WINARTO KEMBANGKAN AGROWISATA BELIMBING DI DESA TARUB KABUPATEN GROBOGAN

WINARTO KEMBANGKAN AGROWISATA BELIMBING DI DESA TARUB KABUPATEN GROBOGAN

Belimbing adalah salah satu tanaman hortikultura yang banyak digemari masyarakat karena kesegarannya. Itu yang menjadi latar belakang Winarto, seorang petani di desa tarub kecamatan tawangharjo untuk membudidayakan belimbing di desanya.
Dengan luas 3/4 ha, pria lulusan madrasah ini mengembangkan sebuah agrowisata khusus belimbing yang ternyata dapat meningkatkan perekonomian di desanya. Winanto mempekerjakan tujuh orang untuk mengelola kebunnya

Setiap hari banyak sekali pengunjung yang datang untuk menikmati kesegaran buah belimbing dengan memetiknya langsung. Kebanyakan pengunjung adalah wisatawan yang mengunjungi makam ki ageng tarub dan ki ageng selo yang lokasinya dekat dengan kebun belimbing ini.
Jika musim liburan, pengunjung melimpah ruah. Dalam sehari, omzet penjualan belimbing bisa mencapai 5 jutaan, demikian winarto menjelaskan. Selain buah belimbing, di sini juga menjual bibit buah buahan yang lain tambahnya, yang paling menarik adalah belimbing dengan tiga rasa dalam satu pohon yaitu dewo, bangkok dan madu.

Kali ini Staf Laboratorium Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan yang di pimpin oleh Dargo menyempatkan diri untuk berkunjung di kebun belimbing ini,bersama para staff Dargo mengelilingi kebun belimbing.

Puas berkeliling kebun, rombongan beristirahat sambil menyantap makanan rujak di gubug-gubug bambu yang telah disediakan. Pemilik kebun menyediakan sambel rujak gratis untuk disantap para pengunjung, yang ingin makan rujak sambil meikmati sejuknya semilir angin di kebun buah belimbing.

“Kunjungan saya kali ini ke kebun blimbing utk memberikan motivasi dan arahan utk budidaya blimbing yang ramah ramah lingkungan dg pemanfaatan pengendalian OPT yang berorientasi ramah lingkungan yaitu dengan penggunaan perakap likat kuning, feromon sex, pestisida nabati dan sanitasi kebun”,Kata Dargo.

Penulis : Ipunk

Editor : Dian

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *