Serap Gabah Petani, Bulog Harus Libatkan Gapoktan

“Serap Gabah Petani, Bulog Harus Libatkan Gapoktan”

Hal itu disampaikan oleh Brigjen TNI Sudarto, Perwira Mabes TNI AD selaku Ketua Tim Sergap Wil IV Kodam IV Diponegoro dalam rangkaian kunjungan Monitoring SERGAP di Kabupaten Grobogan Sabtu 12 Agustus 2017. “Pengadaan beras Bulog Harus seimbang antara Mitra Kerja Pengadaan (MKP) Bulog dengan Gapoktan, tidak boleh didominasi MKP. Dengan demikian petani tidak lagi perlu menjual gabah atau beras hasil panen kepada MKP, melainkan petani bisa menjual langsung ke Bulog tanpa melalui perantara atau pihak ketiga. Pemotongan mata rantai penjualan gabah petani langung kepada Bulog sebagai salah satu terobosan untuk memperpendek rantai penjualan petani, sehingga petani bisa langsung mendapatkan harga sesuai ketentuan yang ada. Peluang kerjasama langsung dengan petani akan sangat membantu Bulog dalam merealisasikan target pengadaan beras”.

Kepala Gudang Bulog Depok, Zufron, mengakui bahwa pengadaan beras Bulog selama ini masih didominasi oleh MKP Bulog. Pengadaan oleh MKP 75% dan 25 % sisanya oleh Gapoktan. Dijelaskan, pada Tahun 2016, Mitra Bulog sebanyak 8 MKP dan hanya ada 1 mitra dari unsur Gapoktan. Tahun 2017 sebanyak 8 MKP dan 2 Gapoktan.

Brigjen Sudarto yang didampingi Kolonel Rochiman dan Letkol Damarno Teguh memerintahkan agar Jajaran Kodim 0717 Purwodadi dengan seluruh Danramil dan Babinsa bersama sama dengan Dinas Pertanian membantu realisasi pengadaan beras oleh Perum Bulog melalui Gapoktan. Gapoktan harus didampingi ” pungkasnya.

Dalam kunjungan itu, hadir pula Tim Sergap Korem 073/Makutarama, Kasiter Letkol Inf Himawan Tedi Laksono, Pabandia Bakti TNI Mayor Inf Arif Isnaini, Komandan Kodim 0717/Purwodadi Letkol Arh.Jan Pieter Gurning selaku Tim sergap Kodim 0717/Purwodadi dan Kepala Dinas Pertanian Kab. Grobogan Ir Edhie Sudaryanto, MM beserta jajarannya. Dalam kunjungan itu, Satgas Bulog membeli 5 ton gabah hasil panen petani Desa Rowosari Gubug dengan harga 4.900 per kg. “Kami membeli dengan harga cukup tinggi, selain karena kualitas gabahnya bagus, gabah ini nanti juga akan kami proses menjadi beras komersial” demikian penjelasan Koordinator Satgas Perum Bulog Subdivre 1 Semarang.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *