RUSMAN, PRODUSEN BENIH PADI ASAL JATILOR KECAMATAN GODONG YANG SUKSES

RUSMAN, PRODUSEN BENIH PADI ASAL JATILOR KECAMATAN GODONG YANG SUKSES

Pemerintah sejak tahun 2015 telah mencanangkan seribu desa mandiri benih dengan tujuan petani tidak lagi kesulitan mendapatkan benih bermutu sehingga dapat mendongkrak produksi padi nasional.

Kabupaten Grobogan sebagai lumbung padi di Jawa Tengah berperan aktif untuk mensukseskan program tersebut. Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan telah berupaya mensosialisasikan Program mandiri benih ini di 19 kecamatan.
Petani padi di Desa Jati Lor Kecamatan Godong merupakan salah satu desa yang sukses dalam upaya mendukung program mandiri benih ini.
Fasilitasi dan pendampingan yang telah dilakukan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan di Desa Jatilor ini diantaranya, pertama meningkatkan SDM petani peserta melalui berbagai pelatihan penangkaran benih; kedua monitoring dan evaluasi berkala terhadap kualitas benih yang diproduksi, serta yang terakhir membantu pengembangan jaringan pemasaran benih yang di produksi.
Selain itu, fasilitasi lainnya yang dibantukan adalah dengan memberikan bantuan sarana prasana produksi hingga pasca panen, yaitu berupa pembuatan gudang penyimpanan benih, pembuatan lantai jemur, pengadaan Motor Tossa, seed cleaner dan bantuan benih padi sebanyak 250 kg varietas Ciherang label FS untuk dikembangkan produsen-produsen benih di desa ini.
Salah satu petani padi yang sukses menjadi seorang produsen benih adalah Rusman, 41 th warga Dusun Tempuran Desa Jatilor Kecamatan Godong.
Ketika ditemui pada 23 September 2017 di rumahnya, dia menceritakan memulai merintis usahanya di bidang perbenihan inii pada tahun 2015, yaitu ketika dicanangkan program Seribu Desa Mandiri Benih oleh pemerintah dan ditujukan bagi petani yang memiliki keterampilan serta kemampuan untuk memproduksi benih padi berkualitas. Sejak saat itulah Rusman memulai usaha perbenihan ini dan berkembang dengan bendera PB. Trubus.

 

Pada MT 1 tahun 2015, yang merupakan produksi benih pertamanya, Rusman berhasil memproduksi benih padi sebanyak 35 ton. Dan pada MT 2 tahun yang sama, ia berhasil meningkatkan produksinya menjadi 42 ton benih padi siap tanam.
Pada musim tanam selanjutnya, yaitu MT 1 tahun 2016, Rusman berhasil memproduksi benih 45 ton dan pada MT 2 benih yang dihasilkan mencapai 124 ton.
Benih yang dihasilkan Rusman dipasarkan dengan cara bermitra dengan BUMN PT Pertani, yang dipasarkan tidak hanya untuk wilayah grobogan tapi juga berhasil memasok jebutuhan benih untuk kabupaten sekitarnya, yaitu Jepara, Demak, Kudus dan Pati.

Varietas Benih padi yang diproduksi bermacam-macam, diantaranya Varietas Ciherang, IR 64 dan Mekongga.
Pada MT 1 tahun 2017, Ruslan mengatakan bahwa dia akan memproduksi varietas lainnya yaitu, Inpari 32.

Sebagai Produsen Benih Padi berkualitas, Ruslan dengan nama Merk Dagang PB. Trubus juga telah memiliki Sertifikasi Kompetensi sebagai Produsen Benih Padi yang dikeluarkan oleh BPSB Provinsi Jawa Tengah sehingga ia mampu memproduksi benih padi dengan Label Putih dari BPSB Propinsi Jawa Tengah.

Menurut Rusman, agar bisa survive di bidang perbenihan ini diperlukan usaha untuk memperluas jaringan pemasaran dan mitra kerja yang mampu menjaga kualitas kemurnian suatu varietas. Dia juga berujar, bahwa kualitas benih adalah perioritas bagi seorang Produsen yang harus dijaga kemurniannya agar PB. Trubus mendapatkan kepercayaan dan image yang baik di mata konsumennya.

Rusman juga menjelaskan bahwa kendala utama yang dihadapi sebagai produsen benih masih berputar pada masalah permodalan. Terkadang perputaran barang menjadi kurang cepat dikarenakan kurangnya modal yang dimiliki.
Rusman berharap, pihak-pihak swasta yang membantunya dalam mencukupi permodalan yang dia butuhkan.

Rusman menyebutkan diakhir wawancaranya bahwa dia memiliki harapan dengan adanya usaha perbenihan padi di tingkat petani ini, nantinya kita dapat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan benih bermutu sehingga akhirnya swasembada beras dapat terwujud. (Rida)

1 reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *