura
  2. Masih rendahnya kualitas hasil beberapa produk pertanian tanaman pangan dan hortikultura
  3. Kurangnya jumlah SDM Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura
  4. Masih terbatasnya akses petani terhadap permodalan, pasar, teknologi, informasi dan asuransi pertanian
  5. Masih rendahnya kualitas SDM petani dan kelembagaan petani
  6. Belum optimalnya sarana dan prasrana pertanian tanaman pangan dan hortikultura
  7. Belum optimalnya penggunaan dan penyebaran benih bersertifikat pada komoditas tanaman pangan dan hortikultura
  8. Semakin kurangnya sumberdaya manusia petani pertanian tanaman pangan dan Hortikultura dan generasi muda kurang tertarik untuk mengembangkan usaha di bidang pertanian
  9. Kurangnya jumlah penangkar dan produsen benih tanaman pangan dan hortikultura
  10. Sempitnya lahan garapan petani, sehingga usahatani tidak efisien
  11. Adanya degradasi kesuburan lahan pertanian akibat masih kurangnya penggunaan pupuk organik
  12. Tingginya penggunaan pestisida pada beberapa komoditas pertanian
  13. Masih kurang berkembangnya industri pengolahan hasil, pemasaran hasil dan jasa alat mesin pertanian
  14. Belum optimalnya pemanfaatan sumber-sumber air untuk kebutuhan pertanian
  15. Rendahnya harga produk pertanian pada saat panen
  16. Masih rendahnya pendapatan keluarga tani dari sektor pertanian
  17. Adanya konversi lahan pertanian ke non pertanian
  18. Perubahan iklim global berakibat pada terjadinya perubahan musim, sehingga mengganggu pertumbuhan tanaman

 

  • Telaahan Visi, Misi, dan Program Bupati dan Wakil Bupati

Sesuai dengan visi Bupati dan Wakil Bupati, maka visi pembangunan daerah jangka menengah Kabupaten Grobogan tahun 2016-2021 adalah:

“TERWUJUDNYA MASYARAKAT KABUPATEN GROBOGAN YANG SEJAHTERA SECARA UTUH DAN MENYELURUH”

Adapun Misi dari Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Grobogan adalah sebagai berikut:

  1. Membangun dan meningkatkan infrastruktur jalan, jembatan, perhubungan, perumahan, pemukiman, dan sumber daya air
  2. Meningkatkan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan
  3. Pengembangan ekonomi kerakyatan bidang UMKM, industri, perdagangan, koperasi, dan pariwisata
  4. Peningkatan kualitas pelayanan pendidikan, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, keolahragaan, pemuda, KB dan pelayanan sosial dasar lainnya
  5. Mewujudkan iklim investasi yang kondusif dan peningkatan penyerapan tenaga kerja
  6. Meningkatkan kualitas sumber daya aparatur, tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan kualitas pelayanan publik
  7. Meningkatkan kelestarian sumber daya alam, lingkungan hidup dan kualitas penataan ruang
  8. Meningkatkan penghayatan nilai-nilai keagamaan dan pelestarian budaya masyarakat
  9. Meningkatkan pemerataan pendapatan, pembangunan antar wilayah, kesetaraan gender, perlindungan anak dan penanggulangan kemiskinan.

Dari hasil telaah visi misi tersebut, maka Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya menjadi amat berperan pada misi ke 2 yang mengarah ke bidang pertanian, yaitu meningkatnya produktivitas pertanian. Dengan adanya peningkatan produktivitas pertanian maka kebutuhan pangan yang bersumber dari hasil pertanian akan terpenuhi.

 

  • Telaahan Renstra Kementerian dan Renstra Provinsi
    • Telaahan Renstra Kementerian Pertanian Tahun 2015-2019

Visi dari Kementerian Pertanian yakni:

“Terwujudnya Sistem Pertanian-Bioindustri Berkelanjutan yang Menghasilkan Beragam Pangan Sehat dan Produk Bernilai Tinggi Berbasis Sumberdaya Lokal untuk Kedaulatan Pangan dan Kesejahteraan Petani”

Untuk menggapai visi tersebut, Kementerian Pertanian memiliki 4 Misi yaitu:

  1. Mewujudkan kedaulatan pangan.
  2. Mewujudkan sistem pertanian bioindustri berkelanjutan.
  3. Mewujudkan kesejahteraan petani.
  4. Mewujudkan Reformasi Birokrasi.

Untuk mencapai Visi-Misi tersebut, Kementerian Pertanian memiliki Tujuan yaitu:

  1. Meningkatkan ketersediaan dan diversifikasi untuk mewujudkan kedaulatan
  2. Meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk pangan dan pertanian.
  3. Meningkatkan ketersediaan bahan baku bioindustri dan bioenergi.
  4. Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.
  5. Meningkatkan kualitas kinerja aparatur pemerintah bidang pertanian yang amanah dan profesional.

Dalam pencapaian tujuan yang telah ditetapkan, Kementerian menetapkan sasaran strategis sebagai indikator kinerja. Sasaran yang ingin dicapai dalam periode 2015-2019 adalah:

  1. Swasembada padi, jagung dan kedelai serta peningkatan produksi daging dan gula
  2. Peningkatan diversifikasi pangan
  3. Peningkatan komoditas bernilai tambah, berdaya saing dalam memenuhi pasar ekspor dan substitusi impor
  4. Penyediaan bahan baku bioindustri dan bioenergy
  5. Peningkatan pendapatan keluarga petani
  6. Akuntabilitas kinerja aparatur pemerintah yang baik

Langkah operasional peningkatan produksi padi, jagung, kedelai adalah 1) peningkatan luas penanaman melalui pemanfaatan dan pencetakan lahan baku sawah baru 1 juta hektar, optimalisasi lahan 1 juta hektar, penambahan lahan kering 1 juta hektar untuk kedelai dan jagung serta untuk produk pertanian lainnya, peningkatan indeks pertanaman (IP), pemanfaatan lahan terlantar, dan penerapan pola tumpangsari, serta 2) Peningkatan produktivitas melalui penerapan pengelolaan tanaman terpadu padi, jagung dan kedelai; penyediaan benih unggul padi dan jagung; subsidi dan penyediaan pupuk; bantuan pengelolaan pupuk organik sekitar 1500 unit; pembangunan 1000 desa mandiri benih; pemberdayaan penangkar benih; bantun alat dan mesin pertanian sebanyak 70 ribu unit; pengembangan jaringan dan optimalisasi air untuk 4,5 juta hektar; dukungan peralatan pasca panen sekitar 30 ribu unit; penerapan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim; peningkatan kapasitas teknis pertanian untuk 70 ribu orang; penguatan balai penyuluhan lebih dari 4000 unit; penerapan pengendalian hama dan penyakit; revitalisasi penggilingan padi sekitar 2 ribu unit; pemnafaatan kalender tanam; dukungan science dan agro techno park di daerah sentra produksi; serta penguatan kelembagaan Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K) lebih dari 5000 unit.

Langkah operasional yang akan dilakukan untuk mencapai peningkatan produksi daging antara lain: peningkatan produktivitas ternak sapi lokal, pengembangan pakan ternak; penyediaan bibit sapi/ kerbau, kesehatan hewan; kesmavet, pasca panen dan pemasaran; serta perlu adanya regulasi pemerintah berupa Perda pemotongan betina produktif, Perda perizinan pengembangan sapi di perkebunan sawit, Regulasi impor ternak dan daging, Ppenyediaan fasilitas skim kredit, serta pengaturan stok sapi.

Sedangkan peningkatan produksi tebu akan dicapai dengan melakukan pemantapan areal tebu, peningkatan produktivitas tebu, revitalisasi dan pembangunan industri gula, kelambagaan dan pembiayaan, serta kebijakan pemerintah yang mengatur tentang penyempuranaan pengaturan tataniaga pertebuan, menjaga stabilitas harga di tingkat petani, dan rekomendsi kebijakan impor.

Diversifikasi pangan tidak saja dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan membudayakan pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang dan aman serta sesuai dengan potensi dan kearifan lokal, tetapi juga memenuhi kebutuhan dan ketersediaan pangan masyarakat. Diversifikasi pangan dilaksanakan dengan langkah peningkatan cadangan pangan masyarakat, peningkatan penanganan krisis dan kerawanan pangan, peningkatan penganekaragaman konsumsi pangan dan gizi, peningkatan kualitas distribusi pangan masyarakat.

Sasaran peningkatan nilai tambah dan daya saing produk pertanian adalah berkembangya agroindustri terutama di pedesaan dari produk-produk unggulan pertanian serta meningkatnya jumlah sertifikasi produk pertanian, dengan sasaran akhir meningkatnya ekspor dan substitusi impor produk pertanian. Maka upaya yang dapat dilakukan meliputi kesiapan hulu dan budidaya pertanian, peningkatan nilai tambah melalui pengolahan, penguasaan pasar domestik dalam rangka substitusi impor, seta peningkatan ekspor.

Sasaran penyediaan dan peningkatan bahan baku bioindustri dan bioenergi adalah memenuhi kebutuhan bahan baku untuk industri dan energi terbarukan komoditas pertanian. Langkah operasional penyediaan dan peningkatan bahan baku energi meliputi penyediaan bahan baku industri dan penyediaan bahan baku bioenergi

Peningkatan kesejahteraan petani merupakan sasaran akhir dari pembangunan pertanian secara menyeluruh. Oleh karena itu kebijakan dan program peningkatan kesejahteraan petani merupakan resultante dari kebijakan dan program yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian. Langkah operasional untuk mencapainya adalah melalui peningkatan produksi, peningkatan nilai tambah, daya saing dan ekspor, serta peningkatan penyediaan bahan baku bioindustri dan bioenergi.

Berdasarkan telaah di atas dapat dilihat bahwa tupoksi Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura terkait dengan sasaran yang ingin dicapai oleh Kementerian Pertanian dan langkah operasional yang akan dilakukan terutama yang termasuk dalam kelompok bidang pertanian tanaman pangan dan hortikultura, yaitu swasembada padi, jagung, dan kedelai.

 

  • Telaahan Renstra Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Tengah Tahun 2013-2018

Visi Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Tengah dalam melaksanakan pembangunan di Jawa Tengah adalah:

“Menjadi Pilar Utama Pembangunan Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura yang Unggul”

Dalam upaya mewujudkan visi dimaksud, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Tengah memiliki misi sebagai berikut :

  1. Meningkatkan produksi pertanian tanaman pangan dan hortikultura yang berkelanjutan;
  2. Meningkatkan efisiensi dalam usaha pertanian tanaman pangan dan hortikultura;
  3. Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia dan kelembagaan pertanian tanaman pangan dan hortikultura;
  4. Meningkatkan pelayanan aparatur pemerintah bidang pertanian tanaman pangan dan hortikultura.

Untuk mencapai Visi-Misi tersebut, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Tengah memiliki tujuan:

  1. Meningkatnya produksi dan produktivitas tanaman pangan dan hortikultura.
  2. Meningkatnya infrastruktur pertanian tanaman pangan dan hortikultura.
  3. Meningkatnya modernisasi sarana pertanian.
  4. Terwujudnya pertanian tanaman pangan dan hortikultura berkelanjutan melalui peningkatan mutu hasil pertanian.
  5. Terwujudnya usaha pertanian tanaman pangan yang efisien.
  6. Meningkatnya kemampuan dan ketrampilan Sumber Daya Manusia Pertanian Tanaman Pangan dan hortikultura.
  7. Meningkatnya pelayanan aparatur Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortkultura.

Sasaran program kegiatan pembangunan pertanian tanaman pangan dan hortikultura secara kualitatif yang akan dicapai pada tahun 2013-2018 sebagai berikut:

  1. Tewujudnya peningkatan produksi komoditas tanaman pangan dan hortikultura yang berkelanjutan.
  2. Terkendalinya serangan OPT, antisipasi dan penanggulangan dampak perubahan iklim.
  3. Terlaksananya kegiatan perbenihan dan sertifikasi benih.
  4. Terwujudnya penyediaan infrastruktur tanaman pangan dan hortikultura.
  5. Terwujudnya peningkatan sarana alsintan.
  6. Meningkatnya jumlah sertifikasi mutu organik
  7. Meningkatnya efisiensi usaha pertanian.
  8. Terwujudnya peningkatan kemampuan Sumber Daya manusia pertanian tanaman pangan dan hortikultura.
  9. Tersedianya kegiatan pendukung bagi aparatur dinas pertanian tanaman pangan dan hortikultura.

Guna mewujudkan visi dan pencapain misi, telah ditetapkan pokok-pokok kebijakan pembangunan pertanian tanaman pangan dan hortikultura tahun 2013-2018 yang diimplementasikan dalam strategi untuk operasional pelaksanaan antara lain:

  1. Mengingkatkan produksi melalui intensifikasi usaha tani tanaman pangan dan hortikultura
  2. Pencegahan, pengendalian, dan pemantapan organisme pengganggu tanaman (OPT) serta melakukan mitigasi akibat bencana alam, banjir dan kekeringan
  3. Optimalisasi kebun benih dinas sebagai penghasil benih bermutu bersertifikat sekaligus sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah dan optimalisasi sertifiksi benih sebagai penjamin penggunaan benih bermutu di masyarakat
  4. Melaksanakan penambahan/ rehabilitasi infrastruktur pertanian tanaman pangan dan hortikultura
  5. Meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian tanaman pangan dan hortikultura melalui modernisasi pertanian
  6. Melaksanakan sertifikasi mutu hasil pertanian tanaman pangan dan hortikultura, terutama untuk produk pertanian organik
  7. Meningkatkan efisiensi usaha pertanian tanaman pangan melalui analisa ekonomi usaha tani, pemantauan pasar, pengamatan susut hasil dan promosi pasar
  8. Melaksanakan peningkatan kemampuan dan keterampilan sumber daya manusia pertanian tanaman pangan dan hortikultura
  9. Melaksanakan pengembangan administrasi perkantoran, peningkatan sarana dan prasarana aparatur, peningkatan disiplin serta kapaitas aparatur dinas dalam mendukung kegiatan pembangunan pertanian tanaman pangan dan hortikultura.

Berdasarkan telaahan visi dan misi di atas, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan memiliki tugas pokok dan fungsi yang sesuai dengan arah dan kebijakan yang disusun Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Tengah.

 

  • Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis
    • Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah

Hasil telaah terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah adalah sebagai berikut: Kawasan peruntukan pertanian terdiri atas kawasan budidaya tanaman pangan, kawasan budidaya hortikultura, kawasan budidaya perkebunan, dan kawasan budidaya peternakan. Kawasan budidaya tanaman pangan terdiri atas kawasan pertanian lahan basah (terdapat di Kecamatan Tegowanu, Tanggungharjo, Gubug, Godong, Karangrayung, Klambu, Penawangan, Brati, Grobogan, Purwodadi, Toroh, Geyer, Tawangharjo, Wirosari, Pulokulon, Kradenan, Gabus, dan Ngaringan) dan kawsan pertanian lahan kering yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Grobogan. Kawasan budidaya hortikultura tersebar di seluruh wilayah di Kabupaten Grobogan. Kawasan pertanian lahan basah, lahan kering, dan kawasan budidaya hortikultura seluas kurang lebih 71.948 Ha tersebut ditetapkan sebagai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Perwujudan kawasan peruntukan pertanian menjadi salah satu bagian dari perwujudan kawasan budidaya dalam rangka perwujudan rencana pola ruang wilayah Kabupaten Grobogan. Perwujudan kawasan peruntuka pertanian yang dimaksud terdiri atas penetapan kawasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang mendukung program ketahanan pangan nasional, pengembangan tanaman semusim produktif, peningkatan produksi tanaman perkebunan, dan pengembangan eternakan unggas, ternak kecil, dan ternak besar.

Terdapat ketentuan umum peraturan zonasi pada kawasan peruntukan pertanian, dimana kegiatan yang diperbolehkan pada kawasan pertanian lahan basah meliputi: pusat pengolahan dan pemasaran produk pertanian tanaman pangan, budidaya tanaman pangan, serta aktivitas pendukung pertanian, dengan kegiatan yang tidak diperbolehkan berupa alih fungsi lahan pertanian  selain untuk kepentingan umum dan atau karena bencana. Kegiatan yang diperbolehkan pada kawasan pertanian lahan kering meliputi budidaya tanaman pangan, dan pemanfaatan ruang untuk pemukiman petani dengan tidak memperbolehkan adanya kegiatan alih fungsi lahan pada lahan yang telah ditetapkan sebagai lahan pertanian pangan berkelanjutan kecuali untuk kepentingan umum dan atau karena bencana. Sedangkan kegiatan yang diperbolehkan pada kawasan pertanian hortikultura meliputi budidaya tanaman yang menghasilkan daun, buah, dan batang, serta pemanfaatan ruang untuk pemukiman petani, dan tidak memperbolehkan adanya budidaya hortikultura pada kawasan yang memiliki kelerengan di atas 25%.

 

  • Telaahan Kajian Lingkungan Hidup Strategis

Hasil telaah terhadap Kajian Lingkungan Hidup Strategis adalah sebagai berikut: isu pembangunan sektor pertanian termasuk ke dalam kelompok aspek ekonomi dengan permasalahan atau isu antara lain masih rendahnya tingkat kesejahteraan petani; masih rendahnya kualitas SDM, pertanian, perkebunan, dan kehutanan; belum optimalnya peningkatan SDM kelembagaan kelompok tani; belum optimalnya diversifikasi dan interaksi serta pemanfaatan lahan pertanian dan pengembangan hortikultura, buah-buahan, dan sayuran; lemahnya permodalan usaha pertanian; tidak stabilnya stok pupuk, pestisida, serta tingginya harga saprodi pertanian; tidak stabilnya harga produksi pertanian dan rendahnya nilai tukar produk pertanian; belum optimalnya pembinaan kepada peternak; masih rendahnya pengawasan, pencegahan, dan penanggulangan penyakit ternak; masih rendahnya produksi ternak; masih belum optimalnya pemasaran hasil produk peternakan; masih rendahnya kualitas dan kuantitas pakan ternak; adanya impor sapi yang merugikan peternak lokal; belum optimalnya pengelolaan hasil-hasil pertanian, perkebunan, dan kehutanan; belum optimalnya pelayanan inseminasi buatan; belum optimalnya kualitas bibit ternak terutama induk betina; belum optimalnya penyebaran informasi pertanian; belum optimalnya penyajian data statistik pertanian; masih kurangnya sarana dan prasarana pertanian; masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi produk pertanian lokal; masih rendahnya diversifikasi olahan hasil pertanian; kurangnya akses masyarakat terhadap informasi harga pangan dalam rangka menunjang pengendalian harga; belum optimalnya penyusunan program dan kegiatan pertanian; serta rendahnya minat angkatan kerja untuk bekerja di bidang pertanian.

Terdapat upaya mitigasi dan atau alternatif yang dapat dilakukan untuk meminimalisir dampak pengaruh terhadap isu strategis pertanian tersebut, antara lain dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 3.1 Mitigasi dan atau Alternatif Program Prioritas

  • Penentuan Isu-isu Strategis

Dengan menganalisa permasalahan dan disandingkan terhadap visi misi Bupati Grobogan, tugas dan fungsi Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, hasil telaah terhadap Rencana Strategis Kementerian Pertanian, telaah RTRW dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis maka diperoleh gambaran isu strategis sebagai berikut:

  1. Kurang optimalnya produksi terutama komoditas padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, semangka, melon, pisang, jambu air, dan belimbing
  2. Belum optimalnya mekanisasi pertanian sebagai sarana untuk mengefektifkan dan mengefisienkan usaha tani di bidang tanaman pangan dan hortikultura
  3. Kurangnya sarana dan prasarana pertanian
  4. Kurang optimalnya mutu hasil, industri pengolahan dan perluasan pemasaran hasil pertanian
  5. Kurangnya peran generasi muda dan kelembagaan pertanian terutama Gapoktan, Kelompok Tani, UPJA, penangkar dan produsen benih, kelompok pengolahan hasil, serta P3A/GP3A/IP3A
  6. Kurangnya jalinan kemitraan agribisnis antara kelembagaan petani dengan stakeholder terkait
  7. Kurang optimalnya pemanfaatan sumber-sumber air tanah dan rain harvester untuk pertanian secara bijaksana
  8. Kurangnya daya dukung lahan pertanian melalui penerapan teknologi ramah lingkungan, penerapan pola tata tanam yang tepat

 

 

BAB IV

TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

 

  • Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan

Tabel 4.1 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Pelayanan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan

 

  • Strategi dan Kebijakan

Tabel 4.2 Tujuan, Sasaran, Strategi dan Kebijakan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan

BAB V

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF

 

Rencana program dan kegiatan, indikator kinerja, kelompok sasaran dan pendanaan indikatif Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan dapat dilihat pada Tabel 5.1 Tabel Rencana Program, Kegiatan, Indikator Kinerja, dan Pendanaan Indikatif berikut:

Tabel 5.1 Tabel Rencana Program, Kegiatan, Indikator Kinerja, dan Pendanaan Indikatif

*) Dalam jutaan rupiah

 

BAB VI

INDIKATOR KINERJA DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA KABUPATEN GROBOGAN YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD

 

Indikator Kinerja Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan sesuai dengan indikator pada RPJMD adalah sebagai berikut:

Tabel 6.1 Indikator Kinerja Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan pada Dokumen RPJMD

*) Angka Sementara

 

BAB VII

PENUTUP

 

Rencana Strategis Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan ini disusun untuk jangka waktu 5 (lima) tahun kedepan yaitu tahun 2016 s/d 2021. Rencana Strategis ini dimaksudkan sebagai pengarah dan pengendali pembangunan pertanian untuk mewujudkan Misi Bupati dan Wakil Bupati yang ke 2 yaitu Meningkatkan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan. Rencana Strategis ini baru dapat dilaksanakan apabila telah dijabarkan kedalam bentuk kegiatan strategis yang merupakan operasionalisasi dari rencana tersebut.

Kegiatan strategis untuk mencapai misi tersebut yaitu : 1). Meningkatkan sarana dan prasarana aparatur; 2). Meningkatkan kualitas pengetahuan dan keterampilan sumber daya aparatur; 3). Meningkatkan pelayanan administrasi perkantoran; 4). Meningkatkan kualitas pelaporan capaian kinerja dan keuangan; 5). Meningkatkan kesejahteraan petani melalui kelembagaan petani; 6). Meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman pangan; 7). Meningkatkan penerapan teknologi pertanian/perkebunan; 8.) Meningkatkan pemasaran hasil produksi pertanian/perkebunan; dan 9.) Meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman hortikultura.

Dengan demikian Rencana Strategis ini merupakan dasar untuk melangkah dalam pencapaian Visi dan Misi Bupati yang telah ditetapkan untuk 5 (lima) tahun kedepan dan sebagai acuan pembangunan pertanian yang sesuai dengan potensi sumber daya serta karakteristik permasalahan yang dihadapi di lapangan.

 

KEPALA DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA

KABUPATEN GROBOGAN

 

 

 

 

Ir. EDHIE SUDARYANTO, MM

Pembina Utama Muda

NIP.19600923 198603 1 006

 

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.