,

SAFARI SERGAP KEPALA BADAN KETAHANAN PANGAN PUSAT DI KEC.GODONG

Safari Sergap oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan Pusat Di Kec.Godong

 

Dalam Rangka penyerapan gabah petani oleh Perusahaan Umum (Perum) BULOG,Badan Ketahanan Pangan Kementrian Pertanian melakukan Safari Serapan Gabah Petani (SERGAP) di Desa Wanutunggal Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan,Rabu 28 Februari 2018.Acara tersebut di hadiri Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementrian Pertanian Dr.Agung Hendriyadi MN.ENG., Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah Ir.Suryo Bahendro, MP., Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan Ir.Edhie Sudaryanto,M.M.,Komandan Kodim 0717/Purwodadi Letkol Arm. Teguh Cahyadi,Perwakilan Satker Bulog Subdivre 1 Semarang ,Kepala Cabang Bank BRI Purwodadi dan juga Tokoh masyarakat beserta Petani yang ada di desa Wanutunggal.
Rombongan tiba di Desa Wanutunggal sekitar kurang lebih pukul 15.00 WIB yang pada kegiatan tersebut diperoleh hasil serapan gabah sebanyak 20 ton dengan harga Rp. 5.200/kg untuk panen menggunakan Combine Harvester dan harga Rp. 4.400/kg untuk panen mengginakan Treser dan Harga Beras dibeli Bulog 8.200 kg.
Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan Agung Hendriyadi mengatakan di bulan Januari 2018 pihaknya telah menandatangani kerjasama antara Kementrian Pertanian,TNI AD,Bank BRI,dan juga Bulog untuk menyerap gabah petani dengan harga yang wajar,dan akan di simpan sebagai cadangan beras dari Pemerintah.Kementrian Pertanian mentargetkan SERGAP sebesar 2,2jt ton sampe dengan bulan Juni 2018 untuk seluruh Wilayah Indonesia.”Saya harap Target tersebut dapat tercapai di Semester Pertama ini jika kita semua mau kerja keras,tapi jika kita hanya menunggu orang setor beras ya kita tidak akan dapat”,jelas Agung.

Program SERGAP ini merupakan perintah Presiden Republik Indonesia Joko widodo melalui Peraturan Presiden (Perpres) No. 20 tahun 2017 yang pada Intinya agar apapun kondisi gabah yang ada di lapangan harus dibeli dengan harga Harga Pembelian Pemerintah (HPP).Dalam pelaksanaan penyerapan akan dilakukan empat skema antara lain menyerap gabah dengan kelembaban maksimal 30%, menyerap dengan harga pembelian pemerintah (hpp), penyerapan dengan fleksibilitas hingga 10% dari hpp, dan menyerap untuk pasokan beras komersil atau premium.Oleh Karena itu pentingnya kerjasama pihak terkait,TNI AD sebagai TIM SERGAP yang ada di Kabupaten,Bank BRI cabang yang akan membantu masalah Pendanaan,dan juga Bulog yang akan menyerap Gabah dari Petani.”Mudah – mudahan ini bisa menjadi berkah bagi kita semua dalam rangka mempercepat dan mengisi cadangan beras dari Pemerintah”,Kata Agung.
Rombongan rencananya akan melanjutkan panen raya padi dan percepatan serapan gabah petani ke Kabupaten Sragen dan Karanganyar pada Kamis,1 Maret 2018.
(IP)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.