VERIFIKASI REGISTRASI KEBUN MELON DESA KRONGGEN KECAMATAN BRATI KABUPATEN GROBOGAN

VERIFIKASI REGISTRASI KEBUN MELON DESA KRONGGEN KECAMATAN BRATI KABUPATEN GROBOGAN

Tatacara penerapan dan registrasi kebun/ lahan dalam budidaya buah dan sayur yang baik telah diatur dalam Permentan Nomor 62/ Permentan/ OT.140/ 10/ 2010. Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan dalam mengimplementasikannya terus mendorong para petani tanaman buah dan sayur untuk melakukan registrasi kebunnya sebagaimana yang dijelaskan dalam Permentan tersebut.
Pada hari Kamis (24/08/2017)  Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan berserta jajarannya mendampingi petugas dari Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah yang melakukan verifikasi lahan/kebun petani Melon di Desa Kronggen Kecamatan Brati Kabupaten Grobogan.
Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah Bapak Ir. Catur Wahyudi, MP., dalam pengarahannya kepada petani menjelaskan bahwa Registrasi Kebun/Lahan Usaha  GAP adalah bentuk penghargaan yang diberikan kepada petani sayur yang telah menerapkan prinsip-prinsip GAP, Standar Operasional Prosedur (SOP), Pengendalian Hama Terpadu (PHT) dan telah melakukan pencatatan.
“Tujuan registrasi kebun/lahan usaha adalah menyiapkan persyaratan sistem jaminan mutu, mempermudah proses telusur balik, mendorong percepatan akses pasar, dan meningkatkan mutu dan keamanan pangan” tambahnya.
Pujo Purwanto, SP.  Kasi Tanaman Buah Dinpertanbun Provinsi Jawa Tengah menjelaskan pula bahwa untuk mendapatkan registrasi kebun, pemilik kebun perlu melakukan pengajuan dan identifikasi kebun-kebun buahnya yang telah menerapkan GAP/SOP. yg pengajuannya telah dilengkapi dengan dokumen. Selanjutnya Dinas Pertanian Provinsi/Kabupaten melakukan identifikasi kebun, khususnya identifikasi kebenaran lokasi, kondisi kebun dan komoditas yang diusahakan. Di samping itu, juga dilakukan klarifikasi terhadap dokumen baik dokumen sistem produksi maupun dokumen usaha.
Kebun-kebun yang diusulkan untuk diregistrasi oleh Dinas Pertanian Provinsi diharapkan telah memenuhi persyaratan. Pertama, telah memiliki dan telah menerapkan SOP sebagai pedoman praktek budidaya komoditas yang diusahakan. Kedua, telah menerapkan prinsip-prinsip yang tercakup dalam IndoGAP (lingkungan, keamanan pangan, keselamatan pekerja dan pencatatan). Syarat selanjutnya adalah Petani/produsen sebagai pengelola kebun telah menerapkan prinsip-prinsip PHT dan produk yang dihasilkan telah memiliki jaminan pasar.

Kepala Bidang Hortikultura Kabupaten Grobogan Bpk Ir. Imam Sudigdo, MH., dalam sambutannya menjelaskan bahwa Dinas Pertanian Kab. Grobogan dalam 2tahun tetakhir ini telah melakukan Kebun buah yang teregistrasi sebanyak 180 kebun, yg terdiri dari kebun melon  147 kebun, semangka
31 kebun dan kebun jambu air citra sebanyak 2 kebun. Tahun 2017 ini Dinas Pertanian Kab. Grobogan mentargetkan 20 kebun buah lagi yang teregistrasi.
“Untuk saat ini, yang diregistrasi adalah kebun petani melon yang ada di Desa Kronggen Kec. Brati. Hal ini sebagai upaya tindak lanjut pelaksanaan hasil sosialisasi tentang GAP dan registrasi kebun yang telah dilaksanakan oleh Dinas Pertanian  Kabupaten Grobogan” tambahnya.
Cici Kundarsih, SP, MM., selaku Kepala UPT Pertanian Kecamatan Brati menyebutkan bahwa Desa Kronggen merupakan sentra melon di kecamatan Brati yg diusahakan oleh  Kelompok Tani Sri Rejeki dan Tani Lancar.  Tanaman melon yg ditanamam oleh kedua kelompok ini memiki kualitas yang bagus dan provitas yang tinggi yaitu 25- 30 ton per hektar.
Kebun melon yang akan diverifikasi untuk diregristrasi saat ini seluas 21,3  ha.(wieds)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *