Tidak Lagi Manual, Perajangan Tembakau di Purwodadi Sudah Mekanis

Berbeda dengan beberapa tahun yang lalu, saat ini perajangan tembakau sudah dilakukan secara mekanis. Hal ini mampu meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam pengolahan pascapanen tembakau.

Cara kerja perajangan adalah hanya dengan memasukkan gulungan daun tembakau basah ke hopper konveyor, maka konveyor akan berjalan sendiri, dan proses pemotongan akan dilakukan secara otomatis. Adapun kapasitas mesinnya rata-rata adalah 250-400 kg/jam.

Pasca dirajang secara mekanis, tembakau dijemur di bawah terik matahari. Karena tembakau dipanen tepat pada saat musim kemarau, maka tidak terjadi masalah dalam pengeringannya. Sehingga belum memerlukan alat melanis untuk mengeringkannya.

Adapun alat pabrikan yang biasa digunakan untuk mengeringkan tembakau adalah Wood Powder Moisture Meter. Kemitraan yang terjalin beberapa tahun terakhir ini menjadikan para petani terbiasa dan mampu mensuplai tembakau dengan kualitas yang bagus sesuai dengan standar pabrikan.

2 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *